Telkomsel Klaim 360 BTS Sudah Gunakan Energi Hijau, Dukung Net Zero Emission

17 hours ago 11

Selular.ID – PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel mengungkap lebih dari 360 base transceiver station (BTS) telah menggunakan energi terbarukan.

Hal tersebut diungkapkan Vice President Corporate Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel, Mia Melinda dalam acara peluncuran Sustainability Report 2025 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Pengembangan BTS dengan energi hijau ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Telkomsel melalui pilar “Jaga Bumi”.

Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan ekspansi jaringan dengan upaya menjaga lingkungan dengan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam proses bisnis perusahaan.

Baca juga:

Karena itu, pengembangan jaringan dan investasi teknologi mulai mengutamakan solusi yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya menggunakan BTS bertenaga surya atau surya panel, tetapi juga pengelolaan limbah elektronik melalui reuse dan recycle.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Yang kami lakukan terkait penurunan emisi di alat-alat produksi kami misalnya, itu lebih ke arah bagaimana kami lebih memilih menggunakan Green BTS apabila dimungkinkan,” kata Mia.

Turunkan Emisi Karbon

Selain membangun BTS hijau, operator pelat merah itu juga menjalankan berbagai program efisiensi energi.

spek keberlanjutan kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengadaan teknologi dan inovasi baru.

Mia pun menjelaskan bahwa investasi ESG tidak dialokasikan pada anggaran khusus.

Sebaliknya, prinsip sustainability diterapkan langsung dalam keputusan operasional dan bisnis perusahaan.

Berdasarkan data perusahaan, Telkomsel menghasilkan emisi sekitar 1,7 juta ton setara karbon dioksida (CO2e).

Meski lebih rendah dibandingkan sektor industri berat, perusahaan tetap berkomitmen mendukung target penurunan emisi nasional.

Vice President Corporate Communications & CSR Telkomsel, Abdullah Fahmi mengatakan, berbagai inisiatif yang dijalankan sejak 2023 hingga 2025 telah menurunkan emisi sekitar 83 ton karbon.

Upaya tersebut dilakukan seiring pertumbuhan kebutuhan jaringan dan layanan digital.

“Komitmen Telkomsel untuk mengurangi karbon terus berjalan. Ke depan kami akan mengikuti arah kebijakan emission reduction yang telah ditetapkan pemerintah,” jelas Fahmi.

Telkomsel sendiri sudah menargetkan penguatan program keberlanjutan hingga 2030.

Fokus perusahaan akan mencakup pembangunan infrastruktur hijau, efisiensi energi, dan penggunaan teknologi rendah emisi.

Net Zero Emission

Di kesempatan yang sama, Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa keberhasilan bisnis berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

“Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap Telkomsel dapat menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

“Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Wong Soon Nam.

Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat implementasi strategi keberlanjutan yang sejalan dengan program GoZero Telkom Group, sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |