TechDaily.id – Fitur keamanan Android 16 dapat diaktifkan para pengguna smartphone dengan mudah. Mungkin kamu sendiri gak sadar dengan fitur canggih ini.
Banyak pengguna smartphone masih terjebak dalam rasa aman yang keliru. Sebagian besar dari kita berpikir bahwa memiliki pemindai sidik jari (biometrik), pola kunci layar (passcode), dan pembaruan sistem bulanan sudah lebih dari cukup untuk menangkal peretas.
Kenyataannya? Ancaman siber di tahun 2026 tidak lagi sekadar menebak sandi Anda, melainkan mencari celah pada koneksi jaringan yang usang atau mengeksploitasi aplikasi yang rentan, sebagaimana dikutip dari Makeuseof.
Menyadari eskalasi ancaman ini, Google secara diam-diam telah menanamkan sebuah sistem pertahanan “kebal peluru” pada sistem operasi terbarunya, Android 16. Ironisnya, alih-alih mempromosikan fitur canggih Android 16 ini dengan spanduk besar, Google justru menyembunyikannya jauh di dalam menu pengaturan.
Fitur rahasia ini bernama Advanced Protection (Perlindungan Lanjutan). Melansir dari ulasan mendalam portal teknologi MakeUseOf baru-baru ini, Advanced Protection diklaim sebagai lapisan pertahanan tingkat sistem (system-level) paling agresif yang pernah diciptakan untuk ekosistem Android.
Bagi Anda yang menyimpan puluhan dokumen rahasia perusahaan, data aplikasi perbankan, hingga foto-foto pribadi yang sensitif di dalam ponsel, ini adalah fitur terpenting yang wajib Anda nyalakan sekarang juga.

Apa Itu Advanced Protection di Android 16?
Pada dasarnya, Advanced Protection adalah sebuah mode keamanan ekstra ketat yang dirancang untuk membentengi perangkat Android dari serangan fisik maupun digital. Fitur di Android 16 ini meniru konsep Lockdown Mode yang sebelumnya diperkenalkan oleh Apple pada perangkat iPhone.
Awalnya, sistem ini didesain khusus untuk pengguna dengan profil risiko tinggi (seperti jurnalis investigasi, aktivis hak asasi manusia, atau politisi) yang sering menjadi target operasi peretasan tingkat negara (state-sponsored attacks).
Namun, dengan meningkatnya kasus kejahatan siber finansial yang menyasar masyarakat umum, Google memutuskan untuk mengintegrasikan fitur ini langsung ke dalam Android 16 agar bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Alih-alih menyalakan belasan sakelar pengaturan privasi satu per satu secara manual, Advanced Protection membungkus seluruh protokol keamanan tertinggi Google ke dalam satu tombol sakelar (toggle) yang praktis di Android 16.

5 Perubahan Fatal di Balik Layar Saat Mode Ini Aktif
Mengaktifkan fitur ini tidak akan mengubah tampilan wallpaper atau tema ponsel Anda. Semuanya tetap terlihat normal. Namun di balik layar, ponsel Anda berubah menjadi “brankas berjalan” dengan menerapkan lima batasan operasional yang sangat ketat:
- Kunci Perangkat Otomatis & Anti-Maling (Device Safety)
Fitur ini secara otomatis menyalakan Theft Detection (Deteksi Pencurian) dan Offline Device Lock. Jika ponsel mendeteksi gerakan aneh yang menyerupai penjambretan, layarnya akan langsung terkunci.
Selain itu, sebagai langkah mitigasi, ponsel akan melakukan reboot (hidup ulang) secara paksa jika dibiarkan tidak aktif selama 72 jam penuh.
- Pemblokiran Total Instalasi Aplikasi Ilegal (Sideloading Blocked)
Ini adalah perubahan terbesar. Anda tidak akan bisa lagi mengunduh atau memasang file APK modifikasi dari luar Google Play Store. Jika Anda sudah terlanjur memasang aplikasi dari sumber tidak dikenal sebelum mode ini aktif, sistem akan memblokir proses pembaruannya secara otomatis. Fitur pemindai Google Play Protect juga akan dipaksa menyala secara permanen.

- Restriksi Port USB (USB Restrictions)
Pernah mendengar istilah Juice Jacking? Itu adalah metode peretasan dengan cara menyuntikkan malware melalui kabel pengisi daya (USB) di tempat umum seperti bandara atau kafe.
Saat Advanced Protection menyala dan layar ponsel dalam keadaan terkunci, port USB di ponsel Anda hanya akan berfungsi untuk mengisi daya baterai. Seluruh akses transfer data via USB akan dimatikan total.
- Kiamat Bagi Sinyal 2G (2G Network Protections)
Jaringan seluler generasi kedua (2G) sudah sangat usang dan terkenal karena ketiadaan enkripsi data. Peretas sering menggunakan alat bernama Stingray (pemancar seluler palsu) untuk memaksa ponsel Anda turun ke sinyal 2G demi menyadap panggilan dan SMS (termasuk kode OTP). Mode ini akan melarang keras antena ponsel Anda tersambung ke menara 2G mana pun. - Proteksi Browsing Tingkat Dewa
Browser Google Chrome akan dipaksa masuk ke mode Safe Browsing tertinggi. Sistem akan secara otomatis mengalihkan semua koneksi situs web ke protokol HTTPS yang dienkripsi dan memblokir seketika situs-situs yang terindikasi sebagai jebakan phishing.
Cara Mengaktifkan Advanced Protection (Panduan Step-by-Step)
Bagi Anda yang merasa pertukaran fungsionalitas di atas sepadan dengan keamanan yang ditawarkan, berikut adalah cara menyalakannya:
- – Pastikan ponsel cerdas Anda sudah menjalankan sistem operasi Android 16 (Cek di Settings > System > Software Update).
- – Buka aplikasi Settings (Pengaturan) Android 16.
- – Gulir ke bawah dan cari menu Security and privacy (Keamanan dan privasi).
- – Ketuk opsi Advanced Protection.
- – Nyalakan sakelar (toggle) pada opsi Device Protection.
- – Ketuk Turn On (Nyalakan) pada kotak dialog peringatan yang muncul untuk mengonfirmasi keputusan Anda. (Ponsel Anda mungkin akan meminta restart).
Pro-Tip: Gabungkan dengan Perlindungan Akun Cloud
Keamanan tingkat perangkat (hardware) di atas akan sia-sia jika peretas berhasil membobol akun Google Anda dari komputer lain.
Untuk pertahanan maksimal, tautkan perlindungan ponsel ini dengan Program Perlindungan Lanjutan Google (Google Advanced Protection Program) untuk akun cloud Anda. Program terpisah ini akan memperketat keamanan layanan Google Drive, Gmail, dan Docs Anda dengan mewajibkan penggunaan Kunci Pas (Passkey) atau kunci keamanan fisik (seperti YubiKey) setiap kali Anda mencoba masuk (login) di perangkat baru. Anda bisa mendaftarkan akun Anda melalui situs resmi keamanan akun Google.
Bagi sebagian besar penggemar Android garis keras ( Tech Enthusiast), hilangnya kemampuan sideloading aplikasi pihak ketiga mungkin terasa seperti mengekang kebebasan yang menjadi jati diri Android.
Namun, bagi mayoritas pengguna kasual yang hanya mengunduh aplikasi resmi dari Play Store dan menggunakan ponselnya untuk mobilitas kerja, layanan perbankan, serta menyimpan memori keluarga, mengaktifkan Advanced Protection adalah investasi keamanan terbaik yang bisa Anda lakukan di tahun 2026. Anda menukar sedikit fleksibilitas dengan jaminan bahwa kehidupan digital Anda berada di dalam benteng yang hampir tidak bisa ditembus.













































