Selular.id – Moonshot AI, perusahaan rintisan asal China, resmi memperkenalkan Kimi K3, model kecerdasan buatan (AI) open-weight dengan 2,8 triliun parameter.
Angka tersebut menjadikannya model AI terbuka terbesar di dunia saat ini. Yang menarik, Kimi K3 diklaim mampu merancang sebuah chip AI hanya dalam waktu 48 jam secara otonom menggunakan perangkat Electronic Design Automation (EDA) open source.
Pencapaian itu diumumkan bersamaan dengan publikasi teknis Moonshot AI yang menjelaskan kemampuan baru Kimi K3. Selain memiliki ukuran model yang sangat besar, AI ini juga dibekali context window hingga 1 juta token, memungkinkan model memproses dokumen dan percakapan yang jauh lebih panjang dibanding sebagian besar model AI saat ini.
Dalam demonstrasi yang dipublikasikan perusahaan, Kimi K3 diberi tugas untuk merancang sebuah chip inferensi AI sederhana. Mulai dari desain awal, optimasi, hingga verifikasi dilakukan secara mandiri selama 48 jam tanpa intervensi manusia yang berarti.
Chip hasil rancangan tersebut dibuat menggunakan pustaka desain Nangate 45nm dan perangkat EDA open source. Dalam simulasi, desain itu mampu mencapai kecepatan lebih dari 8.700 token per detik saat menjalankan proses inferensi AI.
Chip tersebut juga memiliki luas sekitar 4 mm², memuat sekitar 1,46 juta standard cell, SRAM sebesar 0,277 MB, serta unit komputasi INT4 MAC yang dioptimalkan untuk menjalankan model AI ringan.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Meski demikian, Moonshot menegaskan bahwa desain tersebut masih sebatas proof of concept atau pembuktian konsep. Chip belum diproduksi secara fisik dan performanya masih berdasarkan simulasi, sehingga belum bisa disamakan dengan prosesor AI komersial seperti GPU Nvidia atau akselerator AI lainnya.
Selain kemampuan merancang chip, Kimi K3 juga menunjukkan performa tinggi pada berbagai benchmark AI. Menurut Moonshot AI, model ini mampu bersaing dengan sejumlah model AI terdepan dari Amerika Serikat, khususnya untuk tugas penalaran, pemrograman (coding), dan penyelesaian pekerjaan yang membutuhkan agen AI (AI agent). Bahkan dalam beberapa pengujian, performanya disebut mendekati model frontier milik Anthropic.
Peluncuran Kimi K3 menjadi sinyal bahwa perusahaan AI asal China semakin agresif mengejar dominasi di sektor kecerdasan buatan.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah model AI asal China terus bermunculan dengan pendekatan open-weight, yakni bobot model dapat diakses dan dimanfaatkan pengembang untuk kebutuhan riset maupun pengembangan aplikasi.
Analis menilai strategi tersebut berpotensi mempercepat adopsi AI karena memberikan alternatif yang lebih terbuka dan berbiaya lebih rendah dibanding model tertutup dari perusahaan teknologi Amerika Serikat.
Di sisi lain, ukuran model yang mencapai 2,8 triliun parameter juga berarti kebutuhan perangkat keras untuk menjalankannya tetap sangat besar, sehingga implementasi penuh masih lebih realistis dilakukan di pusat data berskala besar.
Dengan kemampuan merancang chip secara otomatis, Kimi K3 juga membuka peluang baru dalam proses pengembangan semikonduktor. Jika teknologi serupa terus berkembang, AI tidak hanya akan digunakan untuk membuat perangkat lunak, tetapi juga dapat mempercepat desain perangkat keras yang selama ini membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Meski masih berada pada tahap awal, demonstrasi tersebut menunjukkan bagaimana AI mulai berperan dalam seluruh rantai pengembangan teknologi, mulai dari menulis kode, merancang sistem, hingga mendesain chip yang nantinya dapat digunakan untuk menjalankan model AI generasi berikutnya.
Baca juga: Nvidia Dulu Kuasai China, Kini Nol Besar

















































