1 Juta Pohon Kopi Akan Ditanam di Papua Tengah, Nabire hingga Puncak Jaya Disiapkan Jadi Sentra

3 hours ago 4
(1 Juta Pohon Kopi Akan Ditanam di Papua Tengah, Nabire hingga Puncak Jaya Disiapkan Jadi Sentra) (1 Juta Pohon Kopi Akan Ditanam di Papua Tengah, Nabire hingga Puncak Jaya Disiapkan Jadi Sentra)

Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai memperkuat sektor perkebunan dan peternakan melalui sinkronisasi program prioritas pemerintah daerah. Salah satu fokus utama yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan komoditas kopi melalui program penanaman satu juta pohon kopi di sejumlah kabupaten.

Program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi program Gubernur Papua Tengah yang digelar Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Papua Tengah di Aula Hotel Carmel Nabire, Senin (10/8/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbunnak Papua Tengah, drh. Rafael Heri Nugroho, mengatakan pengembangan kopi menjadi salah satu program strategis pemerintah provinsi. Pelaksanaannya akan memanfaatkan dukungan anggaran dari APBD maupun APBN.

Menurut Rafael, program penanaman satu juta pohon kopi saat ini sudah memasuki tahapan proses dan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026. Pemerintah juga telah memetakan jenis kopi yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Untuk Kabupaten Nabire, pengembangan diarahkan pada kopi robusta. Sementara Kabupaten Dogiyai, Paniai, dan Puncak Jaya akan lebih difokuskan pada pengembangan kopi arabika.

Pengembangan komoditas tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya petani kopi. Pemerintah daerah menilai Papua Tengah memiliki sumber daya alam dan potensi perkebunan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI). Kemitraan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani mulai dari budidaya, pengelolaan hasil panen hingga menghasilkan produk kopi dengan kualitas yang mampu bersaing.

Selain pelatihan, petani juga mendapatkan bahan pembelajaran berupa buku sebagai referensi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan kopi.

Pemerintah Papua Tengah juga menyiapkan penguatan sisi hilir melalui rencana pembangunan fasilitas pengolahan kopi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menyerap produksi kopi dari berbagai kabupaten sehingga petani tidak hanya bergantung pada pasar lokal.

Ketua Dewan Pengurus SCOPI, Irfan Helmi, menyebut potensi kopi Papua Tengah telah menjadi perhatian sejak sebelum wilayah tersebut berdiri sebagai provinsi. Menurutnya, kopi dari kawasan Papua Tengah memiliki karakter cita rasa yang berpotensi diterima di pasar internasional.

Namun, potensi tersebut membutuhkan penguatan pada aspek budidaya dan pascapanen. Dukungan pemerintah daerah dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar kualitas kopi dapat dikembangkan secara konsisten.

SCOPI, kata Irfan, tidak hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi juga menyiapkan pendampingan dalam jangka panjang. Targetnya, pada 2031 kabupaten-kabupaten di Papua Tengah dapat membawa produk kopi mereka ke pasar dan panggung kopi dunia.

“Agar Papua Tengah masuk dalam panggung dunia, yang memiliki cita rasa kopi luar biasa,” ujar Irfan.

Program pengembangan kopi ini diharapkan menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesinambungan pendampingan, kualitas produksi, akses pasar, serta keterlibatan petani di setiap tahapan pengembangan komoditas kopi Papua Tengah.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |