Motorola Qira Tiba demi Menjawab Demam AI Hp Indonesia

8 hours ago 6

Selular.ID – Motorola Indonesia, mengonfirmasi strategi integrasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui pendekatan hybrid AI serta menyiapkan platform baru bernama Motorola Qira.

Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia menjelaskan bahwa pendekatan hybrid AI ini menggabungkan pemrosesan berbasis awan (cloud) dan komputasi langsung di dalam perangkat (on-device AI).

Langkah ini diambil untuk menghadirkan pengalaman asisten pribadi yang highly-personalized serta tetap berfungsi optimal saat ponsel tidak terhubung ke jaringan internet.

Bagus Prasetyo menyampaikan bahwa strategi hybrid AI merupakan bagian dari arsitektur besar Lenovo Group untuk menciptakan ekosistem perangkat pintar yang saling terhubung.

Penggabungan komputasi cloud yang terus berevolusi dengan pemrosesan on-device memungkinkan perangkat mempelajari pola kebiasaan harian pengguna secara spesifik.

“Dalam operasionalnya, teknologi yang awalnya dikenal sebagai Moto AI ini bakal mengalami pembaruan identitas menjadi Motorola Qira guna memperkuat diferensiasi fitur di pasar smartphone tanah air,”ujar Bagus, dalam Bincang Eksekutif Selular.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Penerapan teknologi kecerdasan buatan pada perangkat seluler menandai fase baru transformasi industri smartphone, yang sebelumnya telah bergeser dari sekadar alat komunikasi suara dan SMS menjadi pusat transaksi digital.

Motorola memproyeksikan kecerdasan buatan tidak lagi sebatas fitur generatif (generative AI), melainkan berkembang menjadi sistem yang bertindak sebagai agen mandiri (agentic AI).

Pendekatan ini berfokus pada pemberian solusi proaktif berdasarkan rutinitas harian masing-masing pengguna.

Integrasi Ekosistem Motorola Qira
Bagus menyebutkan, selain hadir di hP, Motorola Qira diposisikan sebagai hub penghubung untuk total ekosistem perangkat pintar di bawah naungan Lenovo Group.

“Integrasi ini dirancang agar interaksi AI dapat terhubung secara seamless antara smartphone, komputer jinjing (laptop), dan perangkat IoT (Internet of Things) Lenovo lainnya,”kata Bagus lagi.

Integrasi lintas perangkat memungkinkan pemindahan konteks kerja dan preferensi pengguna berjalan secara konsisten di seluruh lini hardware.

Langkah Motorola menggarap sektor agentic AI sejalan dengan dinamika bisnis vendor teknologi global yang kini memfokuskan persaingan pada nilai tambah ekosistem perangkat lunak.

Penjualan perangkat keras kini diimbangi dengan penyediaan layanan kecerdasan buatan yang mampu beradaptasi dengan gaya hidup pengguna.

Melalui penguatan arsitektur hybrid AI dan peluncuran Motorola Qira, Lenovo dan Motorola menargetkan peningkatkan keterikatan pengguna (user retention) pada ekosistem mereka.

Implementasi sistem cerdas lintas perangkat ini diproyeksikan menjadi standar baru dalam interaksi antara manusia dan teknologi komputer personal di masa depan.

Konsep Hybrid AI dan Personalisasi On-Device
Sistem hybrid AI yang dikembangkan Motorola mengandalkan pengolahan data lokal untuk menjaga fleksibilitas dan privasi pengguna.

Ketika perangkat berada dalam kondisi luring (offline), komponen on-device AI tetap mampu menjalankan pemrosesan logika, memberikan saran kontekstual, serta menyelesaikan tugas-tugas tertentu tanpa bergantung pada koneksi server luar.

Sementara itu, komponen berbasis cloud bertugas menangani pemrosesan data berskala besar serta pembaruan model secara berkala.

Personalisasi mendalam menjadi poros utama dari pengembangan Moto AI atau Motorola Qira.

Sistem mendeteksi rutinitas harian, seperti jadwal perjalanan menuju tempat kerja, kebiasaan pemesanan makanan atau transportasi daring, hingga pola pembukaan aplikasi pada jam-jam tertentu.

Dari data perilaku yang terlatih dan terverifikasi secara lokal tersebut, perangkat secara otomatis menyajikan navigasi pintas, rekomendasi aplikasi, hingga bantuan pemesanan layanan harian sesuai konteks waktu dan lokasi pengguna.

Pengembangan ini membuat setiap unit smartphone Motorola memiliki profil respons yang unik antar penggunanya.

Baca Juga:Guncang Pasar Ritel, Motorola Indonesia Bakal Mengerahkan 1000 Promotor

Tingkat personalisasi tinggi ini diklaim menjadi nilai tambah utama (value proposition) bagi pengguna yang membutuhkan asisten digital proaktif dalam mendukung produktivitas sehari-hari.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |