Merger dengan Realme, Oppo Bisa Jadi Raja HP Lagi di Indonesia

20 hours ago 9

Selular.id – Beredar rencana vendor smartphone Oppo yang akan merger kembali Realme bisa membuat Oppo kembali berjaya di pasar smartphone Indonesia maupun global.

Kembalinya Realme di bawah naungan Oppo ini sudah beredar luas sejak awal tahun 2026 ini.

Langkah bergabungnya Realme dengan Oppo diambil untuk menyatukan sumber daya dan memangkas biaya bagi dua perusahaan yang berada di bawah naungan satu induk.

Sebagai informasi, Oppo dan Realme pernah bersatu dan sama-sama di bawah naungan raksasa hardware konsumen, BKK Electronics.

Namun sejak tahun 2018 lalu, Realme akhirnya memutuskan berpisah dengan Oppo dan menjadi vendor smartphone serta gadget sendiri.

Meski Realme berpisah, Oppo tetap menjadi jawara smartphone di Indonesia maupun secara global sejak 2019 hingga 2023.

Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir ini peringkat Oppo terus tergerus, baik di pasar smartphone Indonesia maupun secara global.

Pengamat gadget, Aryo Meidianto mengatakan dengan bergabungnya Realme kembali ke Oppo, bisa memperbaiki market share mereka di pasar smartphone.

“Kalau Oppo sendirian ini agak sulit untuk jadi raja HP di Indonesia, tetapi jika Realme kembali bergabung bisa jadi ada kemungkinan jadi top nomor satu,” katanya kepada Selular, Rabu (25/2/2026).

Baca juga:

Aryo menjelaskan saat ini Oppo sangat fokus untuk menggarap ponsel kelas menengah ke atas alias flagship.

Hal tersebut yang membuat mereka justru keteteran di pasar entry level yang dahulu Oppo kuasai.

“Kalau di Indonesia ini tentu masalah harga, dan ini yang dialami Oppo dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya.

“Hal tesebut bisa teratasi jika Realme bergabung karena akan menjaga untuk ponsel entry level. Jika penjualan Oppo dan Realme digabungkan tentu peringkat market share mereka akan naik,” tandasnya.

Keuntungan Masih Ok

Sementara itu, oengamat gadget, Herry SW membeberkan sejumlah penyebab kenapa posisi Oppo terus tergerus di pasar smartphone Indonesia.

Herry membenarkan Oppo memang posisinya terus turun peringkat di sejumlah lembaga riset.

“Kalau melihat peringkat dari lembaga riset, Oppo memang kalah dalam hal market share,” ungkapnya.

Meski turun dalam market share, Herry menyebut laba yang Oppo raup masih tidak kalah.

“Namun, kalau bicara hitung-hitungan keuntungan, bisa jadi OPPO masih oke,” ungkapnya.

Menurutnya, laba Oppo ini masih bisa mereka raup karena vendor smartphone asal China ini fokus ke segmen atas atau flagship.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, Oppo memang fokus mengeluarkan produk smartphone lipat atau foldable maupun smartphone gulung atau slidable/rollable.

Tidak hanya foldable, smartphone flagship Oppo juga menampilkan sejumlah keunggulannya seperti kamera hingga studio editor foto yang menggunakan AI.

Oppo dalam beberapa tahun terakhir ini juga menggandeng vendor kamera ternama dari Swedia, Hasselblad, untuk menanamkan lensa terbaiknya dalam produk smartphone mereka.

“Jadi, meski volume terlihat rendah, tetapi menurut saya, value masih bagus,” ungkap Herry.

Akan tetapi, Herry menyebut keberhasilan Oppo di tahun 2019 hingga 2022 dengan menjadi raja handphone masih bisa terulang jika mereka kembali rajin mengeluarkan produk entry level.

Kalau ingin market share terlihat tinggi, OPPO perlu rajin mengeluarkan ponsel entry level,” ungkapnya.

“Namun, kalau dari hitung-hitungan bisnis kurang menggiurkan, mestinya OPPO tak perlu bersusah payah melakukan hal itu,” sambungnya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |