Verizon Gandeng Google Lewat Kontrak Fiber Senilai Lebih US$1 Miliar

3 hours ago 4

Selular.ID – Verizon mengumumkan telah menandatangani kesepakatan bernilai lebih dari US$1 miliar (setara Rp18 triliun) dengan Google untuk menyediakan layanan dark fiber bagi pusat data (data center) milik perusahaan teknologi tersebut.

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Verizon memperluas bisnis infrastruktur jaringan di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Dan Schulman, CEO Verizon, dalam konferensi pasca-publikasi laporan keuangan kuartal kedua 2026.

Menurutnya, kontrak dengan Google merupakan salah satu langkah awal perusahaan untuk memanfaatkan tingginya permintaan infrastruktur jaringan dari operator pusat data dan perusahaan hyperscale yang tengah memperluas kapasitas AI mereka.

Selain mengungkap kerja sama dengan Google, Schulman mengatakan Verizon juga tengah menyiapkan sejumlah kesepakatan serupa yang diperkirakan akan diumumkan sebelum akhir 2026.

Secara kumulatif, kontrak-kontrak tersebut diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan bernilai beberapa miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Kesepakatan ini berfokus pada penyediaan dark fiber, yaitu jaringan serat optik yang telah terpasang tetapi belum diaktifkan.

Berbeda dengan layanan internet konvensional, dark fiber memberikan pelanggan akses eksklusif terhadap jalur serat optik sehingga mereka dapat mengoperasikan kapasitas jaringan sesuai kebutuhan sendiri.

Model ini banyak digunakan oleh operator pusat data dan penyedia layanan cloud yang membutuhkan koneksi berkapasitas sangat besar dengan latensi rendah.

Bagi Google, infrastruktur tersebut berperan penting dalam menghubungkan berbagai pusat data yang menjadi tulang punggung layanan cloud, pencarian, serta aplikasi berbasis AI.

Seiring berkembangnya model AI generatif yang membutuhkan pemrosesan data dalam jumlah besar, kebutuhan akan jaringan berkecepatan tinggi antarpusat data juga meningkat secara signifikan.

Kerja sama tersebut juga menunjukkan perubahan strategi bisnis Verizon. Selama bertahun-tahun operator telekomunikasi identik dengan layanan seluler dan broadband bagi konsumen.

Kini, perusahaan mulai memanfaatkan aset jaringan serat optik yang dimiliki untuk melayani kebutuhan perusahaan teknologi skala besar, terutama di sektor AI dan komputasi awan.

Dalam paparan kepada investor, Verizon menilai pembangunan infrastruktur AI membuka peluang bisnis baru bagi operator telekomunikasi.

Perusahaan-perusahaan hyperscale membutuhkan koneksi dengan kapasitas tinggi untuk menghubungkan pusat data yang tersebar di berbagai lokasi, sementara operator telekomunikasi telah memiliki jaringan fiber yang luas dan siap dimanfaatkan.

Pengumuman kontrak tersebut bertepatan dengan peningkatan proyeksi kinerja keuangan Verizon untuk tahun fiskal 2026. Perusahaan menaikkan panduan laba per saham (adjusted earnings per share) menjadi kisaran US$4,99 hingga US$5,04, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar US$4,95 hingga US$4,99. Verizon juga meningkatkan proyeksi pertumbuhan arus kas bebas (free cash flow) menjadi 9–10 persen.

Pada kuartal kedua 2026, Verizon mencatat penambahan 184.000 pelanggan pascabayar layanan seluler, melampaui ekspektasi analis.

Capaian tersebut didukung oleh strategi penyederhanaan paket layanan seluler, program loyalitas baru, serta penawaran bundel antara layanan broadband dan jaringan nirkabel.

Kerja sama dengan Google juga memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara industri telekomunikasi dan ekosistem AI. Selama ini investasi infrastruktur AI lebih banyak dikaitkan dengan pembangunan pusat data, akselerator AI, serta prosesor khusus.

Namun, konektivitas antarpusat data kini menjadi komponen yang sama pentingnya karena model AI modern membutuhkan transfer data dalam volume besar secara terus-menerus.

Di sisi lain, Google terus memperluas kapasitas infrastrukturnya untuk mendukung layanan berbasis AI, termasuk pengembangan model Gemini, Google Cloud, serta berbagai layanan digital yang membutuhkan jaringan berkecepatan tinggi.

Infrastruktur dark fiber memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas jaringan tanpa bergantung pada layanan konektivitas bersama yang digunakan banyak pelanggan.

Bagi Verizon, kontrak ini memperluas sumber pendapatan di luar bisnis telekomunikasi tradisional yang pertumbuhannya relatif stabil.

Perusahaan kini tidak hanya berfokus pada pelanggan individu dan korporasi, tetapi juga menggarap pasar penyedia infrastruktur AI yang diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Hingga saat ini, baik Verizon maupun Google belum mengungkap rincian teknis mengenai lokasi jaringan, panjang jalur fiber, maupun jadwal implementasi proyek tersebut.

Namun, pernyataan resmi Verizon menegaskan bahwa kerja sama bernilai lebih dari US$1 miliar ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memanfaatkan aset jaringan fiber sebagai fondasi layanan bagi industri AI dan pusat data generasi berikutnya.

Baca Juga: Biaya Verifikasi Biometrik Kartu SIM Baru Kemahalan, ATSI Beri Usul

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |