Indosat Catat Rekor Pendapatan Berkat Strategi AI Personalisasi

1 day ago 13

Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison membuka tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama, mencatatkan pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator utama.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun, meningkat 12 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sekaligus menjadi pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Pertumbuhan ini didorong oleh strategi hyper-personalization berbasis kecerdasan artifisial (AI), monetisasi pelanggan yang semakin optimal, serta ekspansi berkelanjutan pada infrastruktur digital dan jaringan.

Pencapaian tersebut mempertegas posisi Indosat sebagai salah satu operator telekomunikasi yang agresif mengintegrasikan AI dalam model bisnis inti, mulai dari pengalaman pelanggan hingga pengembangan layanan digital berbasis data.

Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, strategi personalisasi layanan berbasis analitik data menjadi pembeda utama dalam mempertahankan pertumbuhan.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan hasil positif pada awal tahun mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi strategi transformasi digital yang berfokus pada pelanggan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kinerja awal tahun yang solid ini menggambarkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi dan memberikan nilai yang nyata bagi pelanggan. Dengan AI Hyper-personalization, Indosat dapat lebih relevan dalam setiap interaksi, tercermin dari keeratan yang semakin kuat, pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Vikram Sinha dalam keterangannya, Rabu (30/4/2026).

Selain pertumbuhan pendapatan, Indosat juga mencatat EBITDA sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh 13 persen secara tahunan.

Sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,5 triliun, naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis seluler yang tetap kuat. Average Revenue Per User (ARPU) gabungan meningkat 15 persen secara tahunan menjadi Rp45.000.

Kenaikan ARPU ini menunjukkan efektivitas strategi monetisasi pelanggan, di mana perusahaan berhasil mendorong konsumsi layanan digital dengan nilai tambah lebih tinggi.

Di sisi lain, trafik data melonjak 25,1 persen secara tahunan. Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku pelanggan yang semakin bergantung pada layanan digital untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari komunikasi, hiburan, hingga produktivitas.

Indosat menilai pencapaian tersebut erat kaitannya dengan implementasi hyper-personalization berbasis AI.

Strategi ini memungkinkan perusahaan memahami preferensi pelanggan secara lebih akurat melalui pemanfaatan data analytics, sehingga penawaran layanan dapat disesuaikan secara real-time sesuai kebutuhan individu.

Pendekatan ini diterapkan melalui penyediaan paket data yang lebih fleksibel, pengayaan ekosistem konten digital, serta optimalisasi kanal layanan yang lebih intuitif.

Dengan model berbasis data tersebut, Indosat tidak hanya meningkatkan engagement pelanggan, tetapi juga memperpanjang customer lifetime value.

Untuk menopang pertumbuhan trafik dan kualitas layanan, Indosat terus memperluas jaringan 5G di berbagai wilayah strategis.

Penguatan jaringan ini bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan kecepatan konektivitas, tetapi juga menjadi fondasi bagi implementasi layanan berbasis AI yang membutuhkan latensi rendah dan kapasitas data besar.

Perseroan juga memperluas portofolio bisnis melalui layanan internet rumah HiFi Air.

Layanan ini menjadi respons atas meningkatnya permintaan konektivitas rumah yang fleksibel di luar layanan fixed broadband konvensional.

Pada saat yang sama, Indosat mengintegrasikan fitur keamanan berbasis AI seperti anti-spam dan anti-scam.

Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan perlindungan pelanggan dari ancaman digital yang terus berkembang, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna terhadap ekosistem layanan perusahaan.

Di luar bisnis konektivitas, kuartal pertama 2026 juga menjadi periode penting bagi ekspansi ekosistem AI Indosat. Perseroan resmi meluncurkan aplikasi Sahabat-AI, large language model (LLM) yang dikembangkan secara lokal dan dirancang untuk memahami konteks bahasa Indonesia secara lebih akurat.

Kehadiran Sahabat-AI di App Store dan Play Store menandai langkah strategis Indosat dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi AI generatif.

Platform ini dibangun dengan pendekatan multi-model dan multi-modal, memungkinkan pemrosesan berbagai jenis input sekaligus memperkecil hambatan adopsi AI bagi individu maupun organisasi.

Indosat juga memperkuat fondasi komputasi AI melalui pengembangan NeoCloud, platform yang menyediakan akses terhadap komputasi berkinerja tinggi untuk mendukung beban kerja AI skala besar.

Langkah tersebut diperkuat melalui pembentukan FiberCo, kemitraan strategis yang difokuskan pada perluasan infrastruktur fiber optik nasional.

Infrastruktur ini menjadi tulang punggung bagi pengembangan layanan digital generasi berikutnya, termasuk aplikasi AI yang membutuhkan kapasitas transfer data tinggi dan stabilitas jaringan.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan transformasi Indosat dari operator telekomunikasi tradisional menuju perusahaan teknologi berbasis AI dan digital ecosystem enabler.

Ke depan, Indosat menegaskan fokusnya pada peningkatan keterlibatan pelanggan, perluasan kapabilitas jaringan, serta penguatan inovasi berbasis data dan AI.

Dengan fondasi bisnis yang terus diperkuat, perusahaan membidik pertumbuhan jangka panjang melalui kombinasi konektivitas, kecerdasan artifisial, dan pembangunan ekosistem digital nasional yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: Sempat Terpuruk, Tangan Dingin Vikram Sinha Bawa Kembali Kejayaan Indosat

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |