Bupati Biak Numfor Tekankan Profesionalisme dan Etika Jurnalistik dalam FGD Perlindungan Wartawan

13 hours ago 5

Biak, 8 April 2026 – Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M., menegaskan pentingnya profesionalisme dan etika jurnalistik dalam mewujudkan pers yang sehat dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dan Halal Bihalal bertema “Melindungi Wartawan dari Sanksi Hukuman Pidana UU ITE dan KUHP Baru” yang diikuti wartawan se-Kabupaten Biak Numfor dan Supiori. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum Wartawan Indonesia Reformasi Kabupaten Biak di Swiss-Belhotel Cenderawasih Biak, Selasa (7/4/2026).

Di hadapan para insan pers, Bupati Markus Mansnembra menyampaikan sejumlah poin strategis yang diharapkan menjadi pedoman bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme tanpa adab hanya akan menjadi keterampilan kosong. Oleh karena itu, wartawan diharapkan tetap bersikap independen, akurat, berimbang, serta disiplin dalam melakukan verifikasi informasi.

“Profesionalisme tanpa adab adalah keterampilan kosong. Wartawan harus independen, akurat, berimbang, dan disiplin dalam verifikasi,” tegas Bupati Markus di hadapan peserta FGD.

Dalam arahannya, Bupati memaparkan sejumlah poin penting yang harus menjadi perhatian insan pers, di antaranya:

Pertama, menjunjung tinggi etika jurnalistik dengan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), menjaga martabat profesi, serta memiliki integritas tinggi dalam setiap pemberitaan.

Kedua, memastikan pemberitaan berbasis fakta melalui prinsip ABC, yakni Akurat, Balance (berimbang), dan Clear (jelas), sehingga berita yang disampaikan tidak hanya berupa opini atau gosip.

Ketiga, pentingnya konfirmasi atau prinsip cover both sides untuk menghindari pemberitaan sepihak, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan atau kritik terhadap pemerintah.

Keempat, melawan hoaks dan disinformasi dengan menghadirkan informasi yang edukatif serta tidak memecah belah masyarakat.

Kelima, menerapkan jurnalisme konstruktif dengan tetap bersikap kritis, namun mampu menonjolkan potensi daerah serta capaian pembangunan demi membangun optimisme masyarakat.

Keenam, peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai standar profesional yang diakui.

Ketujuh, adaptasi terhadap era digital dengan memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), namun tetap menjaga nilai dan prinsip jurnalistik, serta membangun sinergi dengan jurnalis warga atau citizen journalism.

Sebagai poin penutup, Bupati secara khusus menekankan pentingnya menjaga kekompakan antar wartawan serta menghindari pengkotak-kotakan yang dapat memecah persatuan insan pers.

“Jaga kebersamaan. Jika ada yang sudah bisa menulis dengan baik, tuntun rekan-rekan yang masih belajar. Intinya komunikasi itu penting,” pesan Bupati Markus.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terbuka untuk menjalin komunikasi dengan wartawan, dengan tetap mengedepankan identitas yang jelas serta komunikasi secara kelembagaan melalui Bagian Humas Setda Biak.

Melalui arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers sebagai pilar keempat demokrasi dapat berjalan secara elegan, berwibawa, dan bertanggung jawab.

[Nabire.Net/Hendy Mirino]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |