Techdaily.id – Xiaomi kembali bikin kejutan yang di luar dugaan. Bukan merilis HP atau gadget baru, perusahaan ini justru memperkenalkan es krim dengan konsep yang sangat familiar bagi penggemarnya: Standard, Pro, dan Max. Pendekatan ala lini flagship ini dibawa ke dunia kuliner dan langsung jadi perbincangan.
Produk unik ini diperkenalkan dalam acara internal Xiaomi Values Conference 2026 di kampus Xiaomi, China. Yang membuatnya semakin menarik, cara presentasinya dibuat seperti peluncuran perangkat premium, lengkap dengan slide “spesifikasi”, perbandingan varian, hingga harga.
Standard
Varian Standard menjadi versi paling dasar. Harganya sekitar 5,99 yuan atau setara Rp 13 ribuan. Es krim ini mengandalkan rasa millet yang sederhana, dengan tambahan taburan millet di bagian luar yang memberi tekstur renyah.
Konsepnya mirip seperti lini entry-level Xiaomi: sederhana, fungsional, tapi tetap punya nilai lebih. Meski jadi varian paling murah, pengalaman makan yang ditawarkan tetap terasa unik.
Pro
Masuk ke varian Pro, ada peningkatan yang langsung terasa. Dibanderol 6,99 yuan, versi ini hadir dengan tambahan satu stik biskuit bertema “values”.
Kombinasi es krim millet dengan biskuit tersebut memberikan sensasi crunchy yang lebih kaya. Ini seperti versi Pro pada smartphone Xiaomi yang biasanya menawarkan fitur ekstra untuk pengalaman yang lebih lengkap.
Baca Juga: Xiaomi Perkenalkan miclaw, Asisten AI yang Bisa Kontrol Aplikasi dan Smart Home
Max
Varian Max jadi yang paling tinggi sekaligus paling “niat”. Harganya 8,99 yuan dan tampil dengan tiga stik biskuit yang mengelilingi bagian dasar es krim.
Selain membuat tampilannya lebih penuh, tambahan ini juga menciptakan pengalaman makan yang lebih kompleks. Filosofinya sama seperti lini Max atau Ultra Xiaomi: lebih banyak fitur, lebih maksimal.
Di balik produk ini, ada peran koki Bing Jiabao yang meracik resepnya. Ia bereksperimen dengan millet, yakni bahan yang identik dengan Xiaomi dengan cara dikukus, diolah jadi pasta, lalu dicampur susu sebelum diberi topping.
Dari beberapa kali percobaan, akhirnya ditemukan formula yang bisa menguatkan rasa millet tanpa menghilangkan keseimbangan rasa. Ini jadi tantangan tersendiri karena millet biasanya punya rasa yang cenderung ringan.
Menariknya, mesin es krim yang digunakan terlihat membawa nama Mengniu, yang mengindikasikan adanya kemungkinan kolaborasi dalam proses produksinya.
Yang bikin makin viral adalah cara peluncurannya. Seorang koki tampil di panggung besar dan mempresentasikan es krim ini seperti keynote gadget, lengkap dengan perbandingan fitur dan positioning tiap varian. Gaya ini langsung mengundang perhatian dan jadi bahan perbincangan di media sosial.
Banyak warganet yang bercanda soal kemungkinan hadirnya versi lain seperti Lite, Global Version, bahkan update topping ala OTA. Respons ini menunjukkan kuatnya identitas Xiaomi yang tetap terasa, bahkan di produk non-teknologi.
Pendiri Xiaomi, Lei Jun, juga ikut menanggapi. Ia mengaku belum sempat mencicipi es krim tersebut karena jadwal padat, sementara karyawan Xiaomi sudah antre panjang untuk mencobanya.
Untuk sekarang, es krim ini memang masih terbatas di lingkungan internal. Tapi konsepnya yang unik membuat banyak orang penasaran, bahkan berharap suatu saat varian Standard, Pro, dan Max ini bisa dijual lebih luas ke publik.
















































