Revolusi Chip 2nm: Apple dan TSMC Ubah Industri Semikonduktor

6 hours ago 4

Selular.ID – Apple dan TSMC berada di garis depan revolusi chip 2nm, sebuah lompatan besar dalam teknologi semikonduktor yang mulai dibangun sejak 2025 dan akan berdampak langsung pada desain prosesor masa depan.

Melalui kolaborasi strategis, Apple diproyeksikan menjadi pelanggan utama proses fabrikasi 2 nanometer (nm) TSMC, yang dirancang untuk menghadirkan performa lebih tinggi, efisiensi daya lebih baik, dan kepadatan transistor yang semakin ekstrem.

Teknologi 2nm bukan sekadar penyempurnaan dari node 3nm yang saat ini digunakan pada chip Apple Silicon dan seri A untuk iPhone.

Peralihan ini menandai perubahan cara chip dibangun, baik dari sisi arsitektur transistor maupun metode produksi.

TSMC mengonfirmasi bahwa node 2nm akan menjadi fondasi generasi prosesor berikutnya, termasuk untuk perangkat mobile, PC, hingga server.

Menurut laporan GizChina, Apple telah lama terlibat sejak tahap awal pengembangan 2nm.

Pola ini konsisten dengan strategi Apple sebelumnya, di mana perusahaan berbasis Cupertino tersebut selalu menjadi klien pertama atau terbesar untuk node fabrikasi terbaru TSMC, sekaligus mengamankan keunggulan kompetitif di pasar perangkat konsumen.

Teknologi Chip 2nm
Dalam industri semikonduktor, istilah 2nm tidak lagi merujuk pada ukuran fisik transistor secara harfiah.

Angka tersebut kini lebih merepresentasikan generasi teknologi, yang mencerminkan peningkatan kepadatan transistor, efisiensi energi, dan kemampuan switching.

Dibandingkan node 3nm, chip 2nm menawarkan, Peningkatan performa hingga dua digit persen pada frekuensi serupa, juga efisiensi daya yang lebih tinggi, krusial untuk perangkat mobile.

Serta kepadatan transistor lebih besar, memungkinkan desain chip lebih kompleks
Peningkatan ini menjadi penting di tengah tuntutan komputasi modern.

Mulai dari kecerdasan buatan (AI), pemrosesan grafis, hingga efisiensi baterai pada smartphone dan laptop.

Salah satu perubahan paling fundamental pada teknologi 2nm adalah adopsi GAAFET (Gate-All-Around Field-Effect Transistor).

Berbeda dengan FinFET yang digunakan sejak 16nm hingga 3nm, GAAFET membungkus kanal transistor sepenuhnya dengan gate, memberikan kontrol arus yang lebih presisi.

Revolusi chip 2nm tidak hanya berdampak pada Apple dan TSMC. Seluruh industri semikonduktor ikut terdorong untuk beradaptasi.

Biaya produksi node 2nm diperkirakan melonjak signifikan, baik dari sisi fasilitas fabrikasi (fab) maupun riset dan pengembangan.

Bagi produsen perangkat, ini berarti diferensiasi tidak lagi hanya soal spesifikasi, tetapi juga kemampuan mengoptimalkan chip sesuai kebutuhan produk.

Tantangan Produksi dan Biaya
Meski menjanjikan, teknologi 2nm juga menghadirkan tantangan besar. Proses GAAFET lebih kompleks dibanding FinFET, dengan tingkat kesulitan manufaktur yang tinggi.

Yield produksi pada tahap awal diperkirakan rendah, sehingga harga chip menjadi mahal.

TSMC dilaporkan menginvestasikan puluhan miliar dolar AS untuk membangun fasilitas 2nm, termasuk pabrik baru dan peralatan litografi generasi terbaru.

Biaya ini pada akhirnya akan memengaruhi harga perangkat akhir, terutama di segmen premium.

Namun, Apple memiliki keunggulan skala dan margin yang memungkinkan perusahaan menyerap biaya tersebut lebih baik dibanding kompetitor.

Arah Masa Depan Desain Chip
Kolaborasi Apple dan TSMC di node 2nm mencerminkan arah masa depan industri semikonduktor: lebih terintegrasi, lebih mahal, dan lebih strategis.

Node ini bukan sekadar soal ukuran, tetapi tentang redefinisi cara chip dirancang dan diproduksi.

Ke depan, teknologi 2nm berpotensi menjadi standar baru untuk perangkat kelas atas, sebelum industri melangkah lebih jauh ke node sub-2nm.

Baca Juga:Apple Kembangkan Sendiri Chip dengan AI di 2026

Dalam konteks ini, Apple dan TSMC tidak hanya mengikuti tren, tetapi aktif membentuk arah evolusi teknologi chip global.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |