Red Hat Dorong Implementasi AI Nyata di Tech Day Jakarta 2026

7 hours ago 7

Selular.ID – Red Hat menggelar Red Hat Tech Day: Jakarta pada 30 April 2026 yang menghadirkan pelanggan, mitra, dan pengambil keputusan IT untuk membahas implementasi nyata kecerdasan buatan (AI), modernisasi aplikasi, serta pengelolaan infrastruktur hybrid cloud.

Acara ini menekankan pendekatan praktis dalam mengadopsi AI, dengan fokus pada kontrol biaya, kepatuhan regulasi, dan kompleksitas operasional yang dihadapi perusahaan di Indonesia.

Melalui forum ini, Red Hat menyoroti pergeseran diskusi dari sekadar potensi AI menuju tahap eksekusi di lingkungan enterprise.

Vony Tjiu, Country Manager Red Hat Indonesia, membuka acara dengan menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam mengelola transformasi digital berbasis open source.

Sementara itu, Steve Shirkey, Director, AI Platform Asia Pacific Red Hat, dalam sesi keynote membahas tantangan adopsi AI, termasuk risiko ketergantungan pada satu vendor serta kebutuhan akan platform terbuka yang fleksibel.

Dalam keynote bertajuk “Innovate freely, operate efficiently: Build on a unified AI and application platform,” Steve Shirkey menjelaskan bahwa pendekatan berbasis open source memungkinkan organisasi mengembangkan dan menskalakan AI tanpa terikat pada ekosistem tertentu.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Platform terbuka dinilai memberi keleluasaan dalam integrasi teknologi sekaligus membantu perusahaan menjaga efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang.

Red Hat Tech Day: Jakarta 2026 juga mengangkat sejumlah perubahan struktural dalam enterprise IT yang kini semakin relevan.

Salah satunya adalah munculnya model Model-as-a-Service, yaitu pendekatan penyediaan model AI sebagai layanan yang dapat diakses secara fleksibel tanpa harus membangun dari nol.

Model ini dinilai membantu perusahaan mempercepat adopsi AI sambil tetap memenuhi tuntutan regulasi, terutama di sektor yang memiliki standar kepatuhan tinggi.

Selain itu, modernisasi virtualisasi menjadi perhatian utama, terutama bagi organisasi yang masih mengandalkan infrastruktur lama.

Dalam konteks hybrid cloud—kombinasi antara cloud publik dan privat—perusahaan perlu memastikan sistem lama dapat beradaptasi dengan kebutuhan skalabilitas dan integrasi yang lebih luas.

Red Hat menilai proses ini tidak hanya teknis, tetapi juga strategis karena berdampak langsung pada efisiensi operasional.

Topik lain yang dibahas adalah evolusi dari AIOps menuju ZeroOps.

AIOps mengacu pada penggunaan AI untuk mendukung operasional IT, seperti analisis log dan deteksi anomali.

Sementara ZeroOps menggambarkan arah pengembangan menuju sistem yang semakin otonom, di mana intervensi manusia diminimalkan melalui otomatisasi yang lebih canggih.

Red Hat melihat tren ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan efisiensi dan responsivitas operasional.

Dalam sesi berbagi pengalaman, dua perusahaan Indonesia, PT Bussan Auto Finance dan PT Pegadaian (Persero), turut memaparkan implementasi teknologi mereka sebagai penerima Red Hat Innovation Award.

Bussan Auto Finance menjelaskan transformasi dari arsitektur monolitik ke pendekatan cloud-native berbasis hybrid, yang memungkinkan proses pengembangan dan deployment aplikasi berjalan lebih cepat dan terukur.

Sementara itu, PT Pegadaian (Persero) menyoroti aspek operasional dan sumber daya manusia dalam implementasi otomatisasi terpusat.

Dengan jaringan yang luas dan tersebar, Pegadaian menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi layanan.

Melalui otomatisasi, perusahaan mampu mengurangi beban kerja manual serta meningkatkan kecepatan respons terhadap kebutuhan operasional di berbagai wilayah.

Sepanjang acara, peserta juga mengikuti berbagai sesi diskusi, hands-on lab, dan demonstrasi teknologi.

Vony Tjiu, Country Manager Red Hat IndonesiaVony Tjiu, Country Manager Red Hat Indonesia

Red Hat menghadirkan solusi terkait open source AI, otomatisasi, serta pengembangan aplikasi berbasis arsitektur microservices yang dirancang untuk lingkungan hybrid dan multi-cloud.

Interaksi langsung dengan praktisi dan ahli teknologi menjadi bagian penting untuk berbagi pengalaman implementasi di lapangan.

Red Hat Tech Day: Jakarta 2026 mencerminkan meningkatnya kebutuhan perusahaan di Indonesia untuk tidak hanya memahami AI, tetapi juga mengimplementasikannya secara terukur dan berkelanjutan.

Fokus pada platform terbuka, efisiensi operasional, serta kepatuhan regulasi menjadi faktor kunci dalam strategi transformasi digital ke depan, seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan teknologi di lingkungan enterprise.

Baca Juga: Red Hat AI 3 Hadirkan Inferensi Terdistribusi untuk Beban Kerja Produksi

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |