Selular.ID – Xiaomi menghadirkan sejumlah tablet dengan layar besar dan baterai berkapasitas tinggi di pasar Indonesia, menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat multimedia, belajar daring, hingga produktivitas ringan dengan harga mulai kisaran Rp1 jutaan, hingga Rp4 jutaan.
Langkah Xiaomi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perangkat layar besar di Indonesia, terutama sejak adopsi kerja jarak jauh dan pembelajaran digital semakin meluas.
Tablet menjadi alternatif antara smartphone dan laptop karena menawarkan fleksibilitas penggunaan dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Dalam portofolionya, Xiaomi menghadirkan beberapa model tablet yang memiliki karakteristik serupa, yaitu layar di atas 10 inci dan daya tahan baterai untuk penggunaan seharian.
Perangkat-perangkat ini juga didukung sistem antarmuka berbasis Android seperti MIUI dan HyperOS yang dioptimalkan untuk layar besar.
Redmi Pad 2
Rp.2.999.000
Redmi Pad 2 4G dilengkapi layar 11 inci dengan resolusi 2.5K .Layar tablet ini turut dilengkapi fitur AdaptiveSync dengan refresh rate hingga 90 Hz, yang membantu meningkatkan responsivitas layar.
Untuk mendukung performa, Xiaomi membekali REDMI Pad 2 4G dengan prosesor MediaTek Helio G100-Ultra.
Chipset ini dirancang untuk menjalankan berbagai aplikasi produktivitas, aktivitas multitasking, serta game mobile populer secara stabil.
Tablet ini juga menjalankan Xiaomi HyperOS 2, sistem operasi terbaru Xiaomi yang memungkinkan integrasi lebih mudah dengan perangkat lain dalam ekosistem Xiaomi.
Melalui sistem tersebut, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas lintas perangkat seperti memindahkan dokumen, menyalin teks, atau menerima panggilan dari perangkat Xiaomi lain secara lebih praktis.
Dari sisi daya, tablet ini menggunakan baterai 9.000 mAh yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang.
Redmi Pad SE
Rp2.020.000
Redmi Pad SE, yang menyasar pengguna entry-level. Tablet ini dilengkapi layar 11 inci beresolusi Full HD+ serta chipset Qualcomm Snapdragon 680.
Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas dasar seperti streaming video, browsing, dan penggunaan aplikasi ringan.
Dukungan RAM hingga 8GB serta baterai 8.000 mAh memperkuat daya tariknya di kelas harga terjangkau.
Di atasnya, terdapat Redmi Pad yang menawarkan peningkatan pada sektor performa dan tampilan.
Perangkat ini menggunakan layar 10,61 inci dengan refresh rate 90 Hz, yaitu kemampuan layar untuk menampilkan hingga 90 frame per detik sehingga tampilan terasa lebih halus.
Tablet ini juga ditenagai chipset MediaTek Helio G99 yang memberikan performa lebih stabil untuk multitasking dan hiburan.
Xiaomi Pad 6
Rp4.999.000
Untuk segmen yang lebih tinggi, Xiaomi menghadirkan Xiaomi Pad 6 dengan spesifikasi yang lebih kuat.
Tablet ini menggunakan layar 11 inci beresolusi WQHD+ dengan refresh rate 144 Hz, yang memberikan pengalaman visual lebih tajam dan responsif.
Ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 870, perangkat ini dirancang untuk mendukung penggunaan lebih intensif, termasuk pengolahan dokumen, editing ringan, hingga gaming.
Xiaomi Pad 5
Rp1.199.000
Selain itu, Xiaomi Pad 5 masih menjadi salah satu model yang relevan di pasar. Tablet ini menawarkan keseimbangan antara harga dan performa dengan layar WQHD+ serta chipset Snapdragon 860.
Meskipun bukan generasi terbaru, perangkat ini tetap diminati karena performa yang stabil untuk berbagai kebutuhan harian.
Secara umum, ukuran layar menjadi faktor utama yang diunggulkan Xiaomi dalam lini tablet ini. Layar di atas 10 inci memberikan ruang kerja lebih luas, baik untuk membaca dokumen, menonton video, maupun menjalankan aplikasi edukasi.
Hal ini relevan dengan pola penggunaan konsumen Indonesia yang cenderung memanfaatkan tablet untuk hiburan dan pembelajaran.
Selain layar, daya tahan baterai juga menjadi fokus utama. Sebagian besar tablet Xiaomi di kelas ini dibekali baterai dengan kapasitas di atas 8.000 mAh, yang dirancang untuk penggunaan dalam durasi panjang.
Baca Juga:Tablet Xiaomi Pad 6 di Indonesia Dijual Seharga Rp4.999.000
Optimalisasi sistem pada MIUI dan HyperOS turut membantu menjaga efisiensi daya, sehingga perangkat dapat digunakan sepanjang hari dalam skenario penggunaan normal.













































