Tips Membeli Tablet Multi Fungsi, Pengamat Jangan Terjebak Tawaran Menggiurkan

5 hours ago 5

Selular.ID – Di tengah terjadinya krisis memori, pasar tablet ternyata justru sedang ramai dibandingkan dengan pasar laptop.

Meski demikian, bagi kalian yang sedang mencari tablet untuk menunjang aktifitas pekerjaan maupun untuk belajar, jangan asal beli.

Pengamat gadget dan teknologi, Herry SW mengungkapkan sejumlah tips untuk membeli tablet berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Intinya sesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan. Kalau anggaran longgar dan kebutuhan atau aktifitas harian cukup berat, mending beli laptop dulu,” ujarnya kepada Selular, Selasa (14/7/2026).

Baca juga:

Akan tetapi, jika dana kita terbatas dan memang membutuhkan gadget multifungsi, Herry mengatakan tablet bisa menjadi pilihan pertama.

“Kalau cuma punya anggaran Rp2 jutaan-Rp3 jutaan, mending berusaha bertahan pakai tablet dulu. Belilah tablet baru, bergaransi resmi, dan bermerek global,” jelasnya.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Beli merek apa? Bebas. Paling gampang, carilah tablet yang merek ponsel atau laptopnya terkenal. Misalnya, Lenovo, HONOR, Motorola, Infinix, dan TECNO,” sambungnya.

Namun, tambah Herry, masyarakat jangan tergiur dengan harga yang murah tetapi spesifikasinya abal-abal yang pada akhirnya akan membuat pembeli menyesal.

“Jangan sekali-kali terpikat dengan tablet yang terlihat canggih dan murah, yang banyak dijual di lokapasar (marketplace) seperti Shopee, Tokopedia, TikTok, dan lainnya,” ungkapnya.

“Seringkali penjual tablet-tablet itu menuliskan spesifikasi yang menipu. Kinerjanya jauh di bawah klaim dan layanan purnajualnya praktis tidak ada,” lanjutnya.

Penyebab Pasar Tablet Ramai

Herry SW juga mengaku terkejut dengan pasar tablet yang justru ramai di tengah krisis memori yang terjadi saat ini.

Menurutnya, ada sejumlah penyebab yang membuat pasar tablet lebih ramai dibandingkan dengan pasar laptop.

Herry mengatakan tablet saat ini “terpaksa” dijadikan solusi darurat bagi masyarakat yang memang membutuhkan untuk membantu aktifitasnya.

Misalnya, aktifitas sehari-hari saat bekerja untuk para professional maupun belajar bagi para pelajar.

Herry menjelaskan solusi darurat ini karena di tengah krisis memori, membuat harga laptop makin melambung.

Hal tersebut yang membuat masyarakat akhirnya memilih untuk membeli tablet dengan harga yang lebih terjangkau dibanding laptop.

“Laptop baru dengan spesifikasi pas-pasan pun kan sekarang harganya sudah tinggi bagi masyarakat sekitar Rp5 juta-Rp7 juta,” ujar Herry kepada Selular, Selasa (14/7/2026).

“Padahal, kondisi ekonomi sedang kurang menggembirakan. Daya beli nyata turun,” sambungnya.

Tablet Jadi Pengganti Laptop?

Herry juga menjelaskan jika tablet hampir sama dengan smartphone yang terbagi dalam kelas-kelas.

“Tablet sama seperti laptop, mulai entry level, menengah, hingga kelas atas. Tinggal pilih sesuai anggaran dan kebutuhan,” jelasnya.

Namun, Herry menyebut jika tablet tidak akan bisa menjadi pengganti laptop dan sebaliknya, laptop juga tidak bisa menggantikan tablet.

“Merujuk kepada pengalaman pribadi, saya masih tetap berpendapat kalau tablet bukan pengganti laptop,” kata Herry.

“Demikian sebaliknya. Tablet dan laptop lebih ke saling melengkapi,” tandasnya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |