Selular.ID – Cisco mengumumkan serangkaian inovasi infrastruktur untuk mendukung pengembangan dan operasional Artificial Intelligence (AI) dalam ajang Cisco Live Conference di Amsterdam, yang dihadiri lebih dari 21.000 profesional IT.
Pengumuman yang disampaikan pada 13 Februari 2026 ini mencakup peluncuran chip switching terbaru Cisco Silicon One G300, perluasan kapabilitas AgenticOps, serta pembaruan besar pada solusi keamanan Cisco AI Defense untuk mendukung penggunaan agentic AI secara aman dan tepercaya.
Cisco menegaskan inovasi ini ditujukan untuk membantu pelanggan membangun infrastruktur AI yang mampu menangani kebutuhan pelatihan (training), inference, dan beban kerja real-time di pusat data skala besar.
Cisco juga menyoroti pentingnya integrasi jaringan, keamanan, dan observability dalam satu platform untuk menjawab tantangan kompleksitas operasional yang meningkat seiring adopsi AI di berbagai sektor.
Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer Cisco, mengatakan percepatan inovasi AI menuntut kesiapan infrastruktur yang lebih adaptif dan aman.
“Laju inovasi AI kini bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan kami menghadirkan infrastruktur penting agar pelanggan dapat berinovasi lebih cepat sekaligus mengadopsi AI secara aman dan terlindungi,” ujar Jeetu Patel. Ia menambahkan bahwa Cisco memperkuat posisinya sebagai platform terpadu melalui inovasi di bidang silicon, sistem, AgenticOps, keamanan, dan observability.
Pengumuman ini sekaligus memperlihatkan arah strategi Cisco dalam membangun ekosistem teknologi AI dari sisi hardware hingga software, termasuk dukungan layanan bagi organisasi yang memiliki persyaratan kedaulatan data (digital sovereignty).
Cisco Silicon One G300 dorong efisiensi klaster AI skala besar
Salah satu sorotan utama Cisco Live EMEA adalah peluncuran Cisco Silicon One G300, chip switching terbaru yang dirancang untuk mendukung pembangunan jaringan AI berskala besar.
Cisco menyebut chip ini mampu mendukung klaster AI berskala gigawatt, yang menjadi kebutuhan umum pada infrastruktur training model AI generatif maupun agentic AI.
Cisco mengklaim Silicon One G300 memungkinkan pelanggan memperluas klaster AI melalui konsep Intelligent Collective Networking, yang bertujuan mengoptimalkan trafik jaringan antar GPU.
Optimalisasi tersebut diklaim meningkatkan utilisasi jaringan hingga 33%, sekaligus mempercepat penyelesaian pekerjaan (job completion time) hingga 28% dibanding trafik yang tidak dioptimalkan.
Peningkatan efisiensi ini menjadi aspek penting dalam industri AI, mengingat biaya pelatihan model skala besar sangat bergantung pada pemanfaatan GPU dan kemampuan jaringan untuk menangani transfer data dalam jumlah masif secara cepat.
Bersamaan dengan itu, Cisco juga memperkenalkan sistem jaringan N9100 dan 8000 yang dibangun berbasis Silicon One G300. Perangkat tersebut ditujukan untuk berbagai segmen pelanggan, mulai dari hyperscaler, neocloud, implementasi private sovereign, service provider, hingga enterprise yang mengembangkan pusat data AI.
Dari sisi pengelolaan pusat data, Cisco turut memperkenalkan Nexus One, sebuah panel manajemen terpadu untuk menyederhanakan pengelolaan data center baik di lingkungan on-premise maupun cloud. Cisco menyebut pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi kompleksitas operasional, sekaligus membantu pelanggan memaksimalkan investasi AI mereka.
AgenticOps diperluas untuk jaringan, keamanan, dan observability
Selain inovasi hardware, Cisco memperluas kapabilitas AgenticOps, pendekatan operasional yang dirancang untuk membantu organisasi mengotomatiskan dan menyederhanakan manajemen infrastruktur IT dalam skala besar.
Cisco menyebut AgenticOps akan diperluas ke seluruh portofolio perusahaan, mencakup jaringan, keamanan, hingga observability.
Cisco menjelaskan AgenticOps didukung visibilitas menyeluruh yang memanfaatkan telemetry lintas domain, termasuk dari Cisco Networking, Security Cloud Control, Cisco Nexus One, hingga platform observability seperti Splunk.
Telemetry sendiri merupakan data pemantauan yang dikumpulkan dari berbagai perangkat jaringan dan sistem keamanan secara real-time.
Cisco menilai data lintas domain ini penting untuk membantu tim IT mendeteksi masalah lebih cepat, mempercepat respons, serta mengurangi beban operasional manual di tengah peningkatan trafik dan beban kerja AI.
Kapabilitas AgenticOps terbaru yang diumumkan mencakup tools, keterampilan, serta peningkatan platform yang ditujukan untuk mendukung otomatisasi operasional di era AI, terutama ketika organisasi mulai menerapkan model agentic yang mampu menjalankan tindakan berbasis instruksi dan konteks secara mandiri.
![]()
Cisco AI Defense diperbarui, SASE ditingkatkan untuk trafik agentic AI
Cisco juga mengumumkan pembaruan besar pada solusi Cisco AI Defense, yang disebut sebagai solusi pertama di industri untuk mendukung keamanan AI secara end-to-end.
Pembaruan ini menyoroti kebutuhan tata kelola rantai pasokan AI (AI supply chain governance) dan perlindungan runtime dalam penggunaan tools agentic AI, untuk mengurangi risiko penyusupan maupun manipulasi.
Cisco menyatakan peningkatan ini relevan karena agentic AI tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga dapat menjalankan tindakan dalam sistem, termasuk mengakses aplikasi, API, dan data perusahaan.
Di sisi lain, Cisco juga meningkatkan kapabilitas Cisco Secure Access Service Edge (SASE), sebuah arsitektur keamanan berbasis cloud yang menggabungkan fungsi jaringan dan proteksi keamanan dalam satu layanan.
Cisco menyebut peningkatan berbasis AI pada SASE kini mencakup fitur intent-aware inspection, yaitu kemampuan inspeksi yang menganalisis “mengapa” dan “bagaimana” trafik agentic AI terjadi untuk mendeteksi ancaman baru.
Cisco menilai pendekatan ini penting untuk memastikan interaksi agentic AI tetap aman dan andal, terutama ketika organisasi mulai mengintegrasikan agentic tools ke dalam workflow bisnis.

Cisco CX dan CNSC diperluas untuk kebutuhan kedaulatan digital
Selain produk, Cisco menekankan bahwa implementasi AI di lingkungan berdaulat membutuhkan dukungan layanan dan keahlian yang sesuai dengan batasan regulasi dan kebijakan data. Untuk itu, Cisco Customer Experience (CX) kini menyediakan dukungan khusus untuk organisasi yang menerapkan sistem air-gapped, on-premise, maupun hybrid.
Cisco juga mengumumkan peluncuran Cisco Critical National Services Centers (CNSCs) di Inggris, Prancis, dan Spanyol. Pusat ini dirancang untuk mendukung organisasi dengan persyaratan ketat, termasuk fasilitas dengan kontrol tinggi, proses operasional terpisah, serta personel dengan izin resmi.
Cisco menyebut CNSC beroperasi di luar jalur standar Technical Assistance Center (TAC), sehingga penyelesaian isu teknis dapat dilakukan melalui jalur aman yang sesuai kebijakan penanganan data pelanggan.
Cisco menegaskan pusat ini melanjutkan pengalaman perusahaan selama 15 tahun di Jerman, sekaligus memperluas keberadaan Cisco menjadi empat CNSC di Eropa dengan satu pusat tambahan yang sedang dikembangkan di Italia.
Melalui peluncuran Silicon One G300, perluasan AgenticOps, serta pembaruan AI Defense dan SASE, Cisco memperkuat fokusnya dalam menyediakan infrastruktur AI yang terintegrasi dari pusat data hingga operasional keamanan.
Pengumuman di Cisco Live Amsterdam ini menandai langkah Cisco untuk memposisikan jaringan dan keamanan sebagai komponen kunci dalam adopsi agentic AI yang semakin meluas di berbagai sektor industri.
Baca Juga: Cisco: 40% Organisasi RI Terancam Utang Infrastruktur AI














































