Dampak Operator Seluler yang Kalah Lelang Pita Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

6 hours ago 6

Selular.ID – Lelang spektrum pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, lalu apakah bagi operator seluler yang kalah lelang atau tidak kebagian spektrum akan tertinggal?

Seperti Selular beritakan sebelumnya, tiga operator seluler di Indonesia yakni XLSmart, Indosat Ooredoo Hutchison dan Telkomsel sudah mengambil formulir untuk menjadi calon peserta lelang.

Namun ada kemungkinan operator seluler yang tidak kebagian pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini lantaran mundur atau kalah lelang.

Lalu apakah jika tidak kebagian pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini maka operator seluler tersebut akan tertinggal dari operator yang memenangkan lelang?

Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif di Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menyebut bagi operator seluler yang kalah lelang kualitasnya tidak akan tertinggal dari yang menang.

Untuk kondisi saat ini, tidak otomatis jomplang,” ujar Heru kepada Selular, beberapa waktu lalu (7/5/2026).

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Baca juga:

Heru menjelaskan kualitas jaringan tidak hanya ditentukan spektrum baru, tetapi juga optimalisasi jaringan eksisting, densifikasi BTS, dan teknologi seperti carrier aggregation.

“Operator yang kalah tetap bisa menjaga kualitas layanan, meski pemenang lelang memiliki keunggulan kapasitas tambahan di area padat,” ungkapnya.

“Walaupun memang tidak bisa full memberikan layanan 5G di mana seperti selama ini kan 5G rasa 4G,” sambungnya.

Heru juga menjelaskan soal handset, karena menurutnya handset 5G masih menjadi tantangan di mana mayoritas handset maksimal masih 4G atau bahkan ada yang 2G.

“Tapi kalau menang lelang frekuensi untuk 5G, pemenang bisa menjadi ini sebagai “jualan” dengan menyebut sebagai operator yang memberikan layanan ‘real 5G’,” jelasnya.

Semua Operator Kebagian

Heru juga menyebut ada kemungkinan juga tiga operator seluler akan mendapatkan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Dengan besarnya spektrum, lanjut Heru, ada indikasi semua operator akan mendapat spektrum baru, dengan besaran spektrum yang variatif.

“Tapi jika memang ada operator yang tidak mendapat spektrum, mundur misalnya sebelum ikut lelang,” ujar Heru kepada Selular, Kamis (7/5/2026).

Jika memang mundur, Heru menyebut biasanya operator masih akan fokus pada pembenahan spektrum yang sudah mereka miliki.

“Perlu fokus pada refarming spektrum, peningkatan efisiensi jaringan, serta investasi pada fiberisasi dan densifikasi,” jelasnya.

“Selain itu, kolaborasi seperti network sharing atau active sharing bisa menjadi strategi untuk mengejar kapasitas tanpa harus memiliki spektrum baru secara langsung,” sambungnya.

Kesiapan Operator

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |