Strategi Chip 2nm Qualcomm Bikin MediaTek Terdesak

15 hours ago 15

Selular.id – Qualcomm dikabarkan mulai memetik hasil dari strategi barunya di pasar chipset premium. Perusahaan asal Amerika Serikat itu disebut akan meluncurkan dua chipset flagship berbasis proses manufaktur 2 nanometer (nm) pada 2026, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi reguler. Langkah ini diyakini memberi tekanan baru bagi rival utamanya, MediaTek, yang hingga kini hanya dikabarkan menyiapkan satu chipset flagship Dimensity 9600.

Laporan terbaru dari Wccftech mengutip informasi dari pembocor industri Digital Chat Station di Weibo. Menurut laporan tersebut, sebagian besar produsen smartphone mulai mengarahkan perhatian mereka ke Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar karena menawarkan keseimbangan antara performa dan harga yang lebih kompetitif.

Di tengah kenaikan biaya produksi chipset akibat adopsi teknologi 2nm dan meningkatnya harga komponen memori, strategi Qualcomm dinilai mampu menjangkau lebih banyak produsen smartphone dibandingkan pendekatan yang hanya mengandalkan satu chipset flagship. Informasi ini masih berstatus rumor, namun mulai menjadi pembahasan hangat di kalangan industri semikonduktor.

Qualcomm sebelumnya memang dikabarkan tengah menyiapkan pendekatan baru yang mirip strategi Apple. Jika selama ini hanya menawarkan satu chipset flagship utama setiap tahun, perusahaan kini disebut akan menghadirkan dua varian dengan segmentasi berbeda.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro diposisikan sebagai chipset paling premium dengan fitur lengkap dan performa tertinggi. Sementara Snapdragon 8 Elite Gen 6 reguler ditujukan untuk perangkat flagship yang lebih terjangkau, namun tetap membawa arsitektur CPU Oryon buatan Qualcomm.

Arsitektur Oryon sendiri merupakan desain inti prosesor kustom yang dikembangkan Qualcomm setelah mengakuisisi perusahaan Nuvia beberapa tahun lalu. Teknologi ini menjadi salah satu pembeda utama Qualcomm dibanding pesaing yang masih mengandalkan desain inti CPU standar berbasis ARM.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Laporan yang sama menyebutkan bahwa hanya OPPO dan Vivo yang sejauh ini dikabarkan memesan batch awal Dimensity 9600. Jika informasi tersebut akurat, maka sebagian besar vendor Android lainnya berpotensi memilih Snapdragon 8 Elite Gen 6 sebagai platform utama untuk smartphone premium mereka tahun depan.

Keunggulan lain Qualcomm datang dari sisi harga. Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro disebut memiliki harga di atas US$300 per unit karena menggunakan proses produksi 2nm TSMC yang sangat mahal. Sebaliknya, versi standar diperkirakan dibanderol sedikit di atas US$200 sehingga lebih menarik bagi produsen smartphone yang ingin menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Tantangan terbesar industri saat ini memang berasal dari biaya manufaktur chip generasi terbaru. Sejumlah laporan menyebut harga wafer 2nm TSMC mengalami kenaikan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong vendor chipset untuk mencari strategi baru agar produk mereka tetap kompetitif di pasar.

MediaTek sebenarnya memiliki reputasi kuat dalam menawarkan chipset flagship dengan harga lebih rendah dibanding Qualcomm. Pada generasi sebelumnya, Dimensity 9500 disebut memiliki biaya yang jauh lebih kompetitif dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5 meski sama-sama diproduksi menggunakan teknologi 3nm. Namun keunggulan harga itu berpotensi menyusut ketika kedua perusahaan beralih ke proses 2nm yang jauh lebih mahal.

Bahkan pada akhir 2025 lalu, muncul laporan bahwa MediaTek masih mempertimbangkan apakah perlu mengikuti strategi Qualcomm dengan menghadirkan dua chipset flagship berbeda. Hingga saat ini belum ada indikasi kuat bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut akan menerapkan pendekatan serupa pada keluarga Dimensity 9600.

Persaingan Qualcomm dan MediaTek diperkirakan akan semakin menarik memasuki paruh kedua 2026. Selain adopsi teknologi 2nm yang menjanjikan peningkatan performa dan efisiensi daya, kedua perusahaan juga harus menghadapi tantangan biaya produksi yang terus meningkat. Di tengah kondisi tersebut, strategi produk dan penentuan harga kemungkinan akan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan performa chipset itu sendiri dalam menentukan pemenang di pasar smartphone flagship.

Baca juga : Qualcomm Bawa Fitur Flagship ke HP Harga Terjangkau

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |