Damkar Papua Tengah Berjibaku Padamkan Kebakaran di Delapan Titik di Nabire, Ungkap Keterbatasan Armada

11 hours ago 7
(Damkar Papua Tengah Berjibaku Padamkan Kebakaran di Delapan Titik di Nabire, Ungkap Keterbatasan Armada) (Damkar Papua Tengah Berjibaku Padamkan Kebakaran di Delapan Titik di Nabire, Ungkap Keterbatasan Armada)

Nabire, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Papua Tengah menghadapi aktivitas pelayanan yang cukup padat pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam satu hari, sedikitnya delapan kejadian berbeda harus ditangani petugas di sejumlah wilayah Nabire.

Kondisi tersebut berlangsung ketika Nabire tengah memasuki musim kemarau. Cuaca dan kondisi vegetasi yang relatif kering membuat sejumlah lahan lebih mudah terbakar. Dari hasil penanganan di lapangan, beberapa kejadian diketahui berkaitan dengan aktivitas pembakaran pada lahan kering.

Berdasarkan catatan operasional Damkar Papua Tengah, rangkaian pelayanan dimulai sejak pagi. Petugas menangani penyelamatan cincin di kantor sekitar pukul 08.35 WIT, kemudian pemadaman kebakaran di kawasan Kalimangga dekat SMA Negeri 2 Nabire sekitar pukul 09.30 WIT.

Petugas selanjutnya bergerak menangani kebakaran di SP 2/Jalur, Waroki, Kalibobo, serta kembali melakukan pemadaman di SP 2 sekitar pukul 15.17 WIT. Menjelang sore, armada dikerahkan ke kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) atau sekitar Kantor Gubernur baru pada pukul 17.24 WIT, sebelum kembali menangani kebakaran di Bukit Meriam sekitar pukul 18.32 WIT.

Tiga Armada Harus Menangani Banyak Lokasi

Kepadatan kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Damkar Provinsi Papua Tengah saat ini mengoperasikan tiga armada pemadam yang harus digunakan secara bergantian untuk menangani laporan di lokasi yang berbeda.

Situasi semakin kompleks karena sejumlah titik kebakaran memiliki jarak yang cukup jauh. Armada yang selesai melakukan pemadaman juga membutuhkan waktu untuk kembali mengisi air sebelum dapat dikerahkan ke lokasi berikutnya.

Kondisi tersebut menjadi konteks penting setelah sebuah video yang memuat kritik terhadap pelayanan Damkar Papua Tengah beredar di Facebook. Video tersebut menyebut nama instansi Damkar Papua Tengah dan mencantumkan keterangan lokasi Wonorejo tikungan.

Pihak Damkar menilai video tersebut belum menggambarkan keseluruhan kondisi operasional yang terjadi pada saat itu, terutama terkait jumlah kejadian, persebaran lokasi, ketersediaan armada, serta kebutuhan pengisian air.

Bukti Unggahan Disiapkan untuk Dilaporkan

Atas beredarnya video tersebut, pihak terkait berencana menyampaikan pengaduan kepada kepolisian. Sejumlah dokumen dan bukti pendukung disebut akan diserahkan, antara lain video, tautan unggahan Facebook, tangkapan layar, serta catatan kegiatan operasional Damkar pada 20 Agustus 2026.

Selanjutnya, pihak kepolisian diharapkan melakukan pemeriksaan dan penilaian berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Di tengah keterbatasan armada, petugas Damkar Papua Tengah tetap menjalankan pelayanan secara bergantian sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan kendaraan. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat selama musim kemarau, termasuk menghindari pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |