Selular.ID – RAM smartphone diproyeksikan menjadi spesifikasi paling menentukan pada 2026, seiring perubahan cara pengguna memanfaatkan ponsel, meningkatnya komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta makin panjangnya siklus pemakaian perangkat.
Tren ini mengemuka seiring evaluasi industri terhadap performa ponsel modern yang kini tidak lagi semata ditentukan oleh prosesor atau kamera.
Perubahan tersebut disoroti dalam analisis terbaru Android Central yang menilai bahwa kapasitas dan manajemen RAM ponsel akan menjadi faktor kunci pengalaman pengguna dalam beberapa tahun ke depan.
Lonjakan kebutuhan RAM dipicu oleh sistem operasi yang semakin kompleks, aplikasi berbasis AI on-device, serta tuntutan multitasking yang konsisten tanpa kompromi performa.
Dalam konteks global, produsen smartphone juga mulai menggeser fokus dari sekadar angka clock CPU atau megapiksel kamera ke kemampuan perangkat menjaga performa stabil dalam jangka panjang. RAM, yang selama ini dianggap spesifikasi pendukung, kini berada di pusat perhatian.
Perubahan Pola Penggunaan Smartphone
Selama satu dekade terakhir, pola penggunaan smartphone mengalami pergeseran signifikan.
Ponsel tidak lagi sekadar alat komunikasi atau konsumsi media, tetapi menjadi perangkat komputasi utama bagi banyak pengguna. Aktivitas seperti editing foto dan video, navigasi real-time, mobile gaming berat, hingga asisten AI berjalan bersamaan dalam satu waktu.
Kondisi tersebut menuntut kapasitas RAM smartphone yang lebih besar agar aplikasi dapat tetap aktif di latar belakang tanpa harus dimuat ulang.
Ketika RAM terbatas, sistem akan menutup aplikasi secara agresif, menyebabkan pengalaman terasa lambat dan tidak konsisten.
Di sisi lain, pengguna kini cenderung menyimpan ponsel lebih lama. Data industri menunjukkan siklus penggantian perangkat global mendekati empat tahun.
Artinya, spesifikasi hardware harus mampu menopang kebutuhan perangkat lunak dalam jangka panjang, dan RAM menjadi fondasi utama untuk itu.














































