Selular.ID – Tren feature phone atau ponsel non-smartphone kembali mendapat perhatian pada 2026.
Sejumlah brand seperti Nokia, HMD, hingga TCL mulai menghadirkan feature phone dengan desain lebih modern, warna mencolok, serta fitur yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.
Perangkat yang sebelumnya identik dengan fungsi dasar kini mulai diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup digital minimalis dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap smartphone.
Fenomena tersebut muncul di tengah meningkatnya tren digital detox atau kebiasaan membatasi penggunaan media sosial dan notifikasi digital berlebihan.
Sejumlah vendor memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan feature phone yang tidak hanya fokus pada daya tahan baterai, tetapi juga membawa desain retro, konektivitas modern, hingga fitur hiburan sederhana.
HMD menjadi salah satu brand yang cukup agresif menghidupkan kembali pasar feature phone melalui beberapa model terbaru.
Salah satunya adalah HMD Barbie Phone 4G yang tampil mencolok dengan warna Power Pink dan pendekatan desain bertema Barbie.
Ponsel flip tersebut dilengkapi aksesori personalisasi seperti stiker, kristal tempel, hingga gantungan khas Barbie.
Sistem antarmukanya juga dirancang khusus dengan tampilan visual bertema Barbie dan tanpa aplikasi media sosial.
Selain HMD Barbie Phone 4G, perusahaan juga menghadirkan HMD Touch 4G yang memadukan konsep feature phone dengan layar sentuh.
Perangkat ini sudah mendukung konektivitas 4G LTE, hotspot Wi-Fi, GPS, dan aplikasi komunikasi dasar berbasis KaiOS.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana feature phone mulai bergerak ke arah hybrid antara ponsel sederhana dan smartphone ringan.
Di sisi lain, Nokia tetap memanfaatkan kekuatan nostalgia sebagai strategi utama. Nokia 5310 versi terbaru hadir membawa desain XpressMusic klasik dengan tombol kontrol musik fisik dan speaker stereo depan.
Ponsel ini ditujukan untuk pengguna yang masih mengandalkan file musik lokal melalui MicroSD serta radio FM tanpa koneksi internet penuh.
Nokia juga memperbarui seri legendaris Nokia 3210 dengan dukungan jaringan 4G dan sejumlah fitur cloud ringan seperti akses berita dan cuaca.
Meski tetap mempertahankan desain klasik era 1990-an, perangkat tersebut kini sudah kompatibel dengan jaringan modern yang semakin meninggalkan teknologi 2G dan 3G.
Untuk pengguna yang mengutamakan kemudahan penggunaan, Nokia 2660 Flip 4G masih menjadi salah satu model yang dipertahankan di pasar.
Ponsel flip ini memiliki tombol fisik besar, layar eksternal kecil untuk notifikasi, serta tombol darurat yang dapat menghubungi lima kontak sekaligus.
Nokia juga menambahkan dukungan pembayaran digital berbasis UPI pada beberapa pasar tertentu.
Sementara itu, TCL mencoba membawa pendekatan berbeda melalui TCL Flip 4 5G. Berbeda dari feature phone tradisional, perangkat ini sudah mendukung jaringan 5G, Google Maps, YouTube, email, hingga fungsi hotspot internet.
TCL menggunakan KaiOS 4.0 dan chipset Qualcomm Snapdragon 4s Gen 2 untuk mendukung pengalaman penggunaan yang lebih modern tanpa meninggalkan desain flip phone klasik.
Feature phone kini tidak lagi diposisikan hanya sebagai perangkat cadangan atau ponsel lansia. Di sejumlah pasar global, perangkat tersebut mulai menarik perhatian pengguna muda yang ingin mengurangi distraksi digital tanpa sepenuhnya kehilangan akses komunikasi dasar.
Faktor desain retro dan daya tahan baterai panjang juga menjadi daya tarik tersendiri di tengah dominasi smartphone layar besar.
Laporan Android Central menyebut tren dumbphone atau feature phone tetap bertahan pada 2026 karena sebagian pengguna menginginkan perangkat yang lebih sederhana, tahan lama, dan bebas notifikasi media sosial.
Selain faktor gaya hidup, perkembangan feature phone modern juga dipengaruhi perubahan infrastruktur jaringan global.
Banyak operator telekomunikasi mulai mematikan jaringan 2G dan 3G sehingga produsen feature phone kini mulai mengintegrasikan dukungan 4G bahkan 5G agar perangkat tetap relevan dalam jangka panjang.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pasar feature phone belum sepenuhnya hilang.
Baca Juga:IDC: HMD Global Rajai Pasar Feature Phone di Q3 2023
Di tengah persaingan smartphone berbasis AI dan layar lipat, sejumlah produsen justru melihat peluang baru pada perangkat sederhana yang menawarkan pengalaman penggunaan lebih fokus, ringan, dan minim distraksi digital.



















































