(RSUD Nabire)
Nabire, 12 Juli 2026 – Meninggalnya seorang ibu hamil bersama bayi yang dikandungnya di RSUD Nabire menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Nabire. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/7/2026) itu memunculkan berbagai pertanyaan terkait penanganan medis yang diterima pasien, sehingga pihak keluarga meminta rumah sakit memberikan klarifikasi secara terbuka.
Korban diketahui bernama Oktopina Obaipa. Berdasarkan informasi yang diperoleh Nabire.Net, almarhumah meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah menjalani tindakan operasi di RSUD Nabire.
Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu beragam tanggapan, khususnya di media sosial. Banyak warga berharap pihak rumah sakit dapat memberikan penjelasan resmi agar tidak muncul spekulasi maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Pihak keluarga almarhumah menilai RSUD Nabire perlu menyampaikan kronologi secara lengkap terkait penanganan medis yang dilakukan terhadap Oktopina Obaipa sejak pertama kali mendapatkan pelayanan hingga menjalani operasi.
Selain meminta klarifikasi, keluarga juga berharap rumah sakit melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pelayanan medis yang diberikan kepada pasien. Menurut keluarga, evaluasi tersebut penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Menindaklanjuti berkembangnya perhatian publik terhadap kasus tersebut, Nabire.Net meminta keterangan kepada Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, S.Kep., Ns., M.Kep., pada Minggu sore (12/7/2026).
Dalam keterangannya, Sukatemin mengatakan pihak rumah sakit akan segera meminta penjelasan dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) yang menangani almarhumah.
“Besok dokter Obgyn akan kami panggil,” ujar Sukatemin kepada Nabire.Net, Minggu (12/7/2026).
Pernyataan tersebut menjadi respons awal dari manajemen RSUD Nabire atas perhatian masyarakat terhadap peristiwa yang menimpa Oktopina Obaipa. Hingga berita ini diterbitkan, pihak rumah sakit belum menyampaikan kronologi medis maupun hasil evaluasi terkait penanganan pasien tersebut.
Informasi mengenai penyebab kematian masih menunggu penjelasan resmi dari pihak dokter yang menangani pasien maupun hasil evaluasi internal rumah sakit.
Masyarakat Nabire sendiri selama ini menaruh perhatian terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Nabire sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut. Berbagai persoalan pelayanan kesehatan sebelumnya juga pernah menjadi sorotan publik, mulai dari keterbatasan tenaga medis, ketersediaan fasilitas pelayanan, hingga kebutuhan peningkatan mutu layanan kepada pasien.
Karena itu, kasus meninggalnya Oktopina Obaipa bersama bayi yang dikandungnya menjadi perhatian luas. Warga berharap proses klarifikasi dilakukan secara objektif, profesional, dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, keluarga korban juga berharap adanya komunikasi yang baik antara rumah sakit dan keluarga pasien. Penjelasan mengenai kondisi medis, tindakan yang dilakukan, hingga alasan pengambilan keputusan medis dinilai penting untuk memberikan kepastian sekaligus menghindari munculnya berbagai asumsi di tengah masyarakat.
Sejumlah pemerhati pelayanan publik menilai bahwa setiap fasilitas kesehatan memiliki kewajiban memberikan informasi kepada keluarga pasien sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa mengabaikan aspek kerahasiaan medis. Transparansi dalam penyampaian informasi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan.
[Nabire.Net]

14 hours ago
6















































