Selular.ID – Samsung Electronics Indonesia resmi menghadirkan Galaxy A57 5G di Indonesia pada 7 April 2026, dengan fokus pada desain lebih tipis, peningkatan performa, serta integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih responsif untuk kebutuhan pengguna sehari-hari.
Perangkat ini membawa sejumlah pembaruan pada aspek desain, layar, chipset, hingga fitur produktivitas berbasis AI.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Samsung dalam memperkuat lini Galaxy A Series di segmen menengah, yang menyasar pengguna aktif dengan kebutuhan konten, produktivitas, dan konektivitas tinggi.
Galaxy A57 5G hadir dengan ketebalan 6,9 mm dan bobot 179 gram, menjadikannya salah satu perangkat paling tipis di kelasnya saat ini.
Menurut Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, perangkat ini dirancang sebagai solusi all-in-one bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara desain, performa, dan fitur cerdas.
Ia menyebut peningkatan juga mencakup chipset Exynos 1680 yang diklaim lebih bertenaga dibanding generasi sebelumnya, serta dukungan fitur “Awesome Intelligence” yang semakin intuitif.
Galaxy A57 5G mengusung layar Super AMOLED+ berukuran 6,7 inci dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz.
Teknologi ini memungkinkan tampilan yang lebih halus saat scrolling maupun bermain gim, sekaligus efisien dalam konsumsi daya karena dapat menyesuaikan refresh rate secara otomatis.
Dukungan Vision Booster turut membantu menjaga visibilitas layar di kondisi cahaya terang, termasuk penggunaan di luar ruangan.
Dari sisi perangkat keras, Samsung membenamkan prosesor Exynos 1680 berbasis fabrikasi 4nm.
Arsitektur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi daya sekaligus performa komputasi, termasuk pada unit pemrosesan neural (NPU) yang berperan dalam menjalankan fitur AI secara real-time.
Peningkatan ini terlihat pada kemampuan multitasking yang lebih stabil serta respons aplikasi yang lebih cepat.
Untuk mendukung penggunaan intensif, Galaxy A57 5G dilengkapi baterai berkapasitas 5.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W.
Sistem pendingin vapor chamber yang diklaim 13% lebih besar juga disematkan guna menjaga suhu perangkat tetap stabil saat digunakan dalam aktivitas berat seperti gaming atau perekaman video resolusi tinggi.

Pada aspek perangkat lunak, Samsung menambahkan berbagai fitur berbasis AI dalam ekosistem “Awesome Intelligence”. Fitur seperti Object Eraser, Edit Suggestions, Best Face, dan Auto Trim memungkinkan pengguna melakukan pengolahan foto secara instan langsung dari perangkat tanpa aplikasi tambahan.
Teknologi ini memanfaatkan AI untuk mengenali objek, pencahayaan, serta komposisi gambar secara otomatis.
Fitur produktivitas juga diperkuat melalui Voice Transcription, yang memungkinkan konversi suara ke teks secara cepat, termasuk kemampuan terjemahan.
Fitur ini dirancang untuk mendukung aktivitas seperti rapat, kuliah, hingga pembuatan catatan harian secara efisien.
Selain itu, Galaxy A57 5G menghadirkan peningkatan pada fitur Circle to Search with Google, termasuk kemampuan multi-object recognition melalui fitur “Find the Look”.
Pengguna dapat mengidentifikasi beberapa objek dalam satu tampilan, seperti outfit atau aksesori, hanya dengan melingkari bagian tertentu pada layar.
Dalam hal asisten digital, perangkat ini mendukung beberapa opsi AI seperti Gemini, Bixby, dan Perplexity.
Kehadiran berbagai pilihan ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam memilih sistem asisten sesuai preferensi dan kebutuhan, baik untuk pencarian informasi, pengaturan perangkat, maupun integrasi dengan ekosistem Samsung.

Dari sisi konektivitas, Galaxy A57 5G telah mendukung jaringan Wi-Fi 6E yang menawarkan kecepatan transfer data lebih tinggi dan latensi lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.
Hal ini menjadi relevan untuk kebutuhan streaming, gaming online, maupun penggunaan berbasis cloud.
Kehadiran Galaxy A57 5G memperlihatkan fokus Samsung dalam menghadirkan perangkat mid-range dengan fitur yang semakin mendekati kelas premium, terutama pada integrasi AI dan efisiensi performa.
Pendekatan ini sejalan dengan tren industri smartphone yang semakin menempatkan AI sebagai elemen utama dalam pengalaman pengguna, tidak hanya sebagai fitur tambahan tetapi sebagai bagian inti dari sistem operasi dan interaksi perangkat.
Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G Siap Sambangi Indonesia













































