Selular.ID – Kelangkaan memori DRAM dan NAND karena melonjaknya permintaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat pasokan laptop tersendat.
Tidak hanya itu, lonjakan harga RAM akibat krisis memori global mengakibatkan harga laptop juga ikut melambung.
Di saat krisis melanda penjualan laptop, tidak demikian dengan tablet yang justru mengalami kenaikan penjualan.
Bahkan di akhir semester pertama tahun 2026 dan di awal semester kedua tahun ini, sejumlah vendor yang biasanya getol mengeluarkan produk-produk laptop kini beralih ke tablet.
Contoh saja, Lenovo yang merupakan raja laptop enterprise kini gencar mempromosikan produk-produk tablet mereka di awal semester dua 2026.
Peningkatan Penjualan Tablet
Hal senada juga diungkapkan Aryo Meidianto, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia (Distributor Honor di Indonesia) Honor mencatat kenaikan penjualan tablet sejak dua bulan yang lalu ketika harga laptop di Indonesia mulai mengalami kenaikan.
“Harusnya sih dari yang kemarin awal-awalnya si laptop kena sampai sekarang itu sekitar 30-40% naik dari tablet,” kata Aryo saat hands-on Honor Pad X8b di Jakarta, beberapa waktu lalu (25/5/2026).
Ia menambahkan dengan budget Rp 5 jutaan konsumen bisa mendapatkan tablet yang ringan dan dengan spesifikasi terbaru.
Sementara itu, dengan harga yang sama mungkin hanya bisa mendapatkan laptop bekas yang usianya sudah uzur.
Karena itu, Aryo mengatakan lini produk Honor saat ini lebih didominasi oleh tablet dibandingkan smartphone.
Baca juga:
- Honor Beri Hadiah Langsung untuk Pembelian Tablet dan Smartphone Selama Juli 2026
- Tablet Murah Infinix Mengguncang Pasar, Sasar Segmen Pelajar dan Entry-Level
Penjualan tablet Honor juga lebih tinggi dibandingkan penjualan smartphone.
Selain memperbanyak lini tablet, Honor juga berusaha keras untuk tidak menaikkan harga perangkatnya di tengah nilai rupiah yang melemah terhadap dolar.
Aryo mengatakan Honor menggunakan strategi bulk buying untuk menekan harga perangkatnya agar tidak naik.
“Jadi kita hitung dulu kira-kira si perangkat ini end-of-life-nya sampai kapan. Dari situ kita bisa langsung, istilahnya pesan bulk, sebanyak itu,” ujar Aryo.
“Jadi mau ada kenaikan apapun, kita nggak akan terpengaruh. Yang biasanya terpengaruh itu biasanya teman-teman vendor itu punya jumlah yang sedikit, kemudian habis di pasar, kemudian mereka memesan lagi harga sudah naik,” imbuhnya.
Harga Laptop Melambung
Sebelumnya, Apple Inc dikabarkan menghadapi dilema setelah lonjakan biaya chip dan memori mulai menggerus keuntungan dari laptop murah MacBook Neo.
Sebuah laporan menyebutkan bahwa raksasa teknologi itu disebut mempertimbangkan menghapus varian termurah US$599 atau sekitar Rp9 jutaan dari lini MacBook Neo, dikutip dari MacRumors, Kamis (9/7/2026)
Apple dikabarkan tengah mengevaluasi keberlanjutan model dasar MacBook Neo imbas kenaikan harga DRAM dan biaya produksi chipset.
Informasi tersebut berasal dari kolumnis teknologi asal Taiwan dan mantan reporter Bloomberg, Tim Culpan.
“Untuk memenuhi target produksi yang direvisi, Apple membutuhkan pasokan baru chip A18 Pro dari TSMC. Neo menggunakan chip yang sama dengan iPhone 16 Pro, tetapi persediaan yang ada dilaporkan habis karena permintaan awal,” tulis laporan tersebut.
MacBook Neo sendiri menjadi salah satu produk Apple paling sukses tahun 2026. Laptop yang memakai chip A18 Pro, chip yang sebelumnya digunakan di iPhone itu langsung laris sejak peluncuran Maret lalu berkat harga yang jauh lebih murah dibanding MacBook Air.
Namun, popularitas tersebut justru memicu tekanan baru. Permintaan tinggi memaksa Apple meningkatkan produksi hingga hampir dua kali lipat, sementara harga komponen global terus naik akibat krisis pasokan memori dan semikonduktor.
Akibat tekanan tersebut Apple kini mempertimbangkan beberapa opsi mulai dari menghapus model 256GB termurah hingga menaikkan harga jual perangkat.


















































