Ibadah Minggu GKII Bukit Sion Portanigra Nabire: Pdt. Otto Tebai Ajak Jemaat Setia Hingga Akhir Perlombaan Iman

12 hours ago 6

Nabire, 12 Juli 2026 – Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Bukit Sion Portanigra, Nabire, menggelar ibadah Minggu yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Minggu (12/7/2026). Sekitar 600 jemaat menghadiri ibadah yang dipandu oleh Badan Pengurus Jemaat, Stef Iyai, bersama para hamba Tuhan dan pengurus jemaat.

Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan persembahan syukur serta penyampaian berbagai pengumuman mengenai agenda pelayanan gereja selama sepekan ke depan. Suasana ibadah berlangsung penuh kekhidmatan, sementara jemaat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Puncak ibadah diisi dengan penyampaian firman Tuhan oleh Gembala Sidang GKII Jemaat Bukit Sion Portanigra, Pdt. Otto Tebai. Dalam khotbahnya, ia mengangkat tema “Akhir Perlombaan Pasti Dapat Hadiah Bagi yang Menang” yang diambil dari Filipi 3:13-14.

Pdt. Otto Tebai menjelaskan bahwa kehidupan orang percaya diibaratkan seperti seorang atlet yang mengikuti sebuah perlombaan. Menurutnya, seorang atlet tidak dapat bertanding tanpa melalui proses latihan, persiapan, dan disiplin yang panjang. Demikian pula setiap orang percaya harus mempersiapkan kehidupan rohaninya agar mampu bertahan dan tetap setia sampai garis akhir perjalanan iman.

Ia menegaskan bahwa kemenangan dalam perlombaan iman tidak diukur dari jabatan, kedudukan, maupun penilaian manusia. Sebaliknya, Tuhan memberikan penghargaan kepada mereka yang tetap hidup dalam kekudusan, setia menjalankan kehendak-Nya, serta mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Tuhan telah menyediakan mahkota bagi setiap orang yang menang dalam perlombaan iman. Karena itu, marilah kita tetap setia sampai garis akhir,” pesan Pdt. Otto Tebai di hadapan jemaat.

Dalam khotbahnya, Pdt. Otto Tebai juga menguraikan sejumlah mahkota yang dijanjikan Tuhan bagi orang-orang percaya sesuai dengan firman-Nya.

Ia menjelaskan mengenai Mahkota Kehidupan sebagaimana tertulis dalam Wahyu 2:10. Mahkota tersebut dijanjikan bagi mereka yang tetap setia kepada Tuhan sekalipun menghadapi pencobaan, penderitaan, maupun berbagai tantangan dalam kehidupan.

Selanjutnya, ia mengutip 1 Petrus 5:3-4 mengenai Mahkota Kemuliaan, yaitu penghargaan yang dipersiapkan bagi para hamba Tuhan yang melayani dengan hati yang tulus, rela berkorban, serta menjadi teladan bagi jemaat dalam menjalankan pelayanan.

Selain itu, Pdt. Otto Tebai juga mengingatkan jemaat tentang Mahkota yang Tidak Layu sebagaimana tertulis dalam 1 Korintus 9:24. Menurutnya, mahkota tersebut diberikan kepada orang-orang yang mampu mengendalikan diri, hidup disiplin, serta menjauhkan diri dari dosa dengan tetap berpegang teguh pada firman Allah.

Ia juga menyinggung Mahkota Kemegahan atau Kehormatan, yang dikaitkan dengan Yakobus 5:20. Mahkota ini diperuntukkan bagi mereka yang setia memberitakan Injil serta membawa jiwa-jiwa kembali kepada Tuhan melalui kesaksian hidup maupun pelayanan.

Dalam bagian akhir khotbahnya, Pdt. Otto Tebai mengajak seluruh jemaat untuk melakukan introspeksi terhadap kehidupan iman masing-masing. Ia mengingatkan bahwa setiap orang mengetahui bagaimana kondisi rohaninya di hadapan Tuhan melalui kehidupan yang dijalani setiap hari.

Sebagai peneguhan, ia mengarahkan perhatian jemaat kepada janji kehidupan kekal sebagaimana tertulis dalam Wahyu 21:1 tentang langit dan bumi yang baru. Menurutnya, pengharapan akan kehidupan kekal seharusnya menjadi motivasi bagi setiap orang percaya untuk terus hidup dalam kesetiaan dan kekudusan.

“Kita semua mengetahui posisi kita di hadapan Tuhan melalui kehidupan yang kita jalani setiap hari. Jangan sampai kita sudah lama berada di dalam gereja, tetapi pada akhirnya tidak memperoleh apa yang telah Tuhan sediakan bagi orang-orang yang setia,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jemaat agar tidak hanya aktif mengikuti kegiatan gereja, tetapi juga membangun hubungan yang sungguh-sungguh dengan Tuhan melalui kehidupan yang taat kepada firman-Nya.

Ibadah Minggu di GKII Jemaat Bukit Sion Portanigra berlangsung hingga selesai dalam suasana penuh hikmat dan sukacita. Kehadiran sekitar 600 jemaat menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan rohani di tengah tantangan zaman.

Melalui firman yang disampaikan, jemaat diajak untuk terus menjaga iman, hidup dalam kekudusan, melayani dengan setia, serta tidak menyerah dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup. Pesan tentang pentingnya menyelesaikan “perlombaan iman” hingga akhir diharapkan menjadi penguatan rohani bagi seluruh jemaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai pengikut Kristus.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |