Nabire, 1 April 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan akan segera hadirnya rute penerbangan baru yang menghubungkan Nabire dengan Ambon. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kogoya, kepada awak media pada Rabu (1/4/2026).
Ewonggen mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan terakhir, masyarakat Papua Tengah, khususnya di wilayah Puncak Jaya dan sekitarnya, terus menantikan kejelasan jadwal penerbangan dari maskapai Batik Air yang sebelumnya kerap mengalami penundaan.
“Memang jadwalnya sempat berubah-ubah. Awalnya direncanakan awal bulan, lalu ditunda lagi. Namun berdasarkan komunikasi terakhir dengan pihak maskapai, sudah ada kepastian bahwa penerbangan perdana akan dilakukan pada tanggal 23 April 2026,” jelasnya.
Menurut Ewonggen, rute yang akan dibuka adalah Nabire–Ambon pulang-pergi dengan frekuensi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kehadiran rute ini menjadi yang pertama kali bagi koneksi langsung antara Nabire dan Ambon.
Ia menambahkan, pembukaan rute tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antar provinsi serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama yang hendak melanjutkan perjalanan ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Makassar.
“Selama ini penerbangan dari Nabire hanya dilayani oleh Sriwijaya Air dengan rute langsung ke Makassar. Dengan hadirnya Batik Air, masyarakat memiliki alternatif pilihan, akses jadi lebih mudah, dan harga tiket juga diharapkan lebih bersaing,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga tengah mendorong masuknya maskapai lain, termasuk Garuda Indonesia. Namun, Ewonggen menegaskan bahwa pihaknya menginginkan penerbangan langsung dari Nabire ke kota tujuan tanpa harus transit di daerah lain di Papua.
“Kami ingin Nabire sebagai ibu kota provinsi bisa menjadi hub penerbangan antar provinsi. Jadi tidak perlu lagi berputar ke Timika atau Jayapura. Dari sini harus bisa langsung ke luar Papua,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengembangan konektivitas udara ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat posisi Nabire sebagai pusat transportasi dan pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah.
Pemerintah berharap, dengan bertambahnya maskapai dan rute penerbangan, mobilitas masyarakat semakin lancar, distribusi logistik lebih efisien, serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah Papua Tengah.
[Nabire.Net/Musa Boma]

9 hours ago
4












































