Selular.ID – ZTE Corporation dan Telkomsel menandatangani Strategic Partnership Agreement (SPA) dalam ajang MWC Barcelona 2026 di Barcelona, Spanyol, pada 7 April 2026, sebagai langkah memperkuat kolaborasi pengembangan jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI), perluasan broadband di wilayah rural, serta inovasi solusi enterprise di Indonesia.
Kesepakatan ini menandai kelanjutan kerja sama kedua perusahaan dalam mendukung transformasi digital nasional melalui penguatan infrastruktur telekomunikasi yang lebih adaptif dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.
Fokus utama diarahkan pada pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi jaringan sekaligus memperluas akses layanan digital secara merata.
Wong Soon Nam, Direktur Planning & Transformation Telkomsel, menyatakan, Telkomsel terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan yang mengutamakan pelanggan.
“Melalui kolaborasi ini, kami berupaya mengintegrasikan kapabilitas jaringan cerdas berbasis AI untuk meningkatkan keandalan layanan, memperluas akses broadband yang lebih inklusif, dan membuka peluang baru bagi pelanggan serta pelaku industri di seluruh Indonesia.”ujranya.
Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan menetapkan tiga fokus utama yang menjadi pilar pengembangan.
Pertama adalah eksplorasi teknologi AI-native Radio Access Network (RAN), yaitu sistem jaringan akses radio yang dirancang dengan integrasi AI sejak awal untuk mengoptimalkan performa jaringan secara otomatis.
Melalui pendekatan ini, Telkomsel dan ZTE akan mengevaluasi implementasi solusi seperti AIREngine pada platform BBU V9200 guna menghadirkan layanan 5G yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Pendekatan AI-native RAN memungkinkan pengelolaan jaringan berbasis pengalaman atau experience-based network management, di mana sistem dapat menyesuaikan kualitas layanan secara real-time berdasarkan pola penggunaan pelanggan.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi kualitas jaringan, terutama di area dengan trafik tinggi atau kebutuhan layanan yang dinamis.
Fokus kedua adalah penguatan konektivitas di wilayah terpencil melalui ekspansi Edge User Plane Function (UPF).
Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan pengguna akhir, sehingga dapat menurunkan latensi atau jeda komunikasi, sekaligus meningkatkan efisiensi jaringan.
Implementasi Edge UPF dinilai penting untuk mendukung pemerataan akses broadband di Indonesia, khususnya di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan infrastruktur.
Dengan pendekatan tersebut, Telkomsel dan ZTE berupaya memperkuat stabilitas layanan serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih responsif, termasuk untuk aplikasi yang membutuhkan koneksi real-time seperti layanan berbasis cloud dan Internet of Things (IoT).
Pilar ketiga dalam kolaborasi ini adalah pengembangan solusi enterprise berbasis AI melalui program inovasi bersama.
Kedua perusahaan akan melakukan uji coba terarah bersama pelanggan enterprise untuk mengidentifikasi use case AI yang relevan dan dapat diterapkan secara nyata di berbagai sektor industri.
Richard Liang, President Director ZTE Indonesia menyampaikan bahwa transformasi digital di Indonesia terus menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya adopsi teknologi di berbagai sektor.
Ia menegaskan komitmen ZTE untuk mendukung pengembangan jaringan yang lebih cerdas dan adaptif guna menjawab kebutuhan industri dan masyarakat yang terus berkembang.
Menurut Richard, peningkatan efisiensi jaringan dan fokus pada pengalaman layanan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan digital berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas adopsi teknologi lintas sektor sekaligus memperkuat ekosistem digital yang inklusif di Indonesia.
Kerja sama antara Telkomsel dan ZTE berlangsung di tengah percepatan adopsi teknologi 5G dan AI secara global, yang mendorong operator telekomunikasi untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang lebih cerdas dan efisien.
Integrasi AI dalam jaringan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung kebutuhan konektivitas masa depan, termasuk untuk sektor industri, layanan publik, hingga ekonomi digital.
Baca Juga:Telkomsel dan Huawei Perkuat 5G dan Broadband Indonesia
Melalui kolaborasi strategis ini, Telkomsel dan ZTE menegaskan arah pengembangan jaringan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada kualitas pengalaman pengguna dan pemerataan akses digital di seluruh wilayah Indonesia.













































