Selular.ID – Strava resmi menurunkan harga langganan hingga 40% di Indonesia mulai 30 Maret 2026, mencakup seluruh paket berbayar yang tersedia.
Kebijakan ini diambil untuk memperluas akses pengguna terhadap fitur premium, terutama setelah periode Ramadan ketika masyarakat kembali membangun rutinitas olahraga dan gaya hidup aktif.
Perusahaan menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan komunitas olahraga yang kuat, khususnya dalam aktivitas lari dan bersepeda.
Penyesuaian harga ini juga menjadi bagian dari strategi Strava dalam meningkatkan adopsi layanan berlangganan, seiring meningkatnya sensitivitas pengguna terhadap biaya aplikasi kebugaran digital.
“Kami memahami bahwa gaya hidup aktif sangat penting bagi masyarakat Indonesia dalam menjalin koneksi dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa,” ujar Louisa Wee.
Ia menambahkan, hampir separuh responden di Indonesia dalam laporan internal Strava menyebut klub lari sebagai sarana efektif untuk bersosialisasi.
Menurutnya, penurunan harga dilakukan tanpa mengurangi fitur atau fungsi layanan.
Strava kini menawarkan lima opsi langganan dengan harga yang telah disesuaikan. Paket bulanan turun menjadi Rp49.900 dari sebelumnya Rp85.000.
Langganan tahunan menjadi Rp349.900 dari Rp549.000. Paket keluarga kini dibanderol Rp795.000 per tahun dari sebelumnya Rp1.250.000.
Sementara itu, paket pelajar turun menjadi Rp174.500 per tahun dari Rp274.500, dan bundel Strava x Runna menjadi Rp899.999 per tahun dari Rp999.999.
Perusahaan memastikan bahwa perubahan harga ini juga berlaku untuk pelanggan lama secara otomatis pada siklus perpanjangan berikutnya, tanpa perlu melakukan pembaruan manual.
Langkah ini memperkuat pendekatan Strava dalam mengembangkan ekosistem berbasis komunitas.
Hingga saat ini, platform tersebut mencatat lebih dari 195 juta pengguna di lebih dari 185 negara.
Di Indonesia, pertumbuhan komunitas olahraga berbasis digital dinilai signifikan, seiring meningkatnya penggunaan aplikasi pelacak aktivitas dan wearable device.
Melalui langganan premium, pengguna mendapatkan akses ke berbagai fitur lanjutan.
Fitur Goals memungkinkan pengguna menetapkan target spesifik seperti jarak, durasi, elevasi, atau jumlah aktivitas dalam periode tertentu, baik mingguan, bulanan, maupun tahunan.
Sementara Instant Workouts memberikan rekomendasi latihan yang dipersonalisasi berdasarkan tujuan kebugaran pengguna.
Selain itu, fitur Performance Predictions membantu memperkirakan waktu finis dan target kecepatan untuk berbagai kategori lomba lari, mulai dari 5K hingga maraton.
Strava juga menghadirkan Athlete Intelligence, yaitu sistem analisis berbasis data aktivitas yang memberikan wawasan terkait performa pengguna secara lebih mendalam.
Dari sisi sosial, pelanggan dapat memanfaatkan fitur Stiker Statistik untuk membagikan hasil latihan ke media sosial seperti Instagram, serta fitur Flyover yang menampilkan visualisasi 3D dari rute aktivitas berbasis GPS.
Interaksi antar pengguna juga diperkuat melalui fitur Kudos dan komentar dalam komunitas.
Strava sebelumnya telah meluncurkan dukungan Bahasa Indonesia pada 2025, yang memperluas aksesibilitas platform bagi pengguna lokal.
Integrasi bahasa ini dinilai berkontribusi pada peningkatan engagement pengguna di dalam negeri.
Penurunan harga ini menandai langkah Strava dalam memperkuat posisinya di pasar aplikasi kebugaran yang semakin kompetitif, sekaligus mendorong pertumbuhan komunitas olahraga digital di Indonesia melalui akses yang lebih terjangkau terhadap fitur premium.
Baca Juga: Waspada! Fitbit dan Strava Mungkin Melacak Lebih Dari Lari














































