Tak Hanya di Indonesia, Oppo Terus Tergerus di Pasar Smartphone Asia Tenggara

23 hours ago 10

Selular.id – Smartphone Oppo yang pernah menjadi raja handphone di Indonesia, kini pasarnya harus tergerus dalam tiga tahun terakhir.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, sepanjang tahun 2019 hingga 2023, vendor yang berbasis di Shenzhen itu, pernah dalam beberapa kuartal dan tahun menguasai pasar smartphone Indonesia.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, bahkan di tahun 2025 lalu, Oppo terus tergerus di pasar smartphone Indonesia.

Lalu apa yang menjadi penyebab Oppo terus tergerus di pasar smartphone Indonesia, bahkan di Asia Tenggara hingga pasar global?

Dalam data Omdia, menunjukkan bahwa pasar smartphone Asia Tenggara mengalami penurunan 1% pada kuartal ketiga tahun 2025, dengan pengiriman total 25,6 juta unit – kuartal ketiga berturut-turut mengalami kontraksi tahunan.

Samsung memimpin kawasan ini dengan 4,6 juta unit dan pangsa pasar 18%, didorong oleh portofolio premiumnya di pasar dengan harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi.

Transsion dengan merek Infinix, Tecno dan Itel berada di urutan berikutnya dengan 4,6 juta unit dan pangsa pasar 18%, mempertahankan posisinya dengan pertumbuhan tahunan yang moderat.

Xiaomi mengamankan posisi ketiga dengan 4,3 juta unit dan pangsa pasar 17%, didukung oleh seri POCO-nya, yang pengirimannya meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya setelah diperkenalkannya model entry-level baru.

Lalu bagaimana dengan Oppo?

OPPO berada di peringkat keempat dengan 3,8 juta unit dan pangsa pasar 15%, mencerminkan kontraksi tahunan yang signifikan karena permintaan yang lebih lemah dan koreksi saluran distribusi.

Baca juga:

Di Indonesia sendiri, Oppo yang biasanya sering menjadi jawara atau berada di posisi runner-up, kini berada di posisi ketiga bahkan keempat jika jumlah dari tiga merek Transsion digabungkan.

Hal yang sama juga dialami Oppo di negara-negara tetangga Indonesia dalam wilayah Asia Tenggara.

Di Filipina yang pasarnya serupa Indonesia, Oppo berada di peringkat keempat di bawah Transsion, Xiaomi dan Samsung.

Serupa dengan Filipina, pasar smartphone di Vietnam juga membuat Oppo berada di posisi keempat di bawah Samsung, Xiaomi dan Apple.

Bahkan di Malaysia, Oppo berada di posisi kelima di bawah Xiaomi, Samsung, Honor dan Vivo.

Kondisi lebih baik, diperoleh Oppo di pasar smartphone Tailand yang berada di posisi kedua di bawah Samsung.

Le Xuan Chiew, Manajer Riset di Omdia menyebut penuruan Oppo ini memang ada penyebabnya.

“Produk-produk dari Oppo ini menyerupai Vivo yang kini memprioritaskan nilai daripada volume, sementara HONOR dan Xiaomi berfokus pada peningkatan volume untuk memperluas penetrasi merek,” ungkapnya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |