Selular.ID – TikTok, platform video pendek milik ByteDance, menyediakan fitur resmi untuk menghapus akun pengguna secara permanen melalui aplikasi maupun situs web.
Fitur ini dapat digunakan oleh pengguna yang ingin menghentikan penggunaan TikTok karena alasan privasi, keamanan data, atau pengelolaan jejak digital.
Proses penghapusan akun TikTok dilakukan secara bertahap dan mengikuti kebijakan internal perusahaan terkait perlindungan data pengguna.
Dalam dokumentasi resmi TikTok yang dirujuk oleh sejumlah panduan teknologi internasional, termasuk Android Authority, dijelaskan bahwa penghapusan akun tidak langsung bersifat instan.
TikTok menerapkan masa penonaktifan sementara selama 30 hari sebelum akun benar-benar dihapus dari sistem. Kebijakan ini berlaku secara global dan dimaksudkan untuk memberi waktu kepada pengguna jika ingin membatalkan keputusan tersebut.
TikTok merupakan salah satu platform media sosial dengan basis pengguna terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Seiring meningkatnya kesadaran pengguna terhadap keamanan data pribadi dan regulasi perlindungan data, fitur penghapusan akun menjadi bagian penting dari kontrol pengguna atas informasi mereka di platform digital.
Penghapusan akun TikTok hanya dapat dilakukan oleh pemilik akun dan memerlukan proses verifikasi. TikTok menegaskan bahwa langkah ini dirancang untuk mencegah penghapusan akun tanpa izin, misalnya akibat peretasan atau akses tidak sah.
Proses penghapusan akun TikTok dapat dilakukan langsung melalui aplikasi di perangkat Android maupun iOS. Pengguna perlu membuka aplikasi TikTok, masuk ke menu profil, lalu mengakses pengaturan dan privasi.
Dari menu tersebut, pengguna dapat memilih opsi akun dan menemukan fitur “Nonaktifkan atau hapus akun”. Setelah memilih opsi hapus akun, TikTok akan meminta alasan penghapusan serta melakukan verifikasi identitas, biasanya melalui kode yang dikirimkan via SMS atau email yang terdaftar.
Selain melalui aplikasi, TikTok juga memungkinkan penghapusan akun melalui browser web. Pengguna harus masuk ke akun TikTok melalui situs resmi, mengakses pengaturan akun, lalu memilih opsi penghapusan. Proses verifikasi tetap diperlukan untuk memastikan bahwa permintaan berasal dari pemilik akun yang sah.
Setelah permintaan penghapusan dikonfirmasi, akun TikTok akan masuk ke status deaktivasi sementara selama 30 hari. Dalam periode ini, akun tidak dapat diakses oleh publik dan konten tidak akan ditampilkan. Jika pengguna tidak melakukan login selama masa tersebut, sistem TikTok akan menghapus akun secara permanen beserta data yang terkait, sesuai dengan kebijakan privasi perusahaan.
TikTok menjelaskan bahwa beberapa jenis data dapat disimpan lebih lama untuk memenuhi kewajiban hukum atau kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Namun, data tersebut tidak lagi dikaitkan dengan identitas akun yang telah dihapus. Kebijakan ini sejalan dengan praktik umum industri teknologi global terkait pengelolaan data pengguna.
Bagi pengguna yang berubah pikiran, TikTok menyediakan opsi pembatalan penghapusan akun selama masa 30 hari tersebut. Cukup dengan login kembali menggunakan kredensial akun, proses penghapusan akan otomatis dibatalkan dan akun dapat digunakan seperti semula. Setelah melewati periode tersebut, akun tidak dapat dipulihkan.
TikTok juga mengingatkan pengguna untuk mengunduh data pribadi sebelum menghapus akun. Platform ini menyediakan fitur “Unduh data TikTok” yang memungkinkan pengguna mendapatkan salinan informasi akun, termasuk riwayat aktivitas dan konten tertentu. Langkah ini penting bagi pengguna yang ingin menyimpan arsip pribadi sebelum akun dihapus secara permanen.
Dalam konteks industri teknologi, fitur penghapusan akun menjadi bagian dari upaya platform digital untuk menyesuaikan diri dengan meningkatnya tuntutan transparansi dan kontrol data oleh pengguna. Di berbagai negara, regulator semakin menyoroti bagaimana perusahaan teknologi besar mengelola data pribadi, termasuk hak pengguna untuk menghapus data mereka dari sistem.
TikTok menyatakan bahwa fitur ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap privasi dan keamanan pengguna. ByteDance sebagai induk perusahaan TikTok secara berkala memperbarui kebijakan privasi dan mekanisme kontrol akun untuk menyesuaikan dengan regulasi lokal di berbagai pasar.
Ke depan, pengelolaan akun dan data pengguna diperkirakan akan tetap menjadi fokus utama platform media sosial, seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap keamanan digital. TikTok menegaskan bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas akun mereka, termasuk keputusan untuk menghapus akun secara permanen melalui prosedur resmi yang telah disediakan.
Baca Juga: Ini Cara Hapus Akun Facebook












































