Freeport Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

17 hours ago 9

Kupang, PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap kebutuhan warga selama masa tanggap darurat dan proses awal pemulihan pascabencana.

Sebagian bantuan dikirim langsung ke NTT menggunakan pesawat dengan berat sekitar 1,5 ton. Bantuan itu kemudian diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur NTT, Kota Raja, Kupang, Selasa (1/9/2026).

(Pengiriman bantuan kemanusiaan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk masyarakat terdampak gempa NTT menggunakan pesawat dengan total berat sekitar 1,5 ton tiba di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, (1/9))(Pengiriman bantuan kemanusiaan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk masyarakat terdampak gempa NTT menggunakan pesawat dengan total berat sekitar 1,5 ton tiba di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, (1/9))

Dari Kupang, bantuan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa, di antaranya Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, serta Kabupaten Manggarai Timur.

Tony mengatakan keterlibatan PTFI dalam penanganan bencana di NTT didorong oleh kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.

“Kami datang dengan niat yang tulus untuk membawa bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah.”

(Presiden Direktur PTFI Tony Wenas saat mengunjungi salah satu rumah warga terdampak di Kec. Mbeliling, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, (1/9))(Presiden Direktur PTFI Tony Wenas saat mengunjungi salah satu rumah warga terdampak di Kec. Mbeliling, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, (1/9))

Menurut Tony, kedekatan hubungan antarmasyarakat menjadi salah satu alasan perusahaan berupaya memberikan dukungan lebih besar. Ia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban para penyintas sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk ikut membantu proses pemulihan.

Ratusan Paket Kebutuhan Darurat Disiapkan

Bantuan yang disalurkan PTFI melalui Human Initiative mencakup sekitar 700 paket kebutuhan dasar. Paket tersebut terdiri atas perlengkapan tidur atau Bedding Kit, perlengkapan kebersihan pribadi atau Personal Hygiene Kit, serta perlengkapan untuk kebutuhan tempat tinggal sementara atau Shelter Kit.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, PTFI juga mendukung pembangunan lima hunian sementara (huntara) dan empat sekolah darurat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas selama kondisi pascabencana belum sepenuhnya pulih.

(Distribusi Bantuan Kemanusiaan PTFI untuk masyarakat terdampak di NTT akan menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur)(Distribusi Bantuan Kemanusiaan PTFI untuk masyarakat terdampak di NTT akan menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur)

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyambut baik dukungan yang diberikan perusahaan. Menurut dia, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama karena pemerintah tidak dapat bekerja sendirian.

“Bantuan ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong.”

Melki menilai dukungan dari dunia usaha, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat diperlukan agar proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat.

Tim Medis Freeport Layani Hampir 500 Pasien

Respons PTFI terhadap gempa NTT sebenarnya telah dimulai sejak fase awal penanganan bencana. Perusahaan mengirimkan tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) bersama dokter dan paramedis dari Timika untuk bergabung dalam upaya tanggap darurat.

Enam personel yang terdiri dari tim penyelamatan dan tenaga medis tiba di NTT pada 22 Agustus 2026. Mereka menjalankan tugas hingga 31 Agustus dengan berkoordinasi bersama Kementerian ESDM melalui posko tanggap darurat.

Selama bertugas di sejumlah lokasi terdampak di Flores, termasuk Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong dan Waso, tim medis PTFI memberikan pelayanan kepada hampir 500 pasien.

Selain bantuan melalui Human Initiative, PTFI juga menyalurkan dukungan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan tersebut berupa masing-masing 300 paket Hygiene Kit, sembako, Shelter Kit, dan Bedding Kit.

PTFI juga membantu mengirimkan bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan berat total sekitar satu ton.

Karyawan PTFI Ikut Galang Donasi

Dukungan terhadap masyarakat NTT tidak hanya datang dari perusahaan. Karyawan PTFI di berbagai lokasi, seperti Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta, turut berpartisipasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT.

Donasi karyawan tersebut kemudian mendapatkan dukungan perusahaan dengan mekanisme penggandaan nilai donasi hingga dua kali lipat. Langkah ini menjadi bentuk keterlibatan bersama keluarga besar PTFI dalam membantu masyarakat terdampak.

Tony menyebut gerakan tersebut menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat melampaui batas wilayah.

Bagian dari Respons Kebencanaan PTFI

Bantuan untuk NTT merupakan bagian dari program respons kemanusiaan PTFI di berbagai daerah Indonesia. Pada Januari 2026, perusahaan juga menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir dan longsor di Sumatera melalui Human Initiative dan PMI.

PTFI sebelumnya turut mengerahkan tim tanggap darurat untuk mendukung operasi penyelamatan setelah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo pada 2025.

Untuk NTT, distribusi bantuan selanjutnya akan diarahkan ke sejumlah wilayah terdampak sesuai kebutuhan lapangan. Dukungan medis, kebutuhan dasar, hunian sementara, dan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |