Selular.ID – Telkom Indonesia memperluas implementasi platform pendidikan digital PIJAR dengan mendukung berbagai agenda pendidikan nasional sepanjang Semester I 2026.
Melalui platform tersebut, Telkom mencatat lebih dari 718.500 peserta dari lebih 2.000 sekolah di 33 provinsi telah memanfaatkan layanan digital untuk asesmen, try out Tes Kemampuan Akademik (TKA), kompetisi akademik, hingga seleksi guru dan tenaga kependidikan.
Pengembangan PIJAR menjadi bagian dari strategi Telkom dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan.
Platform ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran, evaluasi, dan administrasi pendidikan berbasis teknologi sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efisien, transparan, dan mudah dipantau oleh sekolah maupun pemerintah daerah.
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, mengatakan transformasi digital pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga pada kemampuan teknologi tersebut menciptakan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Teknologi tidak hanya tentang konektivitas, tetapi tentang menciptakan dampak. Melalui PIJAR, Telkom berupaya membantu pemerintah dan satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran, asesmen, hingga seleksi tenaga pendidik yang lebih efektif, terukur, transparan, dan menjangkau lebih banyak peserta di seluruh Indonesia,” ujar Faizal Rochmad Djoemadi dalam keterangan resmi.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, PIJAR dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendidikan yang melibatkan pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta satuan pendidikan di berbagai wilayah.
Salah satu implementasinya adalah penyelenggaraan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo sebagai bagian dari persiapan asesmen berbasis digital.
Secara keseluruhan, solusi try out digital PIJAR telah digunakan oleh lebih dari 91.000 siswa.
Rinciannya meliputi lebih dari 76.000 siswa dari sekitar 1.200 sekolah di Kabupaten Karawang, lebih dari 2.100 siswa di Kabupaten Boalemo, serta lebih dari 12.500 siswa dari 500 sekolah pada Try Out Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) di Kota Balikpapan.
Selain mendukung asesmen, Telkom juga menghadirkan PIJAR dalam penyelenggaraan Kompetisi Akademik LENTERA 2026 bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Kompetisi tersebut memanfaatkan sistem Computer Based Test (CBT), yaitu metode ujian berbasis komputer yang memungkinkan proses penilaian berlangsung lebih objektif, efisien, dan transparan dibandingkan metode konvensional.
Platform yang sama turut digunakan dalam Seleksi Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.
Pelaksanaan seleksi dilakukan dalam dua gelombang dengan memanfaatkan sistem CBT sehingga proses administrasi, pelaksanaan ujian, hingga pemantauan hasil seleksi dapat berlangsung secara digital.
PIJAR juga mendukung pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) di Kota Balikpapan.
Selama Semester I 2026, kedua kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 23.500 peserta yang berasal dari sekitar 600 sekolah.
Implementasi terbesar PIJAR terjadi pada penyelenggaraan Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Telkom mencatat layanan CBT pada PIJAR digunakan untuk mengelola lebih dari 126.000 jadwal ujian yang diikuti lebih dari 619.000 siswa dari sekitar 900 sekolah yang tersebar di 33 provinsi.
Menurut Telkom, pelaksanaan ujian berlangsung selama periode 2 Maret hingga 15 Juni 2026 dengan total waktu operasional mencapai 627 jam.
Selama periode tersebut, platform PIJAR mencatat capaian zero downtime, yang berarti layanan tetap tersedia tanpa gangguan sistem selama seluruh rangkaian pelaksanaan ujian berlangsung.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu pendekatan yang terus diperkuat Telkom dalam memperluas pemanfaatan teknologi pendidikan.
Melalui kerja sama dengan dinas pendidikan dan sekolah, perusahaan berupaya menghadirkan solusi digital yang dapat membantu proses pembelajaran sekaligus meningkatkan efisiensi penyelenggaraan asesmen dan administrasi pendidikan.
Ke depan, Telkom menyatakan akan terus mengembangkan PIJAR agar semakin adaptif terhadap kebutuhan ekosistem pendidikan nasional.
Pengembangan tersebut juga sejalan dengan komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi pengembangan talenta nasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui pengembangan PIJAR, Telkom menargetkan pemanfaatan teknologi tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga memperkuat sistem evaluasi, seleksi tenaga pendidik, serta digitalisasi layanan pendidikan secara lebih luas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui solusi digital yang dapat diterapkan di berbagai jenjang dan wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Pelaporan Nilai Siswa Jadi Lebih Efisien dengan Pijar Sekolah


















































