DTF 2026 Satukan Industri hingga Pemerintah, Dorong Ekonomi Digital Indonesia

4 hours ago 2

Selular.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki fase yang menuntut kolaborasi lebih erat antara industri, asosiasi, lembaga, dan pemerintah.

Menjawab kebutuhan tersebut, Selular Media Network kembali menggelar The 3rd Digital Transformation Forum (DTF) 2026 di Hotel Arion Suites Kemang, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Mengusung tema “Kolaborasi Lintas Industri, Lembaga dan Kementerian, Mendorong Digitalisasi dan Kemajuan Ekonomi”, DTF 2026 akan membedah bagaimana digitalisasi tidak berhenti pada adopsi teknologi, tetapi mampu menghasilkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Forum yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah, operator telekomunikasi, asosiasi internet, industri perangkat, sektor enterprise hingga industri kelapa sawit.

DTF 2026 Dorong Kolaborasi Transformasi Digital

DTF 2026 menghadirkan Mamur Saputra, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Teknologi Informasi Kemenko Kumham Imipas, sebagai keynote speaker.

Sementara jajaran pembicara diisi Machdi Fauzi, VP Head of Ecosystem Regulatory Affairs Indosat Ooredoo Hutchison, dan Elly Noor, Ketua Bidang Kelembagaan APJII.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dari sisi enterprise dan ekosistem perangkat hadir Mark Jefferson Go, Chief Strategy, Research and Development; Enterprise and Education Director Erajaya Digital, serta Bagus Prasetyo, Country General Manager Motorola.

Menariknya, transformasi digital juga akan dilihat dari perspektif sektor non-teknologi melalui Mochamad Husni, Pengurus GAPKI Bidang Komunikasi.

Komposisi pembicara tersebut membuat pembahasan DTF 2026 tidak hanya berkutat pada perkembangan teknologi, tetapi juga menyentuh persoalan regulasi, infrastruktur internet, ekosistem perangkat, kesiapan enterprise hingga penerapan digitalisasi di industri.

Baca juga:

Digitalisasi Harus Berdampak ke Ekonomi

Tema DTF 2026 menjadi relevan karena tantangan transformasi digital Indonesia semakin kompleks.

Ketersediaan teknologi saja tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan apabila tidak diikuti infrastruktur, regulasi, investasi, kesiapan industri dan sumber daya manusia.

Di sektor telekomunikasi misalnya, pembangunan jaringan dan pengembangan 5G membutuhkan investasi besar sekaligus model bisnis yang berkelanjutan.

Pada saat bersamaan, pertumbuhan AI, cloud dan IoT membuat kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas semakin tinggi.

Sektor industri juga menghadapi tantangan berbeda. Digitalisasi harus mampu menghasilkan efisiensi, meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai ekonomi nyata, bukan sekadar menjadi proyek implementasi teknologi.

Persoalan tersebut yang membuat kolaborasi lintas industri dalam transformasi digital semakin penting.

Pemerintah berperan menciptakan regulasi dan iklim investasi, operator dan ISP menyediakan konektivitas, perusahaan teknologi membangun ekosistem perangkat, sementara sektor industri menjadi pengguna sekaligus penggerak nilai ekonominya.

Melalui Digital Transformation Forum 2026, CEO sekaligus Editor in Chief Selular Media Network, Uday Rayana menyebut ingin mempertemukan berbagai perspektif tersebut dalam satu meja diskusi.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transformasi digital Indonesia bukan seberapa banyak teknologi baru yang diadopsi,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

“Tantangan sesungguhnya adalah memastikan digitalisasi mampu meningkatkan daya saing industri, memperluas manfaat teknologi, dan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tandasnya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |