Literasi Finansial Dinilai Krusial di Tengah Lonjakan Pinjol

11 hours ago 11

Selular.ID – PT Indosaku Digital Teknologi menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan digital di Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong terciptanya ekosistem fintech lending yang sehat, inklusif, dan bertanggung jawab.

Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi bersama regulator, asosiasi industri, dan institusi pendidikan di tengah pertumbuhan layanan pinjaman digital yang terus meningkat.

Sebagai platform pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indosaku menilai pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital menjadi faktor penting untuk mencegah risiko penggunaan pinjaman online secara tidak bijak.

Edukasi finansial dinilai semakin relevan, terutama bagi generasi muda yang kini menjadi kelompok pengguna aktif layanan digital.

Yulvina Napitupulu, Direktur Utama PT Indosaku Digital Teknologi,  mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa pinjaman digital merupakan instrumen finansial yang harus digunakan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, pemahaman mengenai kebutuhan, kemampuan pembayaran, dan risiko menjadi aspek penting sebelum menggunakan layanan keuangan digital.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Pinjaman seharusnya dipahami sebagai salah satu instrumen finansial yang perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat perlu memahami kebutuhan, kemampuan pembayaran, serta risiko sebelum menggunakan layanan keuangan digital,” ujar Yulvina.

Komitmen tersebut diwujudkan Indosaku melalui partisipasi dalam program edukasi “Pindar Mengajar” yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.

Dalam kegiatan itu, perusahaan mengangkat tema “Transformasi Cerdas Menjadi Bijak” yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecakapan finansial dan kemampuan menggunakan layanan digital secara aman.

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi program karena memiliki karakteristik sebagai kota pendidikan dengan populasi mahasiswa yang besar dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Lingkungan akademik dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat literasi keuangan digital, terutama bagi kelompok usia produktif yang sedang membentuk kebiasaan finansial dan pola pengambilan keputusan ekonomi.

Langkah edukasi yang dilakukan perusahaan juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan layanan pinjaman online legal dan ilegal.

Dalam beberapa tahun terakhir, OJK bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) terus mengingatkan masyarakat terkait risiko penggunaan layanan pinjaman daring ilegal yang tidak memiliki pengawasan regulator.

Fenomena meningkatnya penggunaan layanan fintech lending turut dipicu oleh penetrasi internet dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Di sisi lain, kemudahan akses pinjaman digital juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari risiko penyalahgunaan data pribadi hingga potensi gagal bayar akibat kurangnya pemahaman finansial pengguna.

Melalui program edukasi yang dijalankan, Indosaku menilai literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai pengguna layanan finansial digital.

Pendekatan ini dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan industri fintech yang berkelanjutan.

Selain aktif dalam program literasi, Indosaku juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola dan perlindungan konsumen sebagai bagian dari operasional perusahaan.

Sebagai penyelenggara fintech lending yang diawasi OJK, perusahaan menyebut penguatan keamanan layanan dan kualitas teknologi menjadi bagian dari strategi menjaga kepercayaan pengguna.

Kolaborasi antara industri fintech, regulator, dan institusi pendidikan kini menjadi salah satu pendekatan yang terus diperluas untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan nasional.

OJK sebelumnya juga beberapa kali menekankan bahwa edukasi masyarakat menjadi elemen penting untuk menciptakan industri jasa keuangan digital yang lebih sehat dan inklusif.

Indosaku menyatakan akan terus mendukung berbagai program edukasi keuangan digital di Indonesia. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan layanan fintech secara lebih aman dan sesuai kebutuhan.

Baca Juga:PIntu Gandeng OJK dan Unpad Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa

Sekaligus mendukung pertumbuhan industri fintech lending yang terpercaya dan berkelanjutan di Tanah Air.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |