Acer Pantau Dampak MacBook Neo Rp10 Juta di Pasar Indonesia

4 hours ago 4

Selular.ID – Kehadiran MacBook Neo dengan banderol sekitar Rp10 jutaan di pasar Indonesia mulai memicu perhatian pelaku industri PC nasional, termasuk Acer.

Menjelang peluncurannya di Indonesia pada 22 Mei 2026, Acer Indonesia mengaku masih memantau respons pasar sebelum menentukan langkah strategis terkait kemungkinan menghadirkan perangkat di segmen harga serupa.

Matius Tirtawirya, Consumer and Gaming Notebook Product Manager Acer Indonesia, mengatakan Acer tidak hanya melihat faktor harga, tetapi juga pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Menurutnya, Acer akan mengevaluasi apakah perangkat dengan harga agresif tersebut benar-benar mampu memberikan pengalaman penggunaan yang memadai bagi konsumen.

“Pertama kita akan melihat reaksi market dulu sih. Karena kita akan monitor di situ. Karena ketika nanti hasilnya bagus ataupun tidak, pastinya Acer juga akan melihat apakah Acer nanti akan membuat yang sama di range harga seperti itu,” ujar Matius, di Jakarta, lini Swift Series di Jakarta, (22/05/26).

Ia menegaskan bahwa fokus utama Acer tetap berada pada kualitas pengalaman pengguna, termasuk performa, stabilitas sistem, dan kesesuaian spesifikasi dengan kebutuhan konsumen.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Acer menilai harga murah saja belum cukup jika perangkat tidak mampu memberikan pengalaman penggunaan yang optimal.

“Kalau misalkan pengalaman pengguna di range harga seperti itu dengan spesifikasi seperti itu kurang memuaskan, mungkin kita tidak akan mengeluarkan solusi serupa. Tapi poin utamanya adalah pengalaman pengguna,” lanjutnya.

Kehadiran MacBook Neo sendiri dinilai menarik perhatian karena menawarkan pendekatan berbeda di pasar laptop premium.

Selama ini, lini MacBook identik dengan harga yang relatif tinggi di Indonesia. Jika perangkat baru tersebut benar hadir di kisaran Rp10 juta, maka persaingan di segmen laptop tipis berbasis produktivitas diperkirakan akan semakin kompetitif.

Pasar laptop Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami perubahan cukup signifikan.

Konsumen kini semakin sensitif terhadap keseimbangan antara harga dan performa, terutama di segmen entry-level premium dan mainstream productivity.

Di sisi lain, vendor juga mulai mengadopsi strategi yang lebih agresif untuk menjangkau pengguna muda, pekerja hybrid, hingga kreator konten pemula.

Acer sendiri selama beberapa tahun terakhir aktif memperluas portofolio laptop di berbagai segmen, mulai dari gaming, AI PC, hingga laptop produktivitas tipis dan ringan.

Acer juga semakin fokus menghadirkan perangkat dengan dukungan fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan efisiensi pengguna.

Jika MacBook Neo berhasil diterima pasar Indonesia, bukan tidak mungkin vendor lain akan ikut mempertimbangkan pendekatan serupa dengan menghadirkan laptop tipis premium di rentang harga lebih terjangkau.

Baca Juga:MacBook Neo Dianggap Setara MacBook Pro, Simak Faktanya

Namun hingga saat ini, Acer menegaskan bahwa keputusan menghadirkan produk di kelas tersebut masih akan sangat bergantung pada respons konsumen dan kualitas pengalaman penggunaan yang ditawarkan perangkat tersebut.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |