Kaspersky Gelar Asia Pacific Conference Cyber Security Weekend di Guangzhou, Selular Turut Hadir

19 hours ago 7

Selular.ID – Kaspersky menggelar Asia Pacific Conference (APAC) Cyber Security Weekend (CSW) di Guangzhou, China, Senin hingga Rabu (3-5/8/2026).

Dalam acara APAC CSW ini, sejumlah media dari berbagai negara Asia Pasifik turut serta untuk mengetahui isu terkini terkait keamanan siber yang marak terjadi dengan tema “When Speed Outpaces Visibility.

Selular berkesempatan untuk hadir dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kaspersky Asia Pasifik terkait isu-isu terkini keamanan siber.

Sejumlah petinggi Kaspersky Asia Pasifik membawakan isu yang berbeda, khususnya terkait keamanan siber yang melibatkan kecerdasan buatan alias AI.

Sasar Gen Z

Sebelumnya, Kaspersky telah membuat riset terkait Generasi Z (Gen Z) yang dikenal sebagai generasi yang paling fasih dengan dunia digital.

Dari penelitian terbaru, mengungkapkan fakta yang kontradiktif karena meskipun menghabiskan lebih banyak waktu online dan merasa percaya diri, mereka justru paling abai terhadap keamanan perangkat seluler dibandingkan generasi lainnya.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan survei terhadap 7.200 responden di seluruh dunia pada Maret 2026, sebanyak 57% Gen Z mengaku menghabiskan lebih banyak waktu di dunia maya daripada offline.

Angka ini merupakan proporsi tertinggi di antara semua generasi. Ponsel pintar menjadi pusat kehidupan mereka, dengan 67% responden menjadikannya perangkat utama untuk mengakses internet.

Kesenjangan Kepercayaan Diri dan Keahlian

Konektivitas yang konstan ini memicu rasa percaya diri yang tinggi. Sekitar 59% responden Gen Z merasa nyaman di lingkungan digital.

Namun, rasa nyaman ini tidak dibarengi dengan kompetensi teknis yang memadai. Hanya 28% dari mereka yang percaya bahwa keterampilan digital mereka sudah berada di level lanjut.

Kesenjangan ini berdampak pada minimnya tindakan perlindungan. Gen Z tercatat jarang mengganti kata sandi dan sangat sedikit yang membentengi ponsel mereka dengan perangkat lunak keamanan.

Ironisnya, ponsel pintar milik Gen Z menyimpan data yang sangat mereka hargai.

Sebanyak 38% responden menganggap foto dan dokumen pribadi sebagai aset digital paling penting, diikuti oleh kata sandi dan kredensial login (30%).

Kelalaian dalam melindungi perangkat ini telah memicu konsekuensi nyata. Lebih dari separuh Gen Z (52%) melaporkan pernah menjadi korban serangan siber.

Secara spesifik, 17% mengalami peretasan akun media sosial dan 12% kehilangan akses ke akun game mereka.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |