Hari Kedua Pelatihan UKM Koperasi Dogiyai, Pemkab Tekankan Pendampingan Berkelanjutan

22 hours ago 10

Dogiyai, 5 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Tenaga Kerja melanjutkan Pelatihan Pembinaan dan Pengembangan Koperasi Tahun 2026 yang memasuki hari kedua, Selasa (5/5/2026), di Aula Gereja KINGMI Digikotu, Klasis Kamuu.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan hari pertama yang digelar pada 4 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal dan koperasi di Kabupaten Dogiyai.

Hari kedua pelatihan dibuka oleh Asisten II Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Natalis Agapa, yang mewakili Bupati Dogiyai. Turut hadir jajaran Dinas Koperasi dan UKM, panitia, narasumber, serta ratusan peserta dari wilayah Lembah Kamuu dan Mapia.

Peserta berasal dari berbagai sektor ekonomi rakyat, mulai dari petani, peternak, pengrajin noken, pelaku usaha kios, pengolah pangan lokal, hingga pengurus koperasi.

Dalam sambutannya, Natalis Agapa menegaskan bahwa Dogiyai memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, seperti pertanian, peternakan, perdagangan, dan kerajinan tradisional. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara profesional agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, tantangan utama pelaku usaha saat ini terletak pada lemahnya manajemen usaha, minimnya pencatatan keuangan, serta belum adanya strategi pengembangan jangka panjang.

Melalui pelatihan ini, pemerintah ingin membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis, mulai dari pengelolaan modal, pengaturan arus kas, peningkatan produksi, hingga menjaga keberlanjutan usaha.

Pemkab Dogiyai juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha yang serius dan konsisten menjalankan usahanya. Dukungan tersebut akan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha yang berkembang secara mandiri.

Selain itu, pemerintah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis agar tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga melakukan pendampingan berkelanjutan hingga usaha masyarakat benar-benar tumbuh dan mandiri.

Dalam sesi materi, narasumber Titus Pekei menyampaikan pentingnya pengembangan ekonomi berbasis komunitas dan pemanfaatan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta juga menyampaikan aspirasi terkait pentingnya pendataan pelaku usaha yang lebih akurat agar program pemerintah tepat sasaran.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |