Kemunculan Samsung Galaxy Glasses Jadi Pesaing Kacamata Pintar Google dan Meta

8 hours ago 9

Selular.ID – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan lini kacamata pintar baru bernama Galaxy Glasses, yang akan menjadi produk Android XR kedua perusahaan setelah peluncuran headset Galaxy XR.

Perangkat ini disebut akan diumumkan akhir tahun 2026 dan menjadi langkah strategis Samsung untuk masuk lebih agresif ke pasar wearable berbasis kecerdasan buatan.

Bocoran terbaru menyebut model pertama menggunakan nama kode “Jinju”, hadir tanpa layar internal, dan diposisikan sebagai perangkat smart glasses ringan yang mengandalkan AI untuk interaksi sehari-hari.

Baca juga:

Secara desain, perangkat ini disebut mirip dengan kacamata pintar milik Meta hasil kolaborasi dengan Ray-Ban, maupun konsep kacamata AI dari Google.

Namun pembeda utamanya terletak pada sistem operasi yang akan menggunakan Android XR, platform realitas campuran milik Google untuk perangkat wearable generasi baru.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Samsung Andalkan Gemini AI

Galaxy Glasses dikabarkan akan terintegrasi dengan Gemini, memungkinkan pengguna melakukan berbagai tugas seperti menerjemahkan tulisan, mengambil foto, mengecek cuaca, hingga mendapatkan navigasi melalui Google Maps.

Integrasi AI ini dipandang sebagai kekuatan utama Samsung untuk bersaing, terutama karena kemampuan Gemini dinilai lebih matang dibanding beberapa asisten AI lain di pasar wearable saat ini.

Model Jinju disebut akan dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon AR1, kamera 12MP Sony IMX681, baterai 155mAh, dukungan WiFi dan Bluetooth 5.3, serta bobot sekitar 50 gram.

Audio diarahkan melalui speaker directional, sementara paten yang diajukan Samsung juga mengindikasikan penggunaan teknologi bone-conduction.

Lensanya akan memakai photochromic transition lenses yang dapat menyesuaikan tingkat kegelapan secara otomatis.

Harga model awal diperkirakan berada di kisaran 379 hingga 499 dolar AS.

Sementara model premium berkode “Haean” dengan layar micro-LED dijadwalkan meluncur pada 2027 dengan banderol antara 600 hingga 900 dolar AS.

Strategi dua model ini memperlihatkan pendekatan bertahap Samsung—memasuki pasar dengan produk lebih terjangkau sebelum mendorong versi premium berfitur augmented display.

Meski begitu, Samsung menghadapi persaingan yang sangat ketat.

Meta telah menjual jutaan unit smart glasses dan memperkuat dominasinya lewat kemitraan jangka panjang dengan EssilorLuxottica, perusahaan induk Ray-Ban dan Oakley.

Selain itu, pemain lain seperti XREAL, Rokid, hingga Apple juga sedang mengembangkan atau memasarkan perangkat serupa.

Pasar smart glasses kini dipandang sebagai medan tempur baru industri teknologi, terutama setelah headset XR belum mampu menembus pasar massal.

Berbeda dengan headset besar yang cenderung terbatas untuk penggunaan tertentu, kacamata pintar menawarkan format yang bisa dipakai sepanjang hari—lebih natural, lebih sosial, dan berpotensi menjadi perangkat komputasi personal masa depan.

Jika rumor ini terbukti, Galaxy Glasses akan menjadi salah satu taruhan terbesar Samsung di kategori wearable sejak peluncuran Galaxy Ring.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |