DPR Papua Tengah Dukung Doa dan Puasa Bersama Hadapi Dampak El Nino

16 hours ago 9

Nabire, Fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRP). Wakil Ketua II DPRP Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., menyatakan dukungannya terhadap ajakan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa agar masyarakat menggelar doa dan puasa bersama lintas agama.

Petrus menyampaikan dukungan tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Rabu (2/9/2026). Menurutnya, ajakan pemerintah daerah untuk melibatkan seluruh umat beragama merupakan langkah positif di tengah kondisi alam yang berpotensi memberikan tekanan terhadap kehidupan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengantisipasi dampak El Nino. Salah satu langkah yang disorot adalah pembentukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).

“Pertama saya apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI dan Polri atas langkah cepat yang dilakukan untuk meminimalisasi dampak daripada gejala El Nino, salah satunya dengan terbentuknya Satgas Karhutla dan upaya-upaya yang telah dilakukan,” ujar Petrus.

Dampak El Nino Tak Hanya Soal Lingkungan

Petrus menilai El Nino perlu dihadapi secara bersama karena dampaknya tidak berhenti pada persoalan lingkungan. Kondisi cuaca yang ekstrem dan kekeringan juga berpotensi memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Ia menyebut sektor kesehatan, pendidikan hingga perekonomian dapat ikut terdampak apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Sejumlah dampak yang sebelumnya diperkirakan, kata dia, mulai dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Papua Tengah.

Karena itu, menurut Petrus, penanganan El Nino perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah dan aparat keamanan memiliki peran dalam langkah teknis di lapangan, sementara masyarakat dapat mengambil bagian dengan menjaga lingkungan serta membangun kepedulian sosial.

Di sisi lain, ia menyambut baik gagasan doa dan puasa bersama yang disampaikan Gubernur Meki Nawipa.

Libatkan Seluruh Umat Beragama

Petrus berharap imbauan tersebut dapat diterjemahkan oleh umat Kristen, Katolik, Islam, Hindu dan Buddha melalui tempat ibadah masing-masing.

Menurutnya, doa bersama tidak hanya menjadi bentuk permohonan kepada Tuhan dalam menghadapi fenomena alam, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat Papua Tengah.

“Saya pada prinsipnya sangat mendukung langkah Bapak Gubernur untuk diadakannya doa bersama atau doa puasa secara khusyuk oleh seluruh umat yang ada di Provinsi Papua Tengah,” katanya.

Ia berpandangan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengendalikan fenomena alam seperti El Nino. Oleh sebab itu, ikhtiar secara teknis perlu berjalan berdampingan dengan pendekatan spiritual.

Namun, Petrus mengingatkan bahwa doa juga perlu diikuti dengan perubahan sikap dan tindakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Ingatkan Masyarakat Hindari Kriminalitas

Selain persoalan El Nino, Petrus menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh elemen masyarakat menghindari tindakan yang dapat memperburuk kondisi sosial.

Ia menyinggung sejumlah kasus kriminal seperti pembegalan dan pembunuhan yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama.

“Kita juga berupaya untuk menghindari tindakan-tindakan yang mendukakan hati Tuhan. Belakangan ini kita menyaksikan ada tindakan-tindakan dari oknum-oknum yang bagi kami sangat mendukakan hati Tuhan,” tegasnya.

Menurut dia, menjaga ketertiban dan saling menghormati merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi tantangan akibat kondisi alam.

Kebersamaan Jadi Kunci

Petrus juga mengingatkan bahwa dampak El Nino diperkirakan belum langsung berakhir. Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama serta masyarakat dinilai tetap diperlukan.

Ia berharap seluruh pihak tidak hanya mengandalkan satu bentuk penanganan, melainkan menggabungkan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, kepedulian sosial dan penguatan kehidupan keagamaan.

“Saya yakin dan percaya bahwa dengan kebersamaan yang kita bangun, pasti kita mampu untuk bisa bersama-sama keluar daripada dampak fenomena alam El Nino yang masih akan terus melanda daerah kita ini,” ujarnya.

Dukungan terhadap doa dan puasa bersama tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Papua Tengah. Pada saat yang sama, upaya teknis menghadapi kekeringan, potensi karhutla dan dampak cuaca ekstrem tetap perlu dilakukan secara konsisten oleh pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |