Top 5 Merek Smartphone di AS 2026, Omdia: Pasar Turun 3 Persen

12 hours ago 12

Selular.ID – Pasar smartphone di Amerika Serikat mencatat penurunan pengiriman sebesar 3 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Laporan terbaru dari firma riset Omdia menunjukkan pelemahan permintaan konsumen masih berlanjut di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pola belanja perangkat premium di negara tersebut.

Dalam laporan yang dipublikasikan pekan ini, Omdia menyebut total pengiriman smartphone di AS mencapai sekitar 31,8 juta unit selama periode Januari hingga Maret 2026.

Penurunan terjadi di hampir seluruh segmen, termasuk perangkat Android dan iPhone, meski Apple masih mempertahankan posisi dominan di pasar.

Omdia menjelaskan kondisi ekonomi makro, inflasi, serta siklus penggantian perangkat yang lebih panjang menjadi faktor utama yang menekan pertumbuhan pasar smartphone AS.

Konsumen disebut semakin berhati-hati dalam melakukan upgrade perangkat, terutama di segmen menengah ke atas yang sebelumnya menjadi pendorong utama penjualan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Apple tetap menjadi vendor terbesar dengan pangsa pasar sekitar 54 persen pada kuartal pertama 2026.

Namun pengiriman iPhone juga mengalami perlambatan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Samsung berada di posisi kedua dengan pangsa pasar sekitar 24 persen, disusul Motorola dan Google yang terus memperkuat eksistensinya di pasar Android premium dan menengah.

Omdia juga mencatat Google mengalami pertumbuhan pengiriman paling stabil di antara lima besar vendor smartphone di AS.

Kehadiran lini Pixel dengan integrasi fitur kecerdasan buatan atau AI disebut membantu Google meningkatkan daya tarik produknya di segmen premium.

Di sisi lain, Motorola masih mempertahankan momentum di pasar perangkat menengah melalui strategi distribusi operator dan harga yang kompetitif.

Brand milik Lenovo tersebut dinilai mampu menjaga penjualan di tengah melemahnya pasar secara keseluruhan.

Penurunan pasar smartphone AS pada awal 2026 juga dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global serta perubahan prioritas konsumen terhadap perangkat elektronik.

Banyak pengguna kini memilih mempertahankan perangkat lebih lama karena peningkatan spesifikasi smartphone dinilai tidak lagi memberikan lompatan signifikan seperti beberapa tahun lalu.

Omdia memperkirakan tekanan terhadap pasar smartphone AS masih akan berlanjut hingga akhir 2026.

Firma riset tersebut bahkan memproyeksikan penurunan lanjutan sepanjang tahun apabila inflasi dan biaya hidup tetap tinggi.

Selain faktor ekonomi, pasar smartphone AS juga menghadapi perubahan strategi industri.

Vendor kini lebih fokus meningkatkan margin keuntungan melalui perangkat premium dan layanan berbasis ekosistem dibanding mengejar volume penjualan semata.

Strategi ini terlihat dari semakin agresifnya pengembangan fitur AI generatif, layanan cloud, serta integrasi perangkat lintas platform.

Apple, Samsung, dan Google dalam beberapa bulan terakhir juga semakin aktif memperkenalkan fitur AI di perangkat terbaru mereka.

Teknologi tersebut diposisikan sebagai nilai tambah baru untuk mendorong konsumen melakukan upgrade perangkat di tengah pasar yang melambat.

Menurut Omdia, operator telekomunikasi di AS juga mulai mengurangi program subsidi besar-besaran untuk pembelian smartphone baru.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap laju pergantian perangkat, terutama di segmen flagship yang memiliki harga jual lebih tinggi.

Top 5 Merek Smartphone di AS kuartal pertama 2026 menurut Omdia:

  1. Apple (60%
  2. Samsung (24%)
  3. Motorola (11%)
  4. Google (3%)
  5. TCL (2%)
  6. Lainnya (2%)

Meski pasar mengalami kontraksi, segmen smartphone premium diperkirakan masih menjadi area persaingan utama sepanjang 2026.

Vendor besar terus berupaya memanfaatkan AI on-device, efisiensi chipset, dan integrasi layanan digital sebagai pembeda utama produk mereka.

Laporan Omdia memperlihatkan industri smartphone global kini memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang dibanding era sebelum pandemi.

Fokus pelaku industri tidak lagi semata pada peningkatan volume pengiriman, tetapi juga monetisasi layanan, loyalitas pengguna, dan penguatan ekosistem perangkat terhubung.

Baca Juga: 5 AI Pencari Jurnal Ilmiah untuk Riset Lebih Cepat

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |