Selular.id – Telkomsel mencatat lonjakan trafik jaringan sebesar 12,4 persen selama periode Natal dan Tahun Baru (NARU) 2026, dengan puncaknya di tanggal 26 Desember 2025 – 1 Januari 2026.
“Di periode NARU kali ini kita masih mengalami pertumbuhan yang positif dari sisi trafik, jadi payload kita tumbuh sekitar 12,4 persen, bahkan kalau dibandingkan dengan periode NARU di 2024 kita masih tumbuh sekitar 3,8 persen,” ucap Direktur Utama Telkomsel Nugroho dalam pernyataannya.
Secara regional, Nugroho menjelaskan hampir seluruh area operasional Telkomsel mencatat pertumbuhan trafik.
Area dengan kenaikan tertinggi tercatat di Area 4 yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.
Lebih jauh, Telkomsel juga mencatat lonjakan trafik SMS menjadi 51,02 persen, sementara voice traffic juga turut mengalami kenaikan sebesar 11,37 persen.
Baca juga:
- Lonjakan Trafik Data Selama Nataru Tak Penuhi Target
- Target Kecepatan Internet Indonesia 2026: Mobile Broadband 60 Mbps, Fixed Broadband 45 Mbps
Lonjakan juga terlihat pada layanan digital. Trafik video streaming mencapai 27,12 PB atau tumbuh 20,13 persen, media sosial mencatat 17,31 PB dengan kenaikan 13,87 persen, dan layanan komunikasi digital mencapai 10,33 PB atau naik 21,31 persen.
Sementara itu, layanan e-commerce juga mencatat trafik 1,46 PB dengan pertumbuhan 13,15 persen, serta online gaming mencapai 2,17 PB atau melonjak 33,8 persen.
Menurutnya, lonjakan ini menjadi pembelajaran penting bagi Telkomsel untuk terus meningkatkan kualitas jaringan agar layanan digital dapat dinikmati pelanggan dengan pengalaman yang lebih optimal.
“Ini juga menjadi bahan pembelajaran kita bahwa layanan-layanan digital ini bisa terus dinikmati dengan kualitas yang lebih baik lagi,” tambahnya.
Untuk mendukung lonjakan trafik NARU, Telkomsel sebelumnya telah mengoptimalkan jaringan di 437 titik keramaian (POI) di seluruh Indonesia.
Selain itu, Telkomsel juga mengoperasikan lebih dari 5.000 BTS 5G di 59 kota/kabupaten, serta memanfaatkan teknologi Autonomous Network berbasis end-to-end AI guna menjaga keandalan dan kualitas layanan selama periode trafik tinggi.












































