Bupati Deiyai Sidak Pendidikan dan Kesehatan di Tigi Utara, Pastikan Layanan Dasar Berjalan Optimal

12 hours ago 6

Deiyai, 9 April 2026 – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, melakukan kunjungan kerja intensif ke wilayah Tigi Utara pada Kamis (9/4) sejak pagi hingga siang hari. Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau langsung kondisi sekolah dan fasilitas kesehatan, sekaligus memastikan pelayanan pendidikan dan kesehatan berjalan optimal bagi masyarakat.

Kunjungan lapangan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah pedalaman, sekaligus memastikan berbagai program bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.

Pastikan Proses Belajar, Bupati Turun Langsung ke Ruang Kelas

Salah satu momen menarik dalam kunjungan tersebut terjadi di SD YPPK Widimei, ketika Bupati Melkianus Mote masuk langsung ke ruang kelas dan berinteraksi dengan para siswa.

Dalam suasana yang penuh antusias, Bupati bahkan sempat menjadi “guru dadakan”, menguji kemampuan membaca siswa kelas II dengan metode tanya jawab sederhana.

“Coba baca kata ini?” tanya Bupati kepada siswa.

“Perhatikan,” jawab salah satu murid dengan lantang.

Tidak berhenti di satu kelas, Bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke kelas IV dan VI, memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung aktif dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memastikan bantuan seragam dan tas sekolah yang telah disalurkan sebelumnya benar-benar diterima siswa. Ia sekaligus meminta guru segera mendata ukuran sepatu siswa untuk pengadaan bantuan tahap berikutnya.

“Saya minta guru-guru segera mendata ukuran sepatu sesuai jumlah siswa,” tegasnya.

Kunjungi Sejumlah Sekolah, Tegaskan Evaluasi Sekolah Tidak Aktif

Selain SD YPPK Widimei, Bupati juga mengunjungi sejumlah sekolah lain di wilayah Tigi Utara, di antaranya:

  • SMA Negeri II Deiyai

  • SD YPPGI Gakokebo I

  • SD YPPGI Gakokebo II

  • SD YPPK Yagu

  • SD YPPGI Ibodiyo

  • SD YPPGI Dokotopa

Dalam dialog dengan guru dan masyarakat, sejumlah kendala pendidikan disampaikan, termasuk kekurangan tenaga pengajar.

Seorang orang tua murid di SD YPPGI Dokotopa, Okomotadi, menyampaikan harapannya agar pemerintah segera menambah guru.

“Anak-anak sangat aktif belajar, tetapi karena kekurangan guru, mereka sering pulang lebih cepat,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati memastikan bahwa seluruh guru honorer telah dimasukkan dalam Surat Keputusan (SK) terbaru yang diterbitkan awal April. Ia juga meminta kepala sekolah segera mengusulkan kembali nama guru yang belum terakomodasi.

Bupati menegaskan bahwa sekolah yang tidak aktif akan dievaluasi secara tegas.

“Sekolah yang tidak berjalan aktif ke depan tidak segan-segan akan kami tutup,” ujarnya.

Dorong SMPTK Baida Troutman Jadi Wisata Rohani

Kunjungan kerja diawali dengan meninjau lokasi pembangunan Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK) Baida Troutman di Gakokebo.

Menurut Bupati, sekolah tersebut merupakan salah satu lembaga pendidikan Kristen tertua di tanah Papua dan memiliki nilai historis yang tinggi.

Ia berharap pembangunan sekolah berjalan lancar tanpa gangguan dari pihak mana pun.

“Kita semua doakan agar pembangunan sekolah ini berjalan baik. Saya minta tidak ada pihak yang melakukan pemalangan selama pembangunan berlangsung,” pesannya.

Lebih jauh, Bupati mengungkapkan rencana jangka panjang untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai wisata rohani, mengingat sejarah panjang sekolah tersebut yang telah menjadi ikon spiritual bagi berbagai suku di Papua selama puluhan tahun.

Tinjau Fasilitas Kesehatan, Janjikan Penambahan Tenaga Medis

Tidak hanya sektor pendidikan, Bupati juga meninjau Puskesmas Pembantu (Pustu) Widimei dan Puskesmas Gakokebo.

Dalam kunjungan ke Pustu Widimei, petugas kesehatan lama, Gergorius Pekei, menyampaikan bahwa bangunan pustu telah lama tersedia, namun pelayanan belum berjalan optimal karena keterbatasan tenaga medis.

“Kami mohon Bupati kirim tenaga kesehatan yang bisa melayani setiap hari,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati berjanji akan segera mengirim tenaga kesehatan yang berasal dari kampung setempat atau wilayah sekitar agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa program Posyandu akan terus dihidupkan di seluruh kampung sebagai bagian dari visi pelayanan kesehatan dasar.

“Posyandu tetap menjadi prioritas utama yang akan terus kita dorong,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke Puskesmas Gakokebo, Bupati memastikan kecukupan tenaga kesehatan serta mendorong perekrutan tenaga dari bidang lain seperti kesehatan lingkungan dan laboratorium.

Perhatikan Ekonomi Warga dan Dorong Usaha Lokal

Di sela-sela kunjungan, Bupati juga memantau aktivitas ekonomi warga, termasuk kios-kios kecil di pinggir jalan.

Ia menegaskan bahwa bantuan sembako ke depan akan diprioritaskan kepada warga yang memiliki usaha dagang, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.

Selain itu, Bupati juga bertemu dengan seorang warga di Kampung Ibodiyo yang membudidayakan tanaman tembakau. Ia mendorong warga tersebut untuk meningkatkan skala produksi.

“Kalau tanaman sudah banyak, datang temui saya di kantor,” kata Bupati.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |