Selular.ID – Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce, banyak brand teknologi berlomba-lomba memperkuat penjualan melalui platform digital.
Shopee dan TikTok menjadi dua kanal yang semakin penting untuk menjangkau konsumen. Namun bagi Olike, toko fisik masih memiliki peran yang tidak tergantikan, khususnya untuk produk-produk yang membutuhkan pengalaman langsung.
Head of Product Olike Indonesia, Oscar Wan Chigang, mengatakan perkembangan digital memang membuat informasi mengenai produk semakin transparan.
Konsumen dapat membandingkan harga, membaca ulasan dan melihat spesifikasi hanya melalui smartphone.
Namun, ada satu hal yang belum sepenuhnya dapat digantikan oleh layar smartphone: pengalaman menggunakan produk secara langsung.
Konsumen Ingin Mencoba
Oscar mencontohkan produk audio. Ketika membeli speaker, konsumen terkadang ingin mengetahui sendiri bagaimana karakter suara yang dihasilkan.
Hal serupa terjadi pada produk seperti kipas mini. Konsumen ingin merasakan langsung seberapa kuat hembusan anginnya.
“Di Indonesia, konsumen masih sangat suka menyentuh dan mencoba produk secara langsung,” ungkapnya.
Karena itu, Olike tidak melihat seluruh saluran penjualan harus menggunakan strategi yang sama.
Justru masing-masing kanal memiliki karakter konsumen dan jenis produk yang berbeda.
Baca juga:
- Olike Indonesia Beberkan Penjualan Powerbank di Tengah Tren Smartphone Gaming
- Olike Rombak Total Standar Audio demi Pikat Telinga Gen Z Indonesia
Produk Berbeda, Kanal Berbeda
Menurut Oscar, produk yang membutuhkan pengalaman langsung lebih cocok ditempatkan di kanal ritel modern atau department store.
Produk seperti ini dapat dijumpai melalui jaringan ritel yang memungkinkan konsumen datang, melihat dan mencoba perangkat sebelum membeli.
Sementara produk yang bersifat fungsional dengan harga terjangkau dapat lebih efektif menggunakan saluran tradisional.
Adapun e-commerce seperti TikTok dan Shopee dinilai cocok untuk produk yang memiliki karakter fast-moving, terutama produk baru yang menawarkan inovasi dengan harga terjangkau.
Dengan kata lain, Olike tidak menggunakan pendekatan “one size fits all”.
Produk dan kanal distribusi harus disesuaikan.
Mengapa Offline Masih Penting?
Bagi perusahaan aksesori, strategi tersebut menjadi penting karena produknya memiliki karakter yang sangat beragam.
Smartwatch, misalnya, bukan hanya soal spesifikasi. Desain dan kenyamanan pemakaian dapat menjadi pertimbangan.
Demikian pula dengan TWS. Ukuran dan bentuk perangkat harus nyaman dengan bentuk telinga pengguna.
Sementara speaker memiliki karakter suara yang tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui spesifikasi teknis.
“Kalau produk membutuhkan experience yang tinggi, konsumen perlu diberikan kesempatan untuk mencoba,” ujar Oscar.
Digital Membuat Konsumen Semakin Kritis
Menariknya, menurut Oscar, perkembangan e-commerce justru membuat konsumen semakin kritis.
Informasi harga semakin terbuka. Konsumen bisa mengetahui apakah harga sebuah produk di satu toko berbeda dengan toko lainnya.
Review juga dapat menjadi referensi sebelum pembelian.
Karena itu, keberadaan toko fisik bukan berarti mengalahkan kanal digital. Keduanya justru saling melengkapi.
Digital menjadi sarana untuk menemukan produk dan membandingkan informasi. Sementara toko fisik memberikan pengalaman sebelum konsumen mengambil keputusan.
Tantangan Indonesia sebagai Negara Kepulauan
Strategi distribusi juga menjadi tantangan tersendiri karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah geografis yang sangat luas.
Olike mengaku berupaya menjangkau konsumen tidak hanya di kota-kota besar.
Sekitar 300 personel sales offline dikerahkan ke berbagai wilayah.
Oscar bahkan mengaku kerap melakukan perjalanan darat sendiri untuk melihat kondisi pasar secara langsung.
Dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Majalengka hingga Surabaya, perjalanan tersebut memberikan gambaran bagaimana produk teknologi digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa dalam bisnis aksesori, digitalisasi tidak otomatis menghapus kebutuhan terhadap kehadiran fisik.
Justru ketika produk semakin beragam, pengalaman langsung dapat menjadi bagian penting dari keputusan konsumen.


















































