Punya Komisaris Baru, Bank Jateng Perkuat GCG dan Digitalisasi di Bawah Adnas

13 hours ago 9

Selular.ID – Bank Jateng memasuki babak baru tata kelola perusahaan dengan bergabungnya Adnas sebagai Komisaris Utama Independen.

Dalam perannya sebagai pimpinan dewan komisaris, Adnas menegaskan fokus utama pengawasan akan diarahkan pada penguatan implementasi Good Corporate Governance (GCG), percepatan transformasi digital, serta penguatan manajemen risiko guna menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan seiring meningkatnya tantangan industri perbankan yang dipengaruhi perkembangan teknologi, perubahan perilaku nasabah, persaingan layanan keuangan digital, hingga meningkatnya risiko keamanan siber.

Menurut Adnas, penguatan fungsi pengawasan menjadi faktor penting agar strategi bisnis Bank Jateng tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan mampu beradaptasi terhadap dinamika industri.

“Sebagai Komisaris Utama Bank Jateng, saya akan menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat strategis kepada Direksi dengan berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance melalui pendekatan SWOT Analysis,” ujar Adnas dalam keterangannya.

Melalui pendekatan SWOT atau Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats, Adnas memetakan sejumlah faktor internal dan eksternal yang menjadi fokus pengawasan ke depan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dari sisi kekuatan, Bank Jateng dinilai memiliki dukungan kuat dari pemerintah daerah sebagai pemegang saham, jaringan layanan yang luas di Jawa Tengah, tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi, serta fondasi bisnis yang relatif stabil.

Menurut Adnas, modal tersebut menjadi aset penting untuk mempertahankan daya saing perusahaan di tengah transformasi industri perbankan nasional.

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia yang terus dilakukan Bank Jateng juga menjadi faktor pendukung dalam memperkuat implementasi tata kelola perusahaan.

Pada sisi peluang, Adnas melihat perkembangan teknologi digital sebagai salah satu area strategis yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis.

Digitalisasi layanan perbankan dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah yang semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan transaksi.

Selain digitalisasi, pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah juga dianggap sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan Bank Jateng untuk memperkuat fungsi intermediasi dan memperluas basis nasabah.

Karena itu, ia mendorong direksi untuk terus menghadirkan inovasi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan prinsip GCG.

Di sisi lain, Adnas mengakui masih terdapat sejumlah tantangan internal yang perlu menjadi perhatian perusahaan.

Salah satunya adalah percepatan transformasi digital yang menurutnya perlu terus dioptimalkan agar Bank Jateng mampu menghadirkan layanan yang lebih efisien, aman, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan nasabah.

Transformasi digital tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aplikasi dan layanan elektronik, tetapi juga mencakup digitalisasi proses bisnis internal serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.

Langkah ini menjadi penting mengingat industri perbankan saat ini semakin bergantung pada teknologi digital dalam operasional maupun pelayanan pelanggan.

Ancaman lain yang menjadi perhatian dewan komisaris adalah meningkatnya risiko keamanan siber.

Seiring meningkatnya transaksi digital dan integrasi teknologi dalam layanan perbankan, ancaman serangan siber menjadi salah satu risiko utama yang dihadapi industri keuangan global.

Adnas menegaskan perlunya penguatan sistem keamanan informasi, manajemen risiko, serta pengawasan yang efektif untuk memastikan Bank Jateng tetap kompetitif dan mampu menjaga kepercayaan nasabah.

Menurutnya, kombinasi antara tata kelola yang kuat dan kesiapan teknologi menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

Memasuki tahun buku 2026, Adnas juga menyoroti target kinerja yang akan menjadi fokus pengawasan dewan komisaris.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari peningkatan laba, tetapi juga dari kualitas pertumbuhan yang dicapai perusahaan.

Target tersebut mencakup pertumbuhan aset, penyaluran kredit, dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan tetap menjaga kualitas kredit yang tercermin melalui rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terkendali.

Selain indikator keuangan, percepatan transformasi digital, efisiensi operasional, penguatan manajemen risiko, dan implementasi GCG juga menjadi bagian dari parameter kinerja yang akan dipantau.

Pendekatan tersebut sejalan dengan tren industri perbankan nasional yang semakin menekankan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan bank digital maupun lembaga keuangan berbasis teknologi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing.

Dengan dukungan pemegang saham, infrastruktur layanan yang luas, serta fokus pada transformasi digital dan tata kelola perusahaan, Bank Jateng menargetkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Penguatan fungsi pengawasan oleh dewan komisaris diharapkan dapat mendukung pelaksanaan strategi bisnis secara lebih efektif sekaligus menjaga stabilitas dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri perbankan yang terus berkembang.

Baca Juga: Cara Pulihkan Sinyal Indosat dan Tri yang Hilang di Jateng dan DIY

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |