Samsung Diuntungkan Oleh Meroketnya Harga Memori, Laba Diprediksi Meningkat Tiga Kali Lipat

21 hours ago 7

Selular.ID – Ledakan AI telah memicu tsunami, khususnya di sektor elektronik konsumen. Produksi chip yang seharusnya dialokasikan untuk smartphone, PC, perangkat IoT, hingga mobil otonom, kini semakin banyak digunakan untuk pusat data AI.

Pada akhirnya banyak pihak yang berteriak karena pasokan komponen terbatas, mendorong kenaikan harga jual, dan berpotensi menggerus keuntungan.

Jika banyak pihak yang kebakaran jenggot, sebaliknya ada vendor lain yang justru berteriak kegirangan. Salah satunya adalah Samsung.

Samsung Electronics memperkirakan labanya akan meningkat tiga kali lipat dalam tiga bulan terakhir tahun lalu, mencapai rekor tertinggi.

Vendor Korea Selatan itu diuntungkan oleh harga memori melonjak di tengah permintaan yang meningkat pesat terkait karena booming kecerdasan buatan.

Produsen chip memori terbesar di dunia ini memperkirakan laba operasional mencapai 20 triliun won dan penjualan konsolidasi sekitar 93 triliun won pada kuartal keempat 2025.

Menurut panduan pendapatan yang dirilis pada Kamis (8/1), proyeksi laba tersebut menandai peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya dan akan melampaui rekor Samsung yang telah lama bertahan sebesar 17,6 triliun won yang diraih perusahaan pada kuartal ketiga 2018.

Lonjakan ini terjadi karena produsen chip seperti Nvidia berebut pasokan chip memori yang terbatas yang digunakan untuk aplikasi AI.

Karena perusahaan memori memprioritaskan kapasitas untuk memenuhi permintaan yang menguntungkan tersebut, hal ini telah berkontribusi pada kekurangan di pasar yang lebih luas, sehingga memengaruhi chip yang digunakan dalam komputer pribadi dan perangkat selular.

“Pasar memori telah memasuki fase ‘Hyper-Bull’, dengan kondisi saat ini melampaui puncak historis pada 2018. Leverage pemasok berada pada titik tertinggi sepanjang masa, didorong oleh permintaan yang tak terpuaskan untuk kapasitas AI dan server,” kata Counterpoint Research dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (7/1).

Pengamat pasar memperkirakan harga memori melonjak 40% – 50% pada kuartal terakhir 2025. Kenaikan serupa masih akan terus terjadi pada kuartal pertama 2026, diikuti oleh kenaikan sekitar 20% pada kuartal kedua.

Baca Juga:

Meskipun dinamika pasar ini telah mendorong biaya produksi bagi sebagian besar produsen elektronik konsumen, hal ini telah menjadi keuntungan bagi raksasa memori seperti Samsung dan pesaing utamanya di bidang ini, SK Hynix dan Micron.

Seperti dilaporkan CNBC, saham Samsung telah naik lebih dari 145% sepanjang 12 bulan terakhir dan naik 0,5% pada Kamis (8/1) dalam perdagangan yang bergejolak.

Meski kinerja keuangan meningkat, raksasa teknologi konsumen ini masih tetap tertinggal dari SK Hynix dalam perang chip memori bandwidth tinggi (HBM) yang digunakan dalam prosesor AI seperti yang diproduksi oleh Nvidia.

Itu sebabnya, demi mengejar ketertinggalan,  perluasan kapasitas produksi HBM diperkirakan akan menjadi fokus utama chaebol yang berbasis di Seoul itu sepanjang 2026.

Samsung sendiri dijadwalkan akan merilis laporan keuangan yang telah diaudit dan mengadakan konferensi pers triwulanan pada akhir bulan ini.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |