Selular.ID – HP mengungkapkan bahwa biaya memori atau RAM kini menyumbang hingga 35 persen dari total biaya produksi PC, seiring meningkatnya harga komponen tersebut di pasar global.
Pernyataan ini mencerminkan tekanan baru pada industri komputer pribadi, terutama di tengah permintaan tinggi untuk perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI).
Informasi tersebut disampaikan HP dalam konteks kondisi rantai pasok komponen yang semakin ketat.
RAM atau Random Access Memory merupakan komponen utama yang berfungsi sebagai penyimpanan sementara untuk menjalankan aplikasi dan proses sistem secara cepat.
Kenaikan harga RAM berdampak langsung pada struktur biaya perangkat, terutama untuk laptop dan PC modern yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar.
Dalam laporan yang dikutip oleh TechRadar, HP menyoroti bahwa lonjakan biaya ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan memori untuk mendukung komputasi AI, termasuk fitur-fitur berbasis machine learning yang kini mulai diintegrasikan ke dalam perangkat konsumen.
Aplikasi AI, baik lokal maupun berbasis cloud, membutuhkan kapasitas RAM lebih besar untuk memastikan performa optimal.
Tekanan pada harga RAM tidak terjadi secara terpisah. Industri semikonduktor dalam beberapa tahun terakhir menghadapi fluktuasi produksi dan permintaan, terutama setelah meningkatnya adopsi teknologi baru seperti AI PC dan komputasi edge.
Produsen chip memori memprioritaskan produksi untuk segmen dengan margin tinggi, termasuk server dan pusat data, yang pada akhirnya mempengaruhi pasokan untuk pasar PC konsumen.
Bagi HP, kondisi ini berdampak langsung pada strategi penetapan harga produk. Ketika satu komponen seperti RAM menyumbang lebih dari sepertiga biaya perangkat, perusahaan harus menyesuaikan konfigurasi produk, efisiensi desain, serta strategi distribusi agar tetap kompetitif.
Hal ini juga mempengaruhi bagaimana vendor menentukan spesifikasi standar pada perangkat baru.
Di sisi lain, peningkatan kebutuhan RAM juga dipengaruhi oleh evolusi sistem operasi dan aplikasi.
Perangkat modern kini dirancang untuk menjalankan multitasking yang lebih kompleks, termasuk pengolahan data real-time dan fitur AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device AI).
Kondisi ini membuat kapasitas RAM minimum terus meningkat dibandingkan generasi sebelumnya.
HP juga menyoroti bahwa perubahan struktur biaya ini dapat berdampak pada harga jual akhir ke konsumen.
Jika tren kenaikan harga RAM berlanjut, maka produsen kemungkinan akan menghadapi dilema antara mempertahankan margin atau menaikkan harga perangkat.
Alternatif lain termasuk mengoptimalkan komponen lain atau menawarkan konfigurasi yang lebih fleksibel.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada HP, tetapi juga mencerminkan kondisi industri PC secara keseluruhan.
Vendor lain menghadapi tantangan serupa, terutama dalam menghadapi transisi menuju era AI PC, di mana kebutuhan komputasi dan memori meningkat secara signifikan.
Hal ini menandai pergeseran fokus industri dari sekadar performa CPU dan GPU ke keseimbangan sistem secara menyeluruh, termasuk kapasitas memori.
Selain faktor permintaan, dinamika geopolitik dan investasi di sektor semikonduktor juga turut mempengaruhi ketersediaan dan harga RAM.
Produksi chip memori yang terkonsentrasi di beberapa wilayah membuat pasar rentan terhadap gangguan pasokan.
Dalam situasi seperti ini, fluktuasi harga menjadi lebih cepat terjadi dan berdampak luas ke berbagai segmen industri teknologi.
Pernyataan HP menunjukkan bahwa RAM kini menjadi salah satu faktor kunci dalam perencanaan produk PC ke depan.
Baca Juga:Nvidia Siapkan Chip AI Baru untuk Data Center
Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis AI dan aplikasi modern, peran memori diperkirakan akan semakin strategis dalam menentukan performa sekaligus harga perangkat di pasar global.














































