Selular.ID – Survei terbaru oleh Kaspersky dan Singapore Institute of Technology (SIT), mengungkapkan bahwa orang tua di Asia Pasifik (APAC), termasuk Indonesia, kurang melindungi diri secara online.
Banyak orang tua yang kurang melindungi diri secara online ini cenderung lebih sering membagikan kehidupan mereka di media sosial.
Berjudul “Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children’s Data”, studi tersebut menemukan bahwa frekuensi orang tua memposting foto dan video meningkat bersamaan dengan menurunnya niatan mereka dalam mempraktikkan keamanan online.
Dalam hal mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi jejak digital mereka, penelitian menemukan bahwa orang tua di kawasan tersebut umumnya menyadari perlunya mengamankan privasi mereka secara online, tetapi menerapkannya dianggap cukup merepotkan.
Sebagian besar (87 persen) setuju bahwa membatasi visibilitas media sosial hanya kepada keluarga dan teman dekat mengurangi risiko privasi.
Namun, hampir setengahnya (49 persen) menganggap proses tersebut memakan waktu.
Baca juga:
- Setengah Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Media Sosial
- Algoritma Media Sosial Adalah Bentuk Baru Penjajahan Digital
Sekitar empat dari setiap lima responden (80 persen) juga percaya bahwa menghapus izin berbagi dapat melindungi privasi, tetapi 40 persen mengatakan hal itu membutuhkan usaha.
Selain itu, lebih dari 8 dari 10 (83 persen) percaya bahwa mematikan metadata dan penandaan geografis melindungi privasi mereka, tetapi lebih dari sepertiganya (36 persen) berpikir bahwa hal itu terlalu memakan waktu untuk dilakukan.
“Orang tua mengakui bahwa keamanan digital itu penting, tetapi kesulitan dalam menerapkannya menciptakan gesekan terus-menerus,” kata Manajer Senior, Pendidikan Keamanan Siber untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Trishia Octaviano dalam pernyataannya dikutip Minggu, 14 Juni.
Meski demikian, mayoritas orang tua merasa cukup percaya diri dalam mengelola privasi digital keluarga.
Namun, 72 persen responden mengaku tetap khawatir menjadi korban peretasan meskipun telah mengatur privasi akun media sosial mereka.
Menggarisbawahi kekhawatiran tersebut, Kaspersky membagikan beberapa tips untuk membantu orang tua melindungi privasi mereka dan keluarganya.
- Hapus akun lama yang tidak lagi Anda gunakan
- Atur akun menjadi privat
- Tinjau jaringan kontak, aktivitas masa lalu, dan visibilitas profil Anda
- Sebelum mengungkapkan informasi apapun secara online, pertimbangkan apakah informasi tersebut dapat digunakan untuk membahayakan Anda
- Berhati-hatilah dalam mengungkapkan geolokasi dalam unggahan dan hapus metadata dari file foto
- Pertimbangkan untuk menghapus unggahan yang mengungkap lokasi anak Anda
- Pantau aktivitas online anak secara aktif



















































