Selular.ID – PT Sharp Electronics Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 600 warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Bekerja sama dengan Human Initiative, Sharp Indonesia mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah terdampak, termasuk Reok, Manggarai, dan Aesase.
Bantuan yang diberikan Sharp Indonesia mencakup makanan siap santap, bedding kits atau perlengkapan tidur, paket sembako, serta personal hygiene kits.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana dan menghadapi berbagai keterbatasan.
President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak gempa di Nagekeo dan wilayah sekitarnya.
“Kami sangat prihatin melihat dampak yang ditimbulkan oleh gempa di Nagekeo dan wilayah sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak hanya menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan dan tantangan. Karena itu, kami ingin hadir memberikan dukungan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Shinji Teraoka.
Sharp Indonesia Fokus pada Kebutuhan Dasar Warga
Gempa yang melanda wilayah Nagekeo dan sejumlah daerah di NTT meninggalkan kebutuhan kemanusiaan yang harus dipenuhi selama masa penanganan dan pemulihan.
Dalam kondisi pascabencana, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga perlengkapan untuk beristirahat, menjaga kebersihan, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sharp Indonesia memfokuskan bantuan pada kebutuhan yang dapat langsung digunakan warga terdampak.
Makanan siap santap dan sembako ditujukan untuk membantu kebutuhan konsumsi, sementara perlengkapan tidur dan kebutuhan kebersihan pribadi menjadi bagian dari dukungan terhadap kondisi warga selama menjalani masa pemulihan.
Menurut Shinji Teraoka, perhatian terhadap masyarakat tidak berhenti setelah masa darurat berlalu.
Proses pemulihan pascabencana masih membutuhkan waktu karena warga harus kembali menata kehidupan dan menghadapi berbagai tantangan setelah terdampak bencana.
“Kami berharap dukungan yang diberikan Sharp dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Lebih dari itu, kami berharap mereka mendapatkan kekuatan untuk kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan. Kami percaya bahwa sekecil apa pun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama, dapat menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk membantu proses pemulihan,” katanya.
Kolaborasi Sharp dan Human Initiative untuk Warga NTT
Penyaluran bantuan dilakukan Sharp Indonesia dengan menggandeng Human Initiative sebagai organisasi kemanusiaan yang terlibat dalam distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan bentuk bantuan ditentukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di tengah kondisi pascabencana.
“Ketika kita berbicara mengenai bantuan pasca bencana, yang paling penting adalah bagaimana dukungan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka masih berada dalam kondisi yang tidak mudah, baik secara fisik maupun emosional. Karena itu, kami ingin memastikan apa yang kami berikan dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka,” ujar Andry.
Ia menambahkan, keterlibatan Sharp Indonesia dalam bantuan kemanusiaan tersebut juga mencerminkan hubungan perusahaan dengan masyarakat Indonesia selama lebih dari 56 tahun.
“Sharp telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Bagi kami, hubungan tersebut bukan hanya tentang produk yang hadir di rumah-rumah masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan. Semoga bantuan ini dapat memberikan sedikit rasa nyaman dan menjadi bagian dari langkah mereka untuk kembali bangkit,” kata Andry.
Dukungan Berbagai Pihak dalam Pemulihan Pascabencana
Penanganan dampak bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi sesuai dengan kondisi di lapangan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan bantuan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari.
Di tingkat kabupaten, status tanggap darurat juga ditetapkan di Kabupaten Manggarai untuk periode 15 Agustus hingga 12 September 2026.
Dalam situasi tersebut, dukungan dari sektor swasta menjadi salah satu bagian dari respons kemanusiaan yang melengkapi upaya pemerintah dan organisasi sosial.
Sharp Indonesia menyebut bantuan bagi 600 warga terdampak di NTT diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Manager Business & Social Institution Human Initiative, Destira Maryati, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama Sharp Indonesia untuk memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Kolaborasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT. Kami mengucapkan terima kasih kepada Sharp Indonesia atas perhatian, bantuan dan kepeduliannya. Semoga masyarakat Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya di NTT diberikan kekuatan untuk bangkit dan kehidupan masyarakatnya dapat segera kembali seperti semula,” ujar Destira.
Melalui kerja sama dengan Human Initiative, Sharp Indonesia menempatkan bantuan kemanusiaan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT.
Fokus bantuan pada makanan, sembako, perlengkapan tidur, dan kebutuhan kebersihan diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan yang paling mendesak selama masa pascabencana.
Baca Juga: Sharp Bidik Penjualan Naik 20 Persen di Jakarta Fair 2026


















































