Nabire, 4 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Yulianus Passang secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Manajemen Risiko yang berlangsung di Aula Inspektorat Kabupaten Nabire, Kamis (4/6/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Yulianus Passang menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, ketidakpastian, serta perubahan lingkungan strategis yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Menurutnya, diperlukan pendekatan yang sistematis dan terintegrasi dalam mengelola risiko agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administratif atau pemenuhan regulasi, tetapi merupakan bagian penting dari budaya kerja organisasi. Dengan penerapan manajemen risiko yang baik, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini, melakukan mitigasi secara tepat, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam setiap program dan kegiatan,” ujar Passang.
Ia menjelaskan, salah satu instrumen penting dalam penerapan manajemen risiko adalah register risiko. Dokumen tersebut memuat identifikasi risiko, pengendalian yang telah dilakukan, serta rencana tindak pengendalian yang akan dilaksanakan.
Register risiko menjadi alat manajemen yang penting karena memberikan gambaran menyeluruh mengenai berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian sasaran organisasi. Dengan penyusunan register risiko yang baik dan pembaruan secara berkala, perangkat daerah dapat lebih fokus mengelola risiko yang berdampak signifikan terhadap kinerja organisasi.
Sekda juga berharap seluruh perangkat daerah tidak hanya menyusun dokumen manajemen risiko sebagai formalitas semata, tetapi benar-benar mengimplementasikannya dalam proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, monitoring, serta evaluasi kinerja.
“Manajemen risiko harus menjadi bagian yang melekat dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas pemerintahan,” tegasnya.
Melalui penerapan manajemen risiko yang efektif, penyusunan register risiko yang berkualitas, serta pengelolaan risiko strategis dan operasional secara berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Nabire diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta mewujudkan pemerintahan yang akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Di akhir sambutannya, Sekda Yulianus Passang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan sosialisasi dan penguatan manajemen risiko ini dapat memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kapasitas aparatur serta memperkuat budaya sadar risiko di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

12 hours ago
8

















































