Pengamat Sebut Tantangan Utama Autonomous Drive AI Diterapkan di Indonesia

13 hours ago 6

Selular.ID – Pengamat otomotif sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengungkap faktor utama Indonesia belum bisa menerapkan autonomous drive berdasarkan kecerdasan buatan (AI).

Seperti Selular beritakan, autonomous drive AI ini sudah diterapkan dan berlaku pada mobil di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat hingga China.

Namun, meski sudah berlaku di negara maju, akan tetapi, Indonesia masih belum bisa mewujudkan teknologi autonomous drive AI pada mobil yang beredar di tanah air.

“Penghambat terbesarnya (autonomous drive AI) bukan hanya kondisi jalan atau marka yang belum konsisten, Mas,” ujar Yannes kepada Selular, Jumat (31/7/2026).

Tantangan Utama

Menurut Yannes, tantangan utamanya justru datang dari karakter lalu lintas Indonesia yang sangat kompleks dan sulit diprediksi.

“Sepeda motor berpindah jalur dengan cepat, pejalan kaki bisa menyeberang dari berbagai arah, angkutan umum berhenti mendadak, dan perilaku antar pengguna jalan sangat beragam,” jelasnya.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Yannes juga menyebut banyak sistem autonomous driving dilatih menggunakan data dari negara dengan lalu lintas yang lebih teratur.

“Sehingga ketika masuk ke kondisi Indonesia, situasi yang dihadapi bisa sangat berbeda dari data latihannya,” ungkapnya.

“Akibatnya, sistem akan terlalu sering mengambil langkah aman, misalnya mengerem atau berhenti mendadak, sehingga fungsinya menjadi tidak praktis,” lanjutnya.

Menurutnya, tanpa data lokal dalam jumlah besar, pemetaan yang baik, serta komunikasi kendaraan dan infrastruktur yang andal, teknologi Level 3 ke atas akan sulit diterapkan secara luas di kawasan perkotaan.

Dominasi Mobil Listrik

Saat Selular berada di GIIAS, Rabu (29/7/2026), terlihat sejumlah produk mobil listrik atau electric vehicle (EV) lebih dominan bahkan hampir menguasai setiap sudut.

Hal tersebut tentu saja seiring dengan penjualan mobil listrik yang memang terus meningkat tajam dari tahun ke tahun, baik di pasar global maupun di Indonesia.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 33.150 unit atau melonjak sekitar 95,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca juga:

Faktor Pendorong Kenaikan Penjualan Mobil Listrik

Selular telah merangkum sejumlah faktor pendorong kenaikan penjualan mobil listrik, di antaranya biaya operasional yang lebih murah, perawatan mudah hingga tentu saja diklaim lebih ramah lingkungan.

Biaya operasional murah tentu karena pengisian daya mobil listrik jauh lebih hemat per kilometer dibandingkan mobil berbahan bakar minyak.

Mesin listrik juga tidak membutuhkan penggantian oli atau komponen rumit seperti busi yang membuat perawatan murah.

Selain itu, ramah lingkungan karena bebas emisi gas buang karbondioksida.

Kini, juga banyaknya pilihan merek dengan kehadiran berbagai pabrikan baru, terutama dari China, membuat harga semakin bersaing yang membuat penjualan lebih murah.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |