LG dan NVIDIA Perkuat AI untuk Robot dan Mobil Otonom

11 hours ago 8

Selular.ID – LG Group dan NVIDIA memperluas kemitraan strategis untuk mengembangkan teknologi berbasis physical AI yang mencakup robot, kendaraan otonom, serta infrastruktur kecerdasan buatan.

Kolaborasi yang diperkuat pada Juni 2026 tersebut menggabungkan kemampuan manufaktur dan perangkat keras LG dengan platform AI NVIDIA, termasuk Isaac GR00T untuk robot dan NVIDIA DRIVE Hyperion untuk sistem mobilitas.

Kerja sama ini menjadi bagian dari pembangunan AI Factory LG Group bersama NVIDIA.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan model AI, pembuatan data untuk physical AI, simulasi dan pelatihan robot, penerapan AI di perangkat edge, hingga digital twin untuk lingkungan manufaktur.

NVIDIA menyebut AI Factory tersebut akan menjadi fondasi bagi bisnis LG di bidang robotika, kendaraan otonom, pusat data, dan layanan GPU cloud.

Perluasan kerja sama dibahas dalam pertemuan jajaran pimpinan LG Group dan NVIDIA di Seoul pada 8 Juni 2026.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pertemuan tersebut, Chairman LG Group Koo Kwang-mo dan Founder sekaligus CEO NVIDIA Jensen Huang membahas pengembangan kemitraan di tiga area utama, yakni physical AI, infrastruktur AI, dan mobilitas.

LG menyebut kombinasi teknologi AI NVIDIA dengan kemampuan manufaktur dan infrastruktur LG menjadi dasar untuk memperluas penerapan AI dari perangkat lunak ke lingkungan fisik.

Robot LG Masuk Ekosistem NVIDIA Isaac

Pada sektor robotika, LG dan NVIDIA akan mengembangkan reference robot dengan memanfaatkan ekosistem NVIDIA Isaac GR00T.

GR00T merupakan keluarga model dan platform AI NVIDIA yang ditujukan untuk robot humanoid agar dapat memahami lingkungan, memproses informasi, dan menghasilkan tindakan fisik.

LG sebelumnya telah memperkenalkan CLOiD, robot rumah tangga berbasis AI yang dirancang untuk menjalankan berbagai aktivitas di lingkungan rumah.

Pada CES 2026, LG mendemonstrasikan CLOiD dalam skenario rumah yang mencakup mobilitas mandiri dan penggunaan dua lengan robot untuk menjalankan tugas.

Sistem tersebut dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan LG yang menggabungkan kemampuan AI dengan perangkat dan lingkungan fisik.

NVIDIA sendiri memasukkan LG Electronics sebagai salah satu perusahaan yang menggunakan teknologi robotika NVIDIA.

Dalam laporan kinerja NVIDIA, perusahaan menyebut LG Electronics bersama sejumlah perusahaan robotika global sebagai pengguna model dan infrastruktur NVIDIA Isaac GR00T untuk pengembangan robot berbasis AI.

Pengembangan robot tidak hanya diarahkan pada produk konsumen. LG juga ingin memanfaatkan teknologi tersebut untuk lingkungan manufaktur.

Dalam kerja sama dengan NVIDIA, data manufaktur LG akan dipadukan dengan kemampuan komputasi AI NVIDIA untuk membangun ekosistem manufaktur otonom.

Model ini memungkinkan pengembangan robot dilakukan melalui rangkaian proses yang mencakup pengumpulan data, simulasi, pelatihan, validasi, hingga penerapan di lingkungan fisik.

NVIDIA menyediakan platform seperti Isaac Sim dan Isaac Lab untuk membantu pengembang menguji perilaku robot dalam lingkungan simulasi sebelum diterapkan pada perangkat nyata.

LG sendiri telah memperkuat organisasi robotikanya. Mulai 1 Juli 2026, LG Electronics membentuk Robotics Business Center yang bertanggung jawab atas pengembangan bisnis, penjualan, dan operasional robot secara terintegrasi.

Unit tersebut juga memiliki organisasi data factory yang ditujukan untuk mendukung pengumpulan dan pemanfaatan data dalam pelatihan robot.

NVIDIA DRIVE untuk Mobilitas Otonom

Kerja sama LG dan NVIDIA juga mencakup industri otomotif. LG akan menggabungkan kemampuan perangkat keras kendaraan dan sistem elektroniknya dengan platform NVIDIA DRIVE Hyperion untuk mengembangkan teknologi mobilitas generasi berikutnya, termasuk sistem bantuan pengemudi dan teknologi kendaraan otonom. (LG)

NVIDIA DRIVE Hyperion merupakan platform komputasi dan perangkat lunak untuk kendaraan yang mendukung pengembangan sistem bantuan pengemudi hingga kemampuan otonom.

Platform tersebut mencakup komputasi di dalam kendaraan, perangkat lunak AI, serta komponen yang diperlukan untuk pengembangan dan validasi sistem berkendara.

LG memiliki portofolio teknologi otomotif yang mencakup sistem infotainment, komponen kendaraan, serta solusi untuk kabin kendaraan.

Pada CES 2026, perusahaan memperlihatkan konsep AI-powered in-vehicle solutions yang menggabungkan sistem tampilan, sensor, dan AI untuk menciptakan pengalaman kabin yang lebih kontekstual.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan LG adalah Automotive Vision Solution. Sistem ini menggunakan sensor untuk memahami kondisi penumpang, termasuk gerakan, arah pandangan, perhatian, gestur, dan sejumlah karakteristik visual.

Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sistem untuk memberikan interaksi dan konten yang disesuaikan dengan kondisi pengguna.

Pada skenario berkendara otonom, LG juga memperlihatkan Mobility Display Solution yang memanfaatkan layar transparan pada kaca depan kendaraan untuk menampilkan informasi berkendara.

Teknologi tersebut dirancang untuk menjadi bagian dari konsep kendaraan yang semakin mengandalkan perangkat lunak dan AI.

AI Factory Jadi Penghubung

Kemitraan LG dan NVIDIA tidak berhenti pada pengembangan robot dan kendaraan. Kedua perusahaan juga membangun AI Factory sebagai infrastruktur yang menghubungkan pengembangan AI dengan perangkat fisik.

NVIDIA menjelaskan bahwa AI Factory LG akan menyediakan komputasi akselerasi untuk melatih, melakukan simulasi, memvalidasi, dan menjalankan aplikasi AI.

Alur tersebut mencakup pengembangan model, pembuatan data physical AI, simulasi robot, penerapan AI pada perangkat edge, serta digital twin skala pabrik.

Digital twin merupakan representasi virtual dari objek atau lingkungan fisik yang dapat digunakan untuk simulasi dan pengujian.

Dalam konteks manufaktur, teknologi ini memungkinkan perusahaan menguji proses produksi atau perilaku robot dalam lingkungan digital sebelum perubahan diterapkan di fasilitas sebenarnya.

LG juga menyiapkan komponen untuk mendukung infrastruktur AI. Pada Juli 2026, LG Electronics memperoleh validasi NVIDIA untuk Coolant Distribution Unit (CDU) berkapasitas 600 kW yang digunakan dalam infrastruktur pendinginan pusat data AI.

Validasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan portofolio pendinginan LG untuk pusat data AI, termasuk CDU, cold plate, dan sistem chiller.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kemitraan LG dan NVIDIA mencakup rantai teknologi yang lebih luas. Di sisi aplikasi, keduanya mengembangkan robot dan sistem mobilitas.

Di sisi infrastruktur, LG menyediakan kemampuan manufaktur dan teknologi pendinginan, sementara NVIDIA memasok platform komputasi serta perangkat lunak AI.

Bagi LG, perluasan kerja sama tersebut juga sejalan dengan strategi perusahaan untuk menjadikan robotika sebagai salah satu bisnis pertumbuhan masa depan.

Pembentukan Robotics Business Center dan pengembangan data factory menjadi struktur organisasi yang mendukung komersialisasi robot dari pengembangan hingga operasional.

Sementara bagi NVIDIA, kolaborasi dengan LG memperluas penggunaan platform AI dari pusat data menuju perangkat yang berinteraksi langsung dengan dunia fisik.

Robot, pabrik, dan kendaraan menjadi bagian dari ekosistem physical AI yang membutuhkan kombinasi model AI, simulasi, komputasi edge, sensor, serta perangkat keras.

Kerja sama LG dan NVIDIA selanjutnya akan berfokus pada pengembangan teknologi di tiga area tersebut, sementara AI Factory menjadi infrastruktur yang menghubungkan proses pengembangan, pelatihan, simulasi, dan penerapan.

LG dan NVIDIA telah menyatakan bahwa cakupan kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung bisnis robotika, mobilitas, dan AI infrastructure dalam jangka panjang.

Baca Juga: Perusahaan Otomotif Pakai Merek Nvidia untuk Kendaraan Otonom

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |